Monday, October 23, 2017
Artikel Terkini
You are here: Home » Tag Archives: Biologi

Tag Archives: Biologi

Pengamatan Proses Terjadinya Osmosis

A. Tujuan

  • Mendeskripsikan peristiwa osmosis pada sel tumbuhan

B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

  • Ruang kelas XI – IPA, SMAN 1 Glagah – Banyuwangi
  • Selasa, 03 September 2013

C. Alat dan Bahan

  • Kentang ( Solanum tuterosum L )
  • Stopwatch
  • Air ( Larutan Aquadesh )
  • Alat pelubang kentang
  • Empat buah gelas beker
  • Timbangan
  • Silet dan Pinset
  • Tissue
  • Penggaris
  • Larutan garam 5%, 10%, dan 15%

D. Cara Kerja

  1. Menyiapkan sebuah kentang lalu mengupas dengan silet hingga bersih
  2. Melubangi kentang dengan alat pelubang kentang hingga 4x dan dihasilkan 4 irisan yang berbentuk tabung
  3. Keempat irisan tersebut diukur menggunakan penggaris dan memperoleh ukuran panjang yang sama. Selanjutnya, menimbang satu per-satu irisan kentang dengan timbangan dan mencatat ke-empat massanya
  4. Menyiapkan empat buah gelas beker yang masing – masing (50 mL) diberi label :
    • Larutan Garam 15%
    • Larutan garam 5%
    • Larutan garam 10%
    • Larutan Aquadesh
  5. Lalu dalam waktu yang bersamaan, keempat irisan kentang yang sudah diukur dimasukkan ke dalam masing-masing gelas beker dan mulai menghitung dengan stopwatch
  6. Selama proses berlangsung kami mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dalam masing-masing kentang dengan menit tertentu dan mencatatnya
  7. Setelah 20 menit keempat irisan kentang kami angkat secara bersamaan dari gelas beker dan diletakkan di atas tissue
  8. Kemudian kami mengukur massa akhir masing-masing kentang dengan timbangan dan mencatat perubahan massa, tekstur, dan panjang kentang

E. Hasil Pengamatan

  • Gambar

Aquadesh

 

 

 

Larutan Garam 5%

 

 

 

Larutan Garam 10%

 

 

 

Larutan Garam 15%

 

 

 

 

  • Tabel (Keterangan Perubahan)

No.

Media

Berat sebelum Eksperimen

Berat seudah Eksperimen

Panjang sebelum Eksperimen

Panjang sesudah Eksperimen

1

Air Aquadesh

2,9 gr

2 gr

3 cm

2,9 cm

2

Larutan Garam 5%

2,9 gr

2,1 gr

3 cm

2,9 cm

3

Larutan Garam 10%

2,9 gr

2,2 gr

3 cm

2,8 cm

4

Larutan Garam 15%

2,9 gr

2,7 gr

3 cm

3,2 cm

F. Pembahasan

  • BERDASARKAN TEORI/LITERATUR

Pada membran sel terikat protein yang menembus maupun yang berada di luar permukaan. Pernyataan ini berdasarkan atas penemuan S.J Jinger dan G. Nicholson pada tahun 1972 tentang teori membran yang dikenal sebagai model mozaik fluid. Dengan melihat struktur seperti yang disebutkan di atas, membran bukan hanya sebagai pembatas suatu sel, tetapi lebih kompleks lagi karena membran memiliki kegunaan lain seperti berperan dalam lalu lintas keluar masuknya sel.

Transportasi molekul dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu transpor pasif dan transpor aktif. Transpor pasif adalah proses perpindahan molekul menuruni gradient konsentrasi secara spontan tanpa memerlukan energi. Sedangkan transpor aktif adalah transpor yang memerlukan energi untuk melawan gradien konsentrasi.

