Saturday, November 18, 2017
Artikel Terkini
You are here: Home » Tag Archives: Pendidikan

Tag Archives: Pendidikan

Widyatama Blog Contest

sman1glagah.com – Dewasa ini, banyak pekerjaan yang harusnya sulit dilakukan menjadi sangat ringan berkat adanya teknologi informasi.  Kita telah banyak mengalami perkembangan teknologi yang begitu pesat. Dari segi kegunaan maupun dari segi desain. Hal tersebut tak terlepas dengan menyesuaikan kebutuhan manusia yang tiada habisnya.

Peranan teknologi di masa sekarang memang sangat dibutuhkan, mayoritas manusia membutuhkan teknologi dalam hidupnya. Sangat wajar jika kita sangat terbantu dengan adanya teknologi informasi, tapi hal ini juga akan merugikan bagi kita.  Semakin munculnya hal yang baru maka akan menimbulkan dampak yang terjadi, hampir berimbang antara positif dan negatif.

Nah! Untuk itu kita harus dapat mengendalikan diri kita dalam penggunaan Teknologi Informasi agar terhindar dari sisi negatif yang diakibatkan, diperlukannya Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan. Memang banyak orang menganggap remeh dengan hadirnya teknologi ini, menganggap hal apa saja dapat dilakukan tanpa melihat konsekuensinya. Hal ini akan berakibat fatal kelak, bukan kita yang menguasainya, tapi Teknologi Informasi yang menguasai kita.  Masih menganggap remeh? Masih gak percaya Teknologi Informasi dapat menguasai kita?

Studi membuktikan bahwa kecanduan ini berasal dari hormone dophamine yang menyebabkan kecanduan seperti halnya kecanduan oleh kokain.  Bedanya bila kokain merusak kita secara fisik, kecanduan teknologi dan gadget ini merusak kita secara psikologi.

Penggunaan Teknologi Informasi memang baik untuk meringankan hidup kita dalam melakukan pekerjaan, tetapi ada saatnya kita tidak menggunakan semua akses di waktu tertentu dan saatnya menikmati hidup dengan hal yang semestinya.  Jangan sampai kita kecanduan, karena hal juga sama sulitnya seperti menyembuhkan kecanduan obat-obatan.  Bahkan lebih parah !

Seperti pasir dalam genggaman.  Jikalau kita menggenggam erat pasir yang ada dalam genggamanmu, maka pasir itu akan jatuh atau keluar dari genggamanmu.  Begitu juga ilmu Teknologi Informasi, selama menggunakan dengan aturan dan batasan yang wajar.  Ilmu itu akan lebih bermanfaat dan tidak akan diluar kendali . . .

Widyatama Blog Contest

Penyakit Ketergantungan Terhadap Teknologi Informasi

Penyakit Ketergantungan Terhadap Teknologi Informasi

Dampak Umum Teknologi Informasi

  • Positif
  • Negatif
  • Menambah ilmu pengetahuan.
  • Mempermudah mengerjakan tugas sehari hari.
  • Lebih praktis
  • Menambah jaringan teman.
  • Mendapatkan informasi secara mudah dan gampang.
  • Menambah prestasi
  • Mendorong Munculnya Kejahatan Jenis Baru
  • Mempermudah Masuknya Nilai-nilai Budaya Asing yang Negatif
  • Mempermudah Penyebarluasan Karya-karya Pornografi
  • Mendorong tindakan konsumtif & Pemborosan dalam Masyarakat
  • Mendorong Kekajaman dan Kesadisan
  • Memperluas Perjudian

Manfaat Teknologi Informasi dalam membangun suatu individu, perusahaan, bahkan sebuah negara sangat berdampak besar.  Terbukti bahwa dapat mengubah suatu individu, perusahaan, bahkan suatu organisasi dan negara seperti membuat pekembangan dan kemajuan untuk mereka ataupun dapat menjatuhkan mereka secara mudah.

