Friday, July 28, 2017
Artikel Terkini
You are here: Home » Tag Archives: radar banyuwangi

Tag Archives: radar banyuwangi

Pentingnya Transparansi Dana Pendidikan

Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Sementara peningkatan mutu merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidikan di Indonesia.

Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan kompetitif sesuai visi Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2025. Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan dan semua pihak, mulai dari sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif, sumber daya guru yang berkualitas, dan juga peran serta masyarakat yang perlu ditingkatkan untuk bersinergi ke arah kualitas pendidikan.

Kondisi satuan pendidikan pada saat ini sangat beragam, dan sebagian kualitasnya masih di bawah standar nasional pendidikan, maka perlu strategi-strategi untuk mencapai hal tersebut secara bertahap. Apabila standar pelayanan minimal pendidikan tercapai, maka mutu pendidikan bergeser dari waktu ke waktu yang pada akhirnya mencapai tingkat yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan (SNP). Yang menjadi problem di tengah-tengah masyarakat adalah biaya pendidikan. Akibatnya, kualitas pendidikan kita banyak mendapat sorotan khususnya yang terjadi pada lembaga formal (sekolah).

Disebabkan lembaga pendidikan lebih menuruti kebutuhan tentang biaya sekolah, biaya pendidikan pun menjadi mahal. Sekarang muncul kritik terhadap mahalnya biaya pendidikan. Banyak masyarakat yang resah ketika tahun ajaran baru, biaya pendidikan dikatakan sebagai sesuatu yang mahal. Dari dulu biaya pendidikan akademis tidak pernah murah. Yang membuat biaya pendidikan terlihat tinggi, karena dibandingkan dengan penghasilan rata-rata rakyat Indonesia. Anehnya, beberapa komponnen masyarakat yang memiliki pendapatan cukup tinggi menolak pembiayaan pendidikan yang murah. Indikatornya, mereka menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah favorit, kalau perlu ke luar negeri yng notabene biaya pendidikan yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Persoalan biaya pendidikan merupakan topik yang menarik bagi semua kalangan masyarakat. Mereka memiliki perspektif yang tidak sama, kepentingan yang tidak sama, bahkan kemampuan membayar yang tidak sama. Sebagian kecil kalangan menginginkan biaya pendidikan murah, bahkan gratis alias tidak bayar sama sekali. Padahal, di dalam Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan Bab V, Pasal 2, huruf b. menyebutkan, peserta didik ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Itu diperkuat Bab XIII Pasal 46 ayat 1, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Yang membuat lembaga sekolah khawatir, dan masyarakat debatable tentang dana pendidikan, ketika Mendikbud mengeluarkan Permendikbud Nomor 60 Tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan SD dan SMP.

Akan tetapi, fakta di lapangan, jenis pungutan yang berdalih iuran, infaq, sumbangan, bimbingan belajar dan dana pengembangan tida bisa dipungkiri bahwa itu ada. Sehingga, biaya pendidikan menjadi bahan pembicaraan, bahkan melahirkan iklim yang tidak sedap. Penyebabnya, kurangnya keterbukaan dalam penggunaan dana pendidikan yang berasal dari peserta didik.

Bantuan Operasioinal Sekolah (BOS) SD, SMP, dadn BOS SMK, serta Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), belum bisa menjawab 100% dalam mengatasi biaya pendidikan. Sehingga, lebih tepat disebut pendidikan bersubsidi daripada pendidikan gratis.

Padahal, pemerintah menganggarkan biaya pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD di luar gaji serta tunjangan guru. Namun yang terjadi dengan melekatnya gaji serta tunjangan guru dalam struktur fungsi pendidikan, “anggaran yang benar-benar untuk meningkatkan kualitas pendidikan kira-kira hanya 10%”. Sisanya untuk biaya investasi dan operasional.

Perlu diketahui, pendidikan nasional kita masih merupakan standar pelayanan minimal (SPM). Berdasarkan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharuskan ke arah standar nasional pendidikan (SNP) secara bertahap. Sementara itu, bantuan dana dari pemerintah ke satuan pendidikan masih standar pelayanan minimal (SPM), yakni 70% kurang 30% untuk mencapai standar nasional pendidikan. Maka perlu peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dengan istilah biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2010 tentang pendaan pendidikan.

Pengertian biaya pendidikan adalah semua pengeluaran yang memiliki kaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan. Tentu, lembaga sekolah harus memahami dan mengeglola bantuan dana pendidikan dari pemerintah secara transparan, profesional dalam penggunaan, dan akuntabel (bisa dipertanggungjawakan). Lembaga sekolah tentu harus memahami manajemen keuangan secara benar berdasarkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS).