Osmosis merupakan salah satu contoh transpor pasif. Osmosis adalah proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran selektif permeabel. Membran semipermiabel adalah selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya. Secara umum, membrane tersebut permiabel terhadap air dan zat-zat kecil dan tidak bermuatan. Misalnya molekul air dapat bergerak melewati dinding sel. Pelarut air yang dimaksud dalam proses osmosis adalah air dalam keadaan bebas yang tidak terikat dengan jenis molekul yang lain, seperti gula, protein, atau molekul yang lain.

Oleh karena itu, konsentrasi terlarut dalam suatu larutan merupakan faktor utama yang menentukan kelangsungan osmosis. Proses osmosis akan berhenti ketika kedua larutan mempunyai konsentrasi yang sama atau disebut isotonik. Suatu sel bisa mengalami kondisi hipertonik ataupun hipotonik sehingga menghasilkan sel yang krenasi atau plasmolisis karena adanya osmosis tadi.
Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut; dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila timbul tekanan di dalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan dalam air. Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensi rendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis). Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.

Osmosis memang merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya unit per luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

Dalam uwiesunshine.blogspot.com (2010) dijelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat osmosis antara lain :

  • Konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel. Osmosis akan terjadi dari zat yang berkonsentrasi pelarut tinggi dan konsentrasi zat terlarutnya rendah menuju zat yang berkonsentrasi pelarut rendah dan konsentrasi zat terlarutnya tinggi.
  • Ketebalan membran. Makin tipis membran, makin cepat proses difusi
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energy untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula osmosisnya.
  • BERDASARKAN PENGAMATAN

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, kentang mengalami perubahan. Dari hasil pengamatan dapat kita ketahui bahwa sel – sel kentang mengalami perubahan ukuran. Ada yang mengalami pertambahan ukuran maupun pengurangan ukuran sesuai dengan medianya sendiri. Hal ini terjdi kerena sifat larutan yang hipertonis maupun hipotonis terhadap kentang.

Pengamatan Proses Terjadinya Osmosis

Pada larutan garam kentang menjadi lembek dan terjadi pengurangan ukuran. Ini disebabkan karena kentang yang hipotonis terhadap larutan garam. Sehingga air yang ada pada kentang keluar dari sel – sel kentang yang menyebabkan kentang menjadi lembek dan mengalami pengurangan ukuran.

Kentang yang telah dimasukkan ke dalam larutan garam mengalami penyusutan berat dari berat semula karena air bergerak dari larutan yang konsentrasinya rendah ke larutan yang konsentrasinya tinggi. Dimana hasil dari praktik yang telah dilakukan bahwa air garam yang terdapat di dalam gelas ukur memiliki kerapatan tinggi, sedangkan kentang memiliki kerapatan yang rendah. Setelah kentang dimasukkan ke dalam air garam selama 20 menit, kentang tersebut menjadi lebih ringan serta warnanyapun lebih kusam. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

Ini membuktikan bahwa teori osmosis yaitu perpindahan ion atau molekul air dari kerapatan rendah ke kerapatan tinggi dengan melewati suatu membran semi permeabel, terjadi pada kentang yang dimasukan ke dalam larutan garam.

Selain itu, kami juga melihat saat kentang kami masukkan ke dalam air garam 10%, kentang berada dalam keadaan melayang, dan kira-kira setelah 10 menit, kentang mulai tenggelam. Jika dalam air garam 15%, kentang mengapung, setelah 15 menit, kentang tenggelam. Hal ini menunjukkan bahwa massa jenis air garam 10% dan air garam 15% lebih besar daripada masa jenis kentang. Hal itu dikarenakan konsentrasi garam yang tinggi dan membuat larutan menjadi hipertonis yang akhirnya menambah massa jenis larutan garam. Ini adalah peristiwa yang sama ketika perahu ataupun kapal laut dapat mengapung di atas air asin yang tentu memiliki konsentrasi garam tinggi.