Dalam tulisan berjudul Widyatama Blog Contest ini, kita akan membahas mengenai Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan.  Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan Teknologi Informasi untuk mendukung proses pembelajaran.

Widyatama Blog Contest

Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan

Dunia saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan-perubahan besar terjadi dalam bidang teknologi, politik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran dalam berbagai bidang.  Hal ini tidak terlepas pada Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan, tema yang dibahas pada Widyatama Blog Contest.

Beberapa dampak positif  Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan sebagai berikut,

  • Memberikan kemudahan terhadap dunia pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional Indonesia secara umum.
  • Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan ICT dapat dengan mudah menerima informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri.
  • Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang merupakan produk dari dunia pendidikan.
  • Menambah prestasi dalam bidang ICT, seperti Widyatama Blog Contest
  • Dan lain sebagainya.

Namun mengapa sekarang kurikulum TIK dihapuskan? Dalam kurikulum 2013, tak ada lagi kurikulum tentang TIK. Memang dalam penggunaannya bisa dipelajari secara otodidak, tapi dengan metode seperti itu tak dapat dipungkiri akan lebih banyak menghasilkan pada sisi negatifnya.  Apalagi pada usia remaja, saat dimana seseorang selalu ingin tahu dan mencoba-coba hal yang baru.  Jelas hal ini akan mengasilkan dampak negatif yang besar dalam kemajuan Teknologi Informasi bagi bangsa Indonesia.

Untuk melahirkan generasi emas Indonesia dibutuhkan anak bangsa yang mampu menciptakan informasi dan menjadi produsen pengetahuan di bidang Teknologi Informasi. Mata pelajaran Teknologi Informasi seharusnya bukan hanya diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran seperti yang sudah dilakukan, tetapi juga menjadi pelajaran tersendiri dalam kurikulum kita.

Bilamana mata pelajaran Teknologi Informasi dihilangkan, bukan hanya anak-anak yang dirugikan, tetapi juga guru pengajar TIK yang sudah bersertifikasi guru profesional. Mereka menjadi tidak jelas pekerjaannya, sebab pemerintah nampaknya hendak menggiring guru TIK menjadi guru prakarya dan bukan lagi guru TIK yang mampu mengembangkan diri dalam pusat sumber belajar di sekolah.  Apa yang sedang terjadi di negara kita tercinta ini ?

Dalam ulang tahun Yayasan Widyatama yang ke 41, mengajak para blogger untuk berkompetisi dalam ajang Widyatama Blog Contest yang bertema Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan. Bertujuan untuk meningkatkan komitmen Universitas Widyatama dalam memasyarakatkan penggunaan Teknologi Informasi di dunia maya dalam bentuk penulisan artikel di blog.

Widyatama Blog Contest

Widyatama Blog Contest

Sekedar info, Yayasan Widyatama didirikan 3 Januari 1973.  Pendirian Universitas Widyatama sesuai dengan misi Yayasan yaitu membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan cara menyelanggarakan lembaga pendidikan yang mengembangkan berbagai disiplin ilmu. Aktifitas pendidikan yang diselenggarakan lembaga pendidikan di atas bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mampu beradaptasi dengan lingkungan kerjanya nanti, serta bisa mengikuti perkembangan kemajuan dalam suasana global saat ini.