Dengan memahami manajemen keuangan, diharapkan pihak sekolah/madrasah dapat menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang baik dengan tidak mengabaikan prinsip ekonomis, efisiensi dan efektifitas dalam mendukung tercapainya pendidikan. Hal itu sangat penting dipahami berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan keuangan sekolah dan madrasah, termasuk kepala dan wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, guru, pengawas dan komite sekolah. Bila prinsip-prinsip itu diterapkan lembaga sekolah, maka bantuan dana dari pemerintah akan betul-betul digunakan sesuai peruntukan (tidak boros). Sementara itu, pengeluaran yang tidak memiliki kaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan dapat disebut sebagai pemborosan atau pengeluarkan yang mestinya dapat dicegah.

*) Koordinator lembaga swadaya masyarakat dan konsultan.

Yamaha Fasilitasi Motor Pelajar

Yamaha Fasilitasi Motor Pelajar – Yamaha tiada henti-hentinya memfasilitasi sepeda motor Mio J dan Mio GT kepada para pelajar di Banyuwangi. Kali ini giliran siswa SMAN 1 Glagah yang dapat fasilitas sepeda motor. Kegiaan yang berlangsung Selasa, (20/6) itu disambut antusias oleh seluruh civitas akademika SMAN 1 Glagah. Tak terkecuali kepala sekolah, H. Heru Muhardi.

Heru mengaku berterima kasih kepada Yamaha yang telah mempercayakan program pinjam pakai ini terhadap SMAN 1 Glagah. Menurut dia, hal ini bukan hal yang sepele, meski dipinjami namun pihak sekolah harus bertanggung jawab terhadap program ini. “Tapi Insya-Allah para siswa-siswa SMAN 1 Glagah sangat amanah. Mereka akan menjaga ini dan tentu mereka akan sangat senang, sebab bisa menjajal motor terbaru Yamaha. Terima kasih Yamaha,” kata Heru.

Branch Manager PT. Rodasakti Suryaraya Jember, Bambang Setiabudi menjelaskan, program pinjam pakai motor Mio J dan Mio GT ini diberikan untuk enam siswa yang telah melalui seleksi, mereka bebas untuk menggunakan Mio J dan Mio GT. “Silahkan motor ini digunakan untuk aktivitas pendukung kegiatan sekolah,” kata Bambang.

Sementara itu, para siswa kelas XI yang beruntung mendapat fasilitas pinjam pakai motor adalah Gusta, Putra, Johan, Yosi, Azmi, Adit. Selain fasilitas ini Yamaha memberikan beasiswa kepada enam pelajar ini. “Jadi siswa dapat dua keuntungan, dapat fasilitas pinjam pakai motor gratis dan dapat beasiswa,” imbuh Bambang.

Dijelaskan, tujuan Yamaha memberikan pinjam pakai ini adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa dalam memberikan produknya, Yamaha tidak asal-asalan. Produk Yamaha boleh diadu dengan yang lain. “Kami ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa produk Yamaha sangat bandel secara kualitas. Tentunya semakin kencang dan semakin irit,” tandas Bambang.(*)

Sumber : Radar Banyuwangi. 26 Juni 2013

Revolusi Perekonomian

Revolusi Perekonomian – Tema dalam tulisan ini memang agak menasional.  Tetapi, mari kita belajar bersama-sama agar mengerti dan tidak terus-menerus diakali.

Indonesia, termasuk Banyuwangi, adalah daerah yang kaya berbagai sumber daya alam.  Jadi, Indonesia seharusnya dapat keluar dari semua persoalan ekonomi, karena SDA (Sumber Daya Alam) yang dimiliki Indonesia sangat besar dan beragam.

Faktanya, yang terjadi justru sangat berbanding terbalik, pemerintah Indonesia menyerahkan pengelolaan SDA kepada pihak swasta atau asing.  Kebanyakan rakyat cuma jadi penonton perusahaan-perusahaan asing yang berlomba mengeruk hasil bumi dan migas Indonesia.  Hal itu terjadi karena pemerintah menggunakan sistem ekonomi kapitalis.  Sistem tersebut menyerahkan hak kepada pemodal besar untuk mengelola SDA.

Revolusi Perekonomian 2013

Di Indonesia ada 60 kontraktor migas yang dikategorikan dalam tiga kelompok.  Pertama adalah super major, contohnya Exxon Mobile, Total Fina Elf, BP Amoco Arco, dan Texaco, yang menguasai cadangan minyak 70% dan gas 80&.  Kedua adalah major, contohnya Conoco, Repsol, Unocal, Santa Fe, Gulf, Premier, Lasmo, Inpex, dan Japex, yang menguasai cadangan minyak 18% dan gas 15%.  Ketiga adalah perusahaan independen yang menguasai cadangan minyak 12% dan gas 5%.  Walhasil, minyak dan gas bumi Indonesia hampir 90% dikuasai pihak asing.  Sebab, mereka semua adalah perusahaan multinasional asing.