Pada pengamatan yang kita lakukan, dapat kita ketahui :

  • Pada kentang gelas A, B dan C terjadi peristiwa osmosis karena larutan pada A,B,C konsentrasinya semakin pekat disebabkan oleh pemberian garam sehingga terjadi pepindahan molekul pada kentang –kentang yang berbeda didalamnya gelas A,B,dan C. Perpindahan molekul tersebut terjadi karena kerapatan kentang lebih rendah dari larutan garam ataupun kerapatan molekul larutan garam lebih tinggi daripada kentang. Osmosis sendiri terjadi karena adanya kerapatan yang lebih rendah.
  • Peristiwa osmosis dapat terjadi pada suatu sel melalui membran sel. Membran sel bersifat permeabel terhadap zat – zat yang mudah melewati membran. Peristiwa osmosis terjadi karena perpindahan molekul ion dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah melalui suatu membran. Faktor – faktor yang mempengaruhi osmosis pada sel adalah tekanan tugor sel, konsentrasi sel terlarut dan zat terlarut, pH larutan,suhu dan ukuran molekul.

 

G. Kesimpulan

Dari percobaan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi zat pelarut maka perubahan massa kentang semakin kecil. Hal itu dikarenakan terjadi perpindahan molekul garam kedalam kentang agar mencapai keseimbangan konsentrasi antara kentang dan larutan garam hingga terjadi perubahan massa. Dan semakin tinggi konsentrasi air yang disebabkan banyak garam yang terkandung, menyebabkan tiap gelas memiliki kepekatan yang berbeda. Sehingga juga menyebabkan masing-masing kentang teksturnya berbeda-beda(lembek,sedang,keras). Peristiwa yang terjadi tersebut merupakan osmosis. Jadi, osmosis adalah perpindahan molekul ion dari konsentrasi pelarut (air) rendah dengan melewati suatu membran.

H. Daftar Pustaka

  • Syamsuri, Istamar dkk.2007.biologi : untuk SMA kelas 2a. Jakarta:Erlangga

Laporan Pengamatan Sel Tumbuhan

Pengamatan Sel Tumbuhan ( Sel Epidermis Bawang Merah)

I. TUJUAN PRAKTIKUM

a. Mempelajari bagian – bagian sel tumbuhan.
b. Membandingkan hasil pengamatan sel tumbuhan kemudian membandingkannya dengan literatur.

II. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIKUM

  • Tempat : Laboratorium IPA – BIOLOGI SMAN 1 GLAGAH BANYUWANGI
  • Waktu : Selasa, 30 Juli 2013

III. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM

  • Alat Praktikum
    • Mikroskop Cahaya
    • Tusuk Gigi
    • Tissue
    • Kapas
    • Cutter
    • Kaca Preparat
    • Kaca Penutup
    • Pipette
  • Bahan Praktikum
    • Bawang Merah
    • Cairan Biru Metilen (methylen blue)

IV. LANGKAH KERJA

  1. Gunakan jas laboratotium, pasangkan dengan benar.
  2. Persiapkan alat dan bahan.
  3. Ambilah bawang merah, kupas hingga tipis pada bagian dalam bawang.
  4. Letakkan irisan bawang tersebut ke atas kaca preparat lalu tetesi dengan methylen blue lalu tutup dengan kaca penutup.
  5. Amati objek di bawah mikroskop electron dan mikroskop cahaya.
  6. Membandingkan hasil pengamatan pada kedua mikroskop tersebut.
  7. Menentukan bagian – bagian : dinding sel, sitoplasma , inti sel dan vakuola.
  8. Menggambar hasil pengamatan.

V. TABEL PENGAMATAN

Tabel Pengamatan Sel Epirdemis Pada Tumbuhan

        Gambar Sel Epirdemis Pada Tumbuhan

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan menggunakan mikroskop cahaya dan mikroskop electron, hasilnya sama yaitu gambar sel yang rapat berbentuk oval. Didalamnya terdapat sitoplasma, nucleus dan dinding sel.