Keyword – ‘ Widyatama Blog Contest 

Referensi :

  • http://blog.batavianet.com/knowledge-center/kecanduan-teknologi-sama-berbahayanya-denga-nkecanduan-obat-obatan
  • http://www.slideshare.net/arifNyarum/dampak-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-pendidikan
  • http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/11/benarkah-kurikulum-2013-akan-meniadakan-pelajaran-tik-567936.html
  • Penyakit ketergantungan terhadap Teknologi Informasi.jpg, http://techwireasia.com
  • Widyatama Blog Contest 2013.jpeg, http://tik.sman7-bjm.sch.id
  • Widyatama Blog Contest 2013.jpg, http://blog-contest.widyatama.ac.id

Pidato Peningkatan Kualitas Pendidikan

Beragam upaya dilakukan agar peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia semakin lebih baik, terlebih lagi di dukung dengan peserta didik yang semangat dalam belajarnya.  Pidato dalam upacara maupun acara-acara lainnya, diharapkan dapat lebih menyadarkan siswa untuk lebih giat. Hal ini dilakukan agar adanya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.  Berikut contoh Pidato Peningkatan Kualitas Pendidikan.


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang terhormat kepala sekolah
Yang saya hormati Bapak atau Ibu Guru beserta staf
Dan teman-teman yang saya banggakan

          Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga kita dapat berkumpul disini dengan keadaan sehat wal’afiat.  Pada kesempatan hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang peningkatan kualitas pendidikan.

          Pada era modern ini kita dituntut untuk terus berpacu menggali ilmu pengetahuan sebanyak mungkin, lengah sedikit saja kita akan tertinggal jauh oleh perkembangnya ilmu atau suatu informasi dari pengetahuan. Teknologi, adalah ilmu yang sangat cepat dalam perkembangannya. Kecanggihan teknologi jaman sekarang memang diperuntukkan harus mudah, cepat dan efisien.

          Kecanggihan teknologi zaman inilah yang membuat era generasi yang melek teknologi hingga kedepan.  Tak dapat dipungkiri lagim zaman ini teknologilah yang menguasai kelangsungan hidup manusia.  Banyak dampak positif dan negatif yang dihasilkan dari ilmu pengetahun yang cepat berkembangnya ini.

          Dengan adanya ilmu teknologi, namun tidak dapat menguasainya sama saja kita diperbudak dengan hadirnya ilmu teknologi dan pegetahuan.  Jika menguasainya pastilah kita dapat menjadi penguasa dunia dengan menguasai ilmu pengetahuan terutama teknologi yang selalu berkembang.  Banyak tokoh dunia yang berhasil dengan teknologi, seperti contoh Bill Gates, penemu Microsoft dan Mark Zuckerberg, penemu facebook.com.

          Untuk itu marilah mulai saat ini kita bisa menguasai ilmu pengetahuan yang selalu berkembang ini. Dekati positifnya, jauhi negatifnya ! Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, saya mohon maaf.  Atas perhatiannya terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pentingnya Transparansi Dana Pendidikan

Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Sementara peningkatan mutu merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidikan di Indonesia.

Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan kompetitif sesuai visi Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2025. Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan dan semua pihak, mulai dari sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif, sumber daya guru yang berkualitas, dan juga peran serta masyarakat yang perlu ditingkatkan untuk bersinergi ke arah kualitas pendidikan.

Kondisi satuan pendidikan pada saat ini sangat beragam, dan sebagian kualitasnya masih di bawah standar nasional pendidikan, maka perlu strategi-strategi untuk mencapai hal tersebut secara bertahap. Apabila standar pelayanan minimal pendidikan tercapai, maka mutu pendidikan bergeser dari waktu ke waktu yang pada akhirnya mencapai tingkat yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan (SNP). Yang menjadi problem di tengah-tengah masyarakat adalah biaya pendidikan. Akibatnya, kualitas pendidikan kita banyak mendapat sorotan khususnya yang terjadi pada lembaga formal (sekolah).