Di sektor pertambangan batu bara juga tidak jauh berbeda.  Perusahaan-perusahaan China dan India berduyun-duyun masuk ke Indonesia. Mereka datang dengan kedok membiayai perusahaan-perusahaan tembang lokal yang kesulitan dana.  Membaca data dari British Petroleum Statistical Review sungguh miris.  Indonesia yang hanya memiliki cadangan batu bara 4,3 miliar ton atau 0,5% dari total cadangan batu bara dunia ternyata menjadi pemasok utama batu bara untuk China. Padahal, China memiliki cadangan batu bara 114,5 miliar ton atau setara 12,9% dari total cadangan batu bara dunia.  Itu hanya contoh kecil SDA Indonesia yang dimanfaatkan pihak asing.

Semua itu terjadi lantaran liberalisasi di sektor tambang dan migas.  Sejak 40 tahun lalu, pemerintah telah membuka izin seluas-luasnya kepada perusahaan asing untuk mengelola tambang dan migas di Indonesia.  Selama itu pula mereka menikmati keuntungan yang berlimpah. Tahun lalu, tepatnya akhir Februari, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2012 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara.  Isinya pihak asing harus menjual 51% ke investor lokal. Menurut aturan yang baru itu, pihak asing hanya berhak 49% atas saham perusahaan tambang di Indonesia.  Selebihnya harus dijual secara bertahap setelah lima tahun berproduksi atau harus tuntas pada tahun ke-10 sejak awal berproduksi.  Aturan itu juga merinci tahap investasi. Contoh, jika pihak asing memiliki 100% saham perusahaan tambang di Indonesia, maka mulai tahun keenam hingga tahun kesepuluh, dia harus menjual 10% saham per tahun hingga tahun kesepuluh.  Di tahun kesepuluh, jumlah saham yang dilego mencapai 51%. Yang pertama kali mendapatkan hak membeli saham divestasi itu adalah pemerintah pusat. Jika tak sanggup, hak itu beralih ke pemerintah daerah. Bila pemerintah daerah menyerah, BUMN dan BUMD dipersilahkan membeli melalui lelang. Kalau tak sanggup juga, investor lokal berhak membeli jatah itu. Aturan tinggal aturan. Buktinya, tak satu pun perusahaan yang patuh kepada aturan itu. Alasannya adalah kontrak karya yang telah disepakati sebelumnya dengan pemerintah.

Jadi, mau sampai kapan tambang dan migas Indonesia terus dikuasai asing? Apakah kita hanya menonton, terdiam, dan pasrah saat kekayaan alam kita dikeruk secara besar-besaran oleh pihak asing? Atau, selalu berharap kepada pemerintahan dengan segala kebijakannya yang cenderung tidak prorakyat? Sudah saatnya Indonesia melakukan revolusi perekonomian dengan mencampakkan sistem ekonomi kapitas dan menerapkan sistem ekonomi baru. Dalam hal ini saya menawarkan sistem ekonomi Islam yang tentu akan bebas korupsi dan berani mengambil alih kembali SDA yang dikeruk-maruk pihak asing itu.  Revolusi Perekonomian !

Berdasarkan pandangan ekonomi Islam, barang tambang, energi, listrik, dan BBM, harus dipandang sebagai harta kepemilikan umum yang harus dikelola negara, dan negara dilarang mengambil harga (keuntungan) dengan menjualnya kepada rakyat. Negara harus mendistribusikan harta umum itu kepada masyarakat dengan murah, bahkan cuma-cuma. Negara dapat saja menjual kepada pihak luar negeri atas persetujuan umat dan hasilnya harus dikembalikan sepenuhnya kepada seluruh masyarakat. Tentu hal itu akan menyebabkan rakyat tidak terbebani dengan mahalnya tarif listrik dan BBM. Semua kembali kepada diri kita masing-masing.

Yang jelas, revolusi menjadi keniscayaan jika kita memang menginginkan sebuah perubahan yang nyata. Satu hal lagi, jangan biarkan emas di Banyuwangi ini dikeruk pihak asing.

*) Mahasiswa Jurusan Manajemen Syariah STEI HAMFARA asal Banyuwangi.

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai – Sejak 9 Maret 2013 lalu, Banyuwangi memiliki 1.100 titik wireless fideliity (WiFi) yang dapat digunakan untuk ngenet secara gratis. Dari sekian banyak lokasi, Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria termasuk yang paling disukai warga untuk menjelajahi dunia maya.