VI. PEMBAHASAN

  • Pengamatan Berdasarkan Literature

Sel tumbuhan adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi

Struktur Sel Tumbuhan

A. Struktur Sel Tumbuhan
Sel-sel tumbuhan dewasa berbeda satu dengan yang lain dalam ukuran, bentuk, struktur dan fungsinya. Walaupun demikian semua sel tumbuhan memiliki persamaan dalam beberapa segi sehingga dapat dibanyangkan suatu hipotesis sebuah sel yang segi-segi dasarnya ada dalam bentuk yang secara nisbi tidak termodifikasi.Sel hipotesis ini seperti disajikan pada gambar 1, terdiri atas tiga bagian : (1)Membran sel yang dibagian luarnya di selubungi oleh dinding sel, (2)sel lapis protoplasma yang melapisi dinding itu dan disebut protoplas, dan (3) rongga yang disebut vakuola sentral yang menempati bagian terbesar ruang di dalam sel.

  • Dinding Sel
    Sel tumbuhan terdiri atas protoplas yang terselubungi oleh dinding sel. Dinding sel tumbuhan memiliki struktur yang kompleks dengan memiliki tiga bagian fundamental yang dapat dibedakanya itu lamella tengah, dinding sel primer dan dinding sel sekunder.Semua sel memiliki lamella tengah dan dinding sel primer, sedangkan dinding sel sekunder hanya pada sel-sel tipe tertentu.
  • Membran Sel
    Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sel yang paling luar yang membatasi isi sel dan sekitarnya. Membran ini tersusun dari dua lapisan yang terdiridari fosfolipid (50%) dan protein / lipoprotein (50%). Membran plasma bersifat semi permeabel atau selektif permeabel yang berfungsi mengatur gerakan materi atau transportasi zat-zatter larut masuk dan keluar dari sel.
  • Nukleus
    Nukleus adalah inti sel yang memiliki membrane inti dengan susunan molekul sama dengan membrane sel yaitu berupa lipoprotein. Fungsi utama nucleus adalah sebagai pusat yang mengontrol kegiatan sel dan mengandung bahan-bahan yang menentukan sifat – sifat turun –temurun suatu organisme. Didalam inti sel tersusun atas tiga komponen yaitu : Nukleoulus (anakinti), Nukleoplasma (cairaninti) , Butiran kromatin.
  • Sitoplasma
    Sitoplasama adalah cairan sel yang berada diluar membran inti. Di dalam sitoplasma terkandung organel-organel sel atau daerah pada sitoplasma hidup yang teralokasi khusus untuk fungsi tertentu. Organel-organel tersebut adalah :

    • Retikulum Endoplasma
      Reticulum endoplasma merupakan jaringan yang tersusun oleh membrane yang berbentuk seperti jala. Terdapat dua tipe reticulum endoplasma yaitu RE halus dan RE kasar.
    • Ribosom
      Ribosom merupakan struktur unit gabungan protein dengan RNA-ribosom (disingkat RNA-r). ribosom terdiri atas dua subunit yaitu subunit kecil dan subunit besar. Ribosom berperan dalam sintesis protein.
    • Badan mikro
    • Mitokondria
      Mitokondria adalah organel sel penghasil energi sel. Mitokondria mempunyai dua lapisan membran, yaitu membrane dalam dan membrane luar.
    • Plastida
    • Vakuola
      Vakuola adalah rongga besar di bagian dalam sel yang berisi cairan vakuola yang merupakan suatu larutan cair berbagai bahan organic dan anorganik yang kebanyakan adalah cadangan makanan atau hasil sampingan metabolisme. Vakuola diselubungi oleh selaput vakuola yang disebut tonoplas.
  • Pengamatan Berdasarkan Pengamatan

Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa didalam epidermis bawang merah terdapat ruang sel , dinding sel, inti sel (nukleus) dan sitoplasma. Bagian bagian tersebut mempunyai fungsi sebagai berikut :

a) Dinding Sel

  • Melindungi organ – organ yang ada didalamnya
  • Mengatur keluar masuknya molekul –molekul
  • Sebagai penerima rangsang dari luar

b) Nucleus

  • Pusat dari seluruh kegiatan sel
  • Mengendalikan seluruh kegiatan sel
  • Membawa informasi genetik
  • Mengatur pembelahan sel
  • Mengeluarkan RNA dan unit ribosom dan inti kesitoplasma.

c) Sitoplasma

  • Sebagai tempat metabolisme sel
  • Sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting
  • Sebagaitempat pertukaran zat

d) Stomata

  • Sebagai tempat keluar masuknya udara yang digunakan untuk foto sintesis.