Disebabkan lembaga pendidikan lebih menuruti kebutuhan tentang biaya sekolah, biaya pendidikan pun menjadi mahal. Sekarang muncul kritik terhadap mahalnya biaya pendidikan. Banyak masyarakat yang resah ketika tahun ajaran baru, biaya pendidikan dikatakan sebagai sesuatu yang mahal. Dari dulu biaya pendidikan akademis tidak pernah murah. Yang membuat biaya pendidikan terlihat tinggi, karena dibandingkan dengan penghasilan rata-rata rakyat Indonesia. Anehnya, beberapa komponnen masyarakat yang memiliki pendapatan cukup tinggi menolak pembiayaan pendidikan yang murah. Indikatornya, mereka menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah favorit, kalau perlu ke luar negeri yng notabene biaya pendidikan yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Persoalan biaya pendidikan merupakan topik yang menarik bagi semua kalangan masyarakat. Mereka memiliki perspektif yang tidak sama, kepentingan yang tidak sama, bahkan kemampuan membayar yang tidak sama. Sebagian kecil kalangan menginginkan biaya pendidikan murah, bahkan gratis alias tidak bayar sama sekali. Padahal, di dalam Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan Bab V, Pasal 2, huruf b. menyebutkan, peserta didik ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Itu diperkuat Bab XIII Pasal 46 ayat 1, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Yang membuat lembaga sekolah khawatir, dan masyarakat debatable tentang dana pendidikan, ketika Mendikbud mengeluarkan Permendikbud Nomor 60 Tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan SD dan SMP.

Akan tetapi, fakta di lapangan, jenis pungutan yang berdalih iuran, infaq, sumbangan, bimbingan belajar dan dana pengembangan tida bisa dipungkiri bahwa itu ada. Sehingga, biaya pendidikan menjadi bahan pembicaraan, bahkan melahirkan iklim yang tidak sedap. Penyebabnya, kurangnya keterbukaan dalam penggunaan dana pendidikan yang berasal dari peserta didik.

Bantuan Operasioinal Sekolah (BOS) SD, SMP, dadn BOS SMK, serta Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), belum bisa menjawab 100% dalam mengatasi biaya pendidikan. Sehingga, lebih tepat disebut pendidikan bersubsidi daripada pendidikan gratis.

Padahal, pemerintah menganggarkan biaya pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD di luar gaji serta tunjangan guru. Namun yang terjadi dengan melekatnya gaji serta tunjangan guru dalam struktur fungsi pendidikan, “anggaran yang benar-benar untuk meningkatkan kualitas pendidikan kira-kira hanya 10%”. Sisanya untuk biaya investasi dan operasional.

Perlu diketahui, pendidikan nasional kita masih merupakan standar pelayanan minimal (SPM). Berdasarkan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharuskan ke arah standar nasional pendidikan (SNP) secara bertahap. Sementara itu, bantuan dana dari pemerintah ke satuan pendidikan masih standar pelayanan minimal (SPM), yakni 70% kurang 30% untuk mencapai standar nasional pendidikan. Maka perlu peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dengan istilah biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2010 tentang pendaan pendidikan.

Pengertian biaya pendidikan adalah semua pengeluaran yang memiliki kaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan. Tentu, lembaga sekolah harus memahami dan mengeglola bantuan dana pendidikan dari pemerintah secara transparan, profesional dalam penggunaan, dan akuntabel (bisa dipertanggungjawakan). Lembaga sekolah tentu harus memahami manajemen keuangan secara benar berdasarkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS).

Dengan memahami manajemen keuangan, diharapkan pihak sekolah/madrasah dapat menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang baik dengan tidak mengabaikan prinsip ekonomis, efisiensi dan efektifitas dalam mendukung tercapainya pendidikan. Hal itu sangat penting dipahami berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan keuangan sekolah dan madrasah, termasuk kepala dan wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, guru, pengawas dan komite sekolah. Bila prinsip-prinsip itu diterapkan lembaga sekolah, maka bantuan dana dari pemerintah akan betul-betul digunakan sesuai peruntukan (tidak boros). Sementara itu, pengeluaran yang tidak memiliki kaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan dapat disebut sebagai pemborosan atau pengeluarkan yang mestinya dapat dicegah.

*) Koordinator lembaga swadaya masyarakat dan konsultan.

Scroll To Top