Tiga tahun lalu, TMP Wisma Raga Satria masih menjadi lokasi yang sepi. Bahkan bisa dibilang, tempat tersebut terkesan menyeramkan. Walau lokasinya berada di jantung kota Banyuwangi, namun pada malam hari, suasana gelap menjadi ciri khas tempat itu.

Suasana itu berubah drastis sejak dua tahun silam. Lokasi sunyi dan menyeramkan berubah menjadi ramai saat Pemkab Banyuwangi itu menyulap lokasi tersebut menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Bagian depan kawasan itu dinamakan taman Sayu Wiwit. Sedangkan yang bagian belakang, tetap disebut TMP Wisma Raga Satria.

Pada siang hari, lokasi itu terlihat indah dan sejuk dengan taman rumput hijau dan beberapa tanaman pohon kelapa sawit yang tertata rapi. Sedangkan kalau pada malam hari, suasana gemerlap berbagai jenis lampu menyinari di sela-sela pohon yang berdiri tegak dan menambah keindahan taman itu.

Sejak disulap menjadi RTH, lokasi menjadi jujugan dan ramai dikunjungi warga bersama keluarga.

Kemeriahan taman itu bertambah rmai, sejak di launching-nya program Banyuwangi Digital Society (BDISO) 9 Maret lalu.

Dengan program itu, warga Banyuwangi semakin mudah mendapatkan akses internet di beberapa tempat. Ada sekitar 1.100 titik WiFi yang dipasang mulai dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru. Salah satu lokasi yang dipasang WiFi gratis itu adalah spot taman Sayu Wiwit di kompleks RTH TMP Wisma Raga Satria.

Lokasi taman Sayu Wiwit itu bukan satu-satunya RTH dan fasilitas umum yang dilengkapi fasilitas WiFi gratis. RTH lain , seperti Taman Blambangan, Taman Sritanjung, dan lokasi publik lainnya juga dilengkapi fasilitas akses internet.

Hanya, spot Sayu Wiwit di TMP tersebut menjadi pilihan warga untuk akses internet. Sejak tiga bulan ini terakhir ini, taman itu selalu ramai dipadati warga. Mulai pukul 09.00 setiap hari, warga mulai memadati lokasi yang berhadapan langsung dengan kantor Bupati Banyuwangi itu. Sedangkan kalu malam hari, warga masih terlihat ngenet hingga larut malam. Dalam sehari, praktis lokasi itu tidak pernah sepi dari warga yang sedang berselancar di dunia maya.

Aktivitas akses internet di Taman Sayu Wiwit mulai dibatasi. Saat ini, pengelola RTH TMP Wisma Raga Satria mulai membatasi aktivitas warga pada malam hari. Untuk malam hari, aktivitas ngenet dibatasi hingga pukul 24.00.

mengapa lokasi itu menjadi favorit warga? Sebagian besar pengunjung taman mengaku akses internet di lokasi itu lebih cepat daripada wifi di lokasi lain.

Sebagian besar pengunjung adalah pelajar dan mahasiswa mengaku sudah mengetahui lokasi yang tersedia WiFi gratis. Namun mereka memilih spot Sayu Wiwit sebagai lokasi idaman untuk mengembara melalui dunia maya.

Selain faktor akses internet yang cepat, lokasi itu dipilih karena suasana tamanya menyenangkan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, aktivitas akses internet yang dilakukan warga beraneka ragam. Mulai dari aktivitas pekerjaan, akses materi pelajaran, hingga akses acara-acara hiburan dan olah raga.”Lagi mengerjakan tugas programmer.Internet cepat,” ujar Kiki, seorang siswa SML di TMP Wisma Raga Satria kemarin (2/6).

Sedangkan pengunjung RTH lainnya, seperti Taman Sritanjung dan Taman Blambangan sama-sama ramai. Namun mereka datang, bukan untuk ngenet melainkan untuk berolahraga. Beberapa warga ada terlihat yang melakukan akses internet namun tidak seramai di Taman Sayu Wiwit. Itu pun hanya terjadi pada hari minggu dan hari-hari libur lainnya.

Meski Taman Sayu Wiwit selalu ramai dengan kunjungan warga, namun aksi orang yang tidak bertanggung jawab masih saja terjadi di lokasi itu. Fasilitas penerangan lampu taman masih sering kali menjadi sasaran maling. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (TKP) sudah sering mengganti lampu, karena fasilitas penerangan itu sering amblas digondol maling. (bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 3 Juni 2013

Bulog Jamin Stok Beras Banyuwangi Aman

Bulog Jamin Stok Beras Banyuwangi Aman – Lahan pertanian yang menyempit akibat banyaknya pengembangan yang membuat perumahan, dan gagal panen yang sempat menimpa sebagian petani, dijamin tidak akan mempengaruhi stok beras di penyimpanan badan urusan logistik (Bulog).