VII. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :

  • Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil atau paling sederhana.
  • Sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap karena memiliki sel sehingga gerakan membrane sel terbatas.
  • Struktur sel hidup adalah ruang sel yang berisi nucleus, sitoplasma dan antar selnya dibatasi oleh dinding sel.
  • Sel tumbuhan memiliki organel – organel yang tidak ditemukan di dalam sel hewan seperti vakuola, plastid, dinding sel, stomata.

VIII. DAFTAR PUSTAKA

  • Syamsuri, Istamardkk.2007.biologi :untuk SMA kelas 2a. Jakarta:Erlangga.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Seltumbuhan
  • http://id.wikipedia.org/wiki/selepidermis
  • http://pemenangkehidupan.wordpress.com/2011/08/22/renungan-dari-sel-bawang-merah/

Laporan Pengamatan Sel Hewan

PENGAMATAN SEL HEWAN (SEL EPITEL)

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui struktur sel epitel pada manusia beserta fungsinya.

II. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tempat : Laboratorium IPA – BIOLOGI SMAN 1 GLAGAH BANYUWANGI
Waktu   : Selasa, 30 Juli 2013

III. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM

  • Alat Praktikum :
    •  Mikroskop elektron dan mikroskop cahaya
    • Pipet
    • Tusuk gigi
    • Kaca preparat
    • Kaca penutup
  • Bahan Praktikum :
    • Metilin blue

IV. LANGKAH KERJA

  • Ambil tusuk gigi, gunakan untuk mengkorek rongga mulut bagian samping untuk mencari sel epitel.
  • Jika tidak menemukan, ulangi beberapa kali sampai mendapatkan sel yang berwarna putih.
  • Letakkan sel tersebut di atas kaca preparat.
  • Ambil metilin blue dengan menggunakan pipet.
  • Tetesi sel dengan metilin blue, tutup dengan kaca penutup.
  • Amati sel di bawah mikroskop elektron dan mikroskop cahaya.
  • Gambar sel tersebut.
  • Cari bagian-bagian sel epitel tersebut beserta fungsinya.

V. TABEL PENGAMATAN

Tabel pengamatan sel epitel rongga mulut

        Gambar Sel Epitel Rongga Mulut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VI. PEMBAHASAN

  • BERDASARKAN TEORI / LITERATUR

Berdasarkan literatur, sel epitel termasuk dalam sel hewan. Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya. Sel manusia adalah salah satu jenis sel hewan.

 Pengamatan Sel Hewan

Sel hewan terdiri dari vesikel, mitokondria, sentriol, nukleus, nukleolus, kromatin, ribosom, retikulum endoplasma,mikrotubulus, membran plasma, vacuola, sitosol, selaput inti, badan golgi, lisosom, dan vesikel.

Sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk suatu jaringan tertentu. Jaringan utama penyusun organ tubuh hewan vertebrata adalah jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Dalam praktikum ini, kami melakukan pengamatan terhadap sel epitel saja.

Jaringan epitel adalah jaringan yang menutupi bagian luar rongga tubuh dan melapisi berbagai rongga di dalam tubuh. Dahulu istilah epitel digunakan untuk menyebut selaput jernih yang berada di atas permukaan tonjolan anyaman penyambung di merah bibir (Epitel: Epi di atas; Thele bibir). Istilah ini kini digunakan untuk semua jaringan yang melapisi sesuatu struktur dan saluran.

Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm. Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm.  Jaringan epitel terdiri dari sel dengan batas yang jelas dan terletak rapat satu sama lain, tanpa ruang antarsel. Oleh karena itu, jaringan epitel dapat dikatakan sebagai jaringan yang seluler. Tidak ada pembuluh darah dalam jaringan kapiler. Zat makanan diberikan ke jaringan secara difusi dari pembuluh darah kapiler yang terletak di