Untuk mencukupi kebutuhan beras ini, Bulog Banyuwangi telah banyak mendatangkan beras dari sejumlah kota di Jawa Timur, Bali dan Busa Tenggara Barat (NTB). “Stok beras hingga akhir tahun ini, Insyaallah aman,” cetus kepala Bulog Banyuwangi, Razman Setiawan kemarin (2/6).

Razman mengakui, hingga satu semester pertama pada tahun 2013 ini, target penyerapan beras masih belum memenugi. Tapi, dirinya optimis pada semester kedua sudah melewati. “Pada tahun 2013 ini, target penyerapan beras 80 ribu ton,” katanya.

Target yang telah dicanangkan ini, jelas dia, lebih banyak sebesar 4.500 ton dari pencapaian yang didapat pada tahun 2012 lalu. Setahin lalu, lanjut dia, penyerapan yang berhasil dilakukan mencapai 75.500 ton. “Saya optimistis target penyerapan akan tercapai,” ujarnya.

Menurut Razman, sampai semester pertama atau Juni 2013 ini, penyerapan beras yang telah dilakukan sebanyak 45.500 ton beras. Dengan angka ini, sebut dia, berarti penyerapan sudah mencapai 50 persen lebih. “Saya perkirakan November 2013 sudah melampaui target,” ungkapnya.

Hasil pertanian di Kabupaten Banyuwangi, akhir-akhir ini cenderung bagus dan bisa mendongkrak penyerapan yang dilakukan. Tapi untuk memenuhi target 80 ribu ton per tahun, tampaknya masih jauh dari cukup. “Kita dapat kiriman dari luar kota,” sebutnya.

Daerah yang selama ini mengirim beras untuk stok Bulog Banyuwangi ini, sebut dia, seperti Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Selain itu, juga ada yang dari Sumbawa (NTB), dan beberapa daerah di Bali. “Bulog Jember biasanya juga mengambil beras dari petani Banyuwangi,” dalihnya. (abi/bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 3 Juni 2013

Tiket Kereta Api Lebaran Laris

Tiket Kereta Api Lebaran Laris – Perayaan Hari Raya Idul Fitri masih akan berlangsung dua bulan mendatang. Tapi penjualan tiket Kereta Api (KA) di masa Lebaran untuk jurusan Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Jokjakarta ternyata sudah laris diborong. Hingga kemarin (2/6), tiket KA yang terjual untuk musim Lebaran mendatang ternyata sudah melebihi 50 persen.

Tiket yang lari dibeli calon penumpang itu terutama pada arus balik yakni H plus dua, hingga H plus tujuh. “Diperkirakan akhir Juli 2013, semua tiket KA jurusan Banyuwangi-Surabaya atau Jogja sudah habis,” terang Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops IX Jember, Gatut Setyamoko.

Menurut Gatut, pembelian tiket KA ini sudah bisa dilakukan pada H-90 hari dari pemberangkatan. Sehingga saat ini sudah banyak pelanggan yang memesan tiket untuk hari raya Idul Fitri mendatang. “Kalau yang dari arah Jogjakarta atau Surabaya menuju Banyuwangi, kita tidak tahu. Karena wilayahnya beda, tapi informasinya (tiket) juga sudah banyak yang terbeli,” jelasnya.

Dari laporan yang diterima sementara, jelas dia, KA Mutiara kelas eksekutif untuk jurusan Banyuwangi-Surabaya, tiket yang sudah terjual sekitar 40 persen. Sedang pada kelas bisnis, tiket yang sudah terjual malah lebih banyak lagi yakni melebihi 50 persen. “Ini termasuk sudah banyak, karena Lebaran masih kurang dua bulan lagi,” cetusnya.

Gatut menyebut, untuk KA Mutiara kelas eksekutif ini yang tersedia hanya empat gerbong. Setiap gerbong tersedia 50 kursi penumpang. “Kalau kelas bisnis hanya ada tiga gerbong, setiap gerbong ada 64 kursi,” ungkapnya.

Bagaimana dengan KA ekonomi Sritanjung? Ternyata juga tidak jauh beda dengan KA eksekutif dan bisnis. Hingga saat ini, tiket untuk arus balik Lebaran sudah banyak yang terjual. “Kalau kelas ekonomi seperti Sritanjung jurusan Banyuwangi-Jogjakarta, tiket yang sudah terjual sebanyak 30 persen. “Tapi yang beli tiket Surabaya-Madiun sudah 50 persen,” sebutnya.

Gerbong yang disediakan untuk KA Sritanjung ini, jelas dia, selama ini ada lima buah. Setiap gerbong itu, masih kata dia, berisi 105 kursi penumpang. “Ini gerbong pada hari-hari biasa, bila Lebarang biasanya gerbong ditambah,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Gatut berharap pada semua warga yang akan memanfaatkan KA pada hari raya Idul Fitri, hendaknya segera memesan tiket. Bila tidak, dikhawatirkan akan kehabisan tiket. “Yang memesan tiket terus ada,” terangnya. (abi/bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 3 Juni 2013

Ramayana Travel Hadirkan Taxi Mewah

Ramayana Travel Hadirkan Taxi Mewah – Bisnis tansportasi berbasis nilai kemanusiaan dan SDM (sumber daya manusia) sangat berperan penting dalam bisnis transportasi yang dikelola Ramayana Duta Wisata (RDW). Baik fronliner maupun back office. Hal ini merupakan pilar utama untuk menghasilkan service excellent: product excellent, process excellent, dan people excellent integritty.

SDM selalu menarik untuk dibicarakan. Karena SDM merupakan salah satu kunci yang dapat menuai sukses suatu perusahaan. Maka, tak heran sebagian besar aktivitas ditunjukkan untuk pengemudi, pramuwisata, dan da staff frontman. Mulai proses dari recruitment, pelatihan, system reward dan punishment. ” Dengan berbekal kejujuran, kerja keras, ketekunan, sehingga kami dapat membangun PT. Ramayana Duta Wisata mulai dari nol,” ujar pimpinan PT. RDW, Lie Sony Sundoyo.

Sony menambahkan, PT.RDW saat ini menghadapi tantangan agar terus visa melampaui harapan pelanggan yang selalu berubah dan meningkat. Pihaknya juga berusaha menyeimbangkan layanan prima yang telah ada. Sony menjelaskan, bahwa PT. RDW bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi. Pihaknya juga memberikan layanan lebih jasa transportasi terpadu yang berkualitas.

Taxi Mewah Murah

Sony menegaskan, jaringan bisnis RDW tidak hanya melayani travel antar jemput Banyuwangi-Surabaya (PP), dan Banyuwangi-Malang (PP), tetapi juga mengembangkan menjadi biro perjalanan wisata dengan transportasi terpadu darat,laut, dan udara.” Kami memiliki sertifikasi ASITA ABACUS untuk mendukung kinerja kami,” kata Sony.

Kehadiran TAXI Ramayana MPV (Multi Purpose Vehicle) melengkapi deretan armada RDW untuk lebih memanjakan tamu/pelanggan yang menggunakan jasa Taxi executive premium. Armada baru Daihatsu Luxio, APV Arena dengan 7 seater, bagasi luas, dan ruang nyaman member nilai tambah untuk masyarakat yang bertujuan untuk bisnis, rekreasi di Kabupaten Banyuwangi dengan harga terjangkau, layanan prima, dan fasilitas mewah.

“Selain itu, kami berkomitmen memberikan layanan aman, nyaman, mudah, dan lebih personalize (ANDAL). Dengan fasilitas AC, Argometer Printer, entertainment TV+DVD, kami ingin memanjakan pelanggan selama dalam perjalanan. Harga pasti PAS atu gratis (tanpa struk) adalah jaminan kami selama menggunakan Taxi Ramayana. Dengan print argometer, penumpang dapat mengetahui tarif yang dibayarkan sesuai dengan kilometer yang ditempuh. Tanpa print, kami beri gratis,” imbuh Sony

Paket wisata di Jawa Timur, khususnya di Banyuwangi, seperti Kawah Ijen, Plengkung, Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo, Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, akan dilayani RDW dengan voucher hotel seluruh Indonesia dan tiket pesawat. Semuanya dijamin paling murah untuk segala urusan.

Dalam rangka launching taxi baru, dapatkan voucher hemat sampai Rp 50.000 untuk segala produk dan jasa. Untuk pemesanan taxi, hubungi 0333-7770791/8951388, travel 0333-63640/630201, tiket pesawat 0333-634871/421760 exl 122, dan layanan pelanggan 081249008778. (*/als)

Sumber : Radar Banyuwangi, 31 Mei 2013

Dongkrak Inovasi Pejabat Melalui Training ESQ

Dongkrak Inovasi Pejabat Melalui Training ESQ – Upaya pemerintah mendongkrak kinerja aparat birokrasi di lingkungan Pemkab Banyuwangi melalui pelatihan kecerdasan emosi spiritual (ESQ) terus berlanjut. Setelah mengikut sertakan pejabat eselon II tahun lalu , kali ini giliran para pejabat eselon III mengikuti program ESQ lanjutan, di Gedung Wanita, Jl. R.A Kartini, kemarin (30/5).

Bupati Anas mengatakan, pelatihan ESQ lanjutan ini sebagai salah satu ikhtiar untuk terus membangkitkan semangat kerja pejabat Pemkab Banyuwangi melalui suntikan spiritual. Dengan pelatihan ESQ diharapkan para pejabat dapat me-refresh kembali pikiran dan jiwa sehingga muncul inspirasi baru, energi positif dan inovasi dalam bekerja. “Tubuh tidak hanya butuh olah raga tapi juga olah jiwa. Kami ingin mendorong agar spiritualitas menjadi energi untuk meningkatkan kinerja dan disiplin pegawai,” kata Bupati Anas saat membuka acara.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas

Bupati juga mengatakan untuk mendapatkan pengaruh yang signifikan pelatihan ESQ akan menjadi salah satu pelatihan yang harus dijalankan selain diklat-diklat yang bisa dilalui para pejabat. Ke depan, Bupati mengaku ingin memberi kesempatan yang lebih luas kepada tokoh-tokoh di Banyuwangi untuk ikut merasakan pengalaman spiritual melalui ESQ. “Agar pelatihan ini bisa memberi efek lebih luas kami ingin agar para kyai, tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut merasakan nuansa spiritual ESQ dan mendapatkan pengalaman baru,” ujarnya.

Bupati Anas memberikan apresiasi atas pelaksanaan ESQ yang telah diberikan bagi para pejabat Pemkab Banyuwangi. Meskipun tidak berpengaruh secara langsung, pelatihan ESQ dianggap telah menyumbangkan dampak positif bagi peningkatan kinerja aparatur. Salah satunya terlihat atas apa yang baru saja di raih oeh Banyuwangi dalam laporan keuangan hasil pemeriksaan BPK dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) penuh. “Tahun lau predikat kita masih wajar dengan pengecualian, tapi tahun ini kita bisa mendapat WTP penuh, ini adalah hasil kerja keras bersama yang disertai keikhlasan dalam mengabdi sebagaimana yang nilai diajarkan dalam ESQ ini,” ujar Bupati.

Bupati Anas mengungkapkan berkat capaian WTP penuh itu, Banyuwanghi akan mendapatkan penghargaan dari Menteri Keuangan RI berupa dana insentif daerah. Bupati Anas mengingatkan agar para pejabat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas kerja agar bisa mempertahankan predikat WTP penuh pada tahun-tahun berikutnya. ” Ke depan tantangan kita lebih berat karena lebih sulit mempertahankan daripada meraihnya untuk pertama kali,” kata Bupati Anas mengingatkan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, Sih Wahyudi mengatakan, pelatihan ESQ tahap kedua dari empat empat tahap hingga tahun 2015 mendatang. Sebanyak 100 orang pejabat eselon tiga yang terdiri atas Camat, Kepala kantor, Kepala Badan, Kepala Bidang, Sekretaris Dinas, dan Sekretaris Badan menjadi peserta pada sesi ini. Sebelumnya para pejabat tersebut telah mendapatkan pelatihan ESQ Basic Training bersama dengan pejabat esslon II dan IV pada tahun lalu. “ESQ in house training lanjutan Mission and Character Building ini akan berlangsung selama dua hari mulai hari ini sampai besok, Jumat (31/5),” kata Sih Wahyudi.

Sih menambahkan, selain pejabat esslon III, pejabat Esselon II juga akan melanjutkan training ESQ lanjutan. Mereka akan dikirim ke Menara 165, kantor pusat ESQ di Jakarta. Untuk Kepala Desa dan Sekretaris Desa pelaksanaan ESQ akan dilakukan pada akhir tahun 2013 ini. (afi/adv/aif)

Sumber : Radar Banyuwangi, 31 Mei 2013

Menteri Sosial Menginap Di Rumah Warga

Menteri Sosial Menginap Di Rumah Warga – Kunjungan Mensos Salim ke rumah Fahri bukan sekedar kunjungan biasa. Sebab, menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjadikan rumah Fahri sebagai ‘tempat tinggal’ sementara selama berada di Banyuwangi. Menteri sosial dan rombongan tiba di Bumi Blambangan Senin (27/5) siang, dan baru meninggalkan Kota Gandrung setelah mengikuti serangkaian kegiatan pada hari Selasa (28/5). Kunjungan Salim ke rumah Fahri dilakukan sekitar pukul 17.00 Senin petang.

Kunjungan Mensos Salim di Desa Tamansuruh untuk meninjau langsung program bedah rumah Kementrian Sosial. Di Desa tersebut, ada sekitar 30 rumah warga yang mendapat program bedah rumah masing-masing senilai Rp 10 juta. Salah satu rumah yang terdapat program bedah rumah itu milik Fahri. Rumah berukuran 8meterX10meter itu masih terlihat asli, berdinding anyaman bambu, dan berlantai tanah. Walau berdinding gedek bambu dan berlantai tanah, Mensos Salim bermalam di rumah itu. Saat berkunjung ke rumah Fahri, Mensos belum merampungkan sejumlah kegiatan.

Setiba di rumah Fahri, Mensos Salim tidak langsung beristirahat. Dia masih melanjutkan kegiatan hingga tengah malam. Mensos baru kembali ke rumah Fahri untuk beristirahat sekitar pukul 00.30 dini hari. Setiba di rumah Fahri untuk kedua kalinya, Mensos langsung beristirahat di kamar pribadi Fahri berukuran 3 meter x 1,5 meter. Kamar itu jauh dari kenyamanan untuk ukuran pejabat tinggi sekelas menteri.

Walau demikian, Mensos Salim tetap beristirahat dengan nyaman di rumah Fahri hingga pukul 03.00 pagi. Kamar yang digunakan menteri untuk istirahat itu dibiarkan seperti aslinya. Untuk menghindari angin masuk melalui celah-celah dinding anyaman bambu, kamar yang ditempati menteri itu ditempeli kertas minyak. Dengan demikian, angin tidak bisa masuk melalui celah dinding gedek yang sudah mulai rapuh itu.

Tidak hanya kamar, selama menteri tinggal di sana, lantai tanah itu dilapisi karpet. Sehingga, menteri dan rombongan bisa dengan leluasa bersantai dan beristirahat di rumah warga miskin itu tanpa harus menggunakan alas kaki. Setelah beristirahat selama tiga jam, menteri melakukan salat Subuh berjamaah bersama warga di masjid yang tidak jauh dari rumah Fahri. Sebelum meninggalkan rumah Fahri, Mensos Salim sempat sarapan pagi bersama.

Hanya, menu sarapan yang disajikan untuk menteri bukan menu yang biasa dimakan keluarga Fahri. Menu breakfast itu adalah menu katering yang didatangkan khusus dari Kota Banyuwangi.  Meski menteri sarapan di rumahnya, tapi Fahri tidak ikut sarapan bersama menteri. Menteri yang mantan Dubes RI untuk Arab Saudi itu menyantap sarapan pagi tanpa tuan rumah. “Waktu itu, saya cari rumput untuk pakan sapi. Di rumah hanya ada istri dan anak saya,” jelas Fahri.

Walau tidak sempat sarapan bareng menteri, Fahri mengaku bangga karena rumahnya digunakan bermalam sang menteri. Sebelumnya, Fahri sama sekali tidak menyangka rumahnya akan dijadikan tempat menteri beristirahat. “Ini anugerah Allah. Kami sekeluarga bersyukur dikunjungi dan ditempati menteri. Semoga tidak kecewa,” ucapnya. (cl/bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 30 Mei 2013

Ion Challenge Experience (ICE) Pocari Sweat

Ion Challenge Experience (ICE) Pocari Sweat di tabuh (27/5) kemarin. Ajang School competition and exhibition itu memulai acara perdananya di SMAN 1 Glagah. Ratusan siswa tumplek blek di arena olah raga. Mereka antusias dalam mengikuti lomba antar pelajar ini.

Head Of Area Promotion Pocari Sweat, Andik Mursid mengatakan, ada lima SMA yang diundang untuk memainkan pertandingan ini. Pertandingan ini dibagi menjadi class competition – school competition – school exhibition Edikasi yang dikemas dalam bentuk games sehingga lebih menarik dan lebih diingat. Pesertanya adalah siswa kelas 1 hinga 3 di SMA tersebut. Selain bertanding untuk games, tiap kelas juga wajib melakukan yel-yel. “Kami menyediakan juara 1,2 dan 3 pada pertandingan antar kelas di masing-masing SMA dan akan diikutkan kembali dalam pertandingan antar sekolah (school competition),” kata Andik kemarin.

Dikatakan, even ini memiliki tujuan. Salah satunya adalah memberikan edukasi jika kita disaat melakukan aktivitas banyak kehilangan cairan. Nah, cairan itu harus segera tergantikan. Sebab 80 persen tubuh kita terdiri dari air. Minuman Pocari Sweat yang didalamnya ada isotonic merupakan jenis minuman yang mampu menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang atau keluar bersama dengan keringat manusia,” jelasnya. (adv/aif)

Sumber : Radar Banyuwangi, 28 Mei 2013

Scroll To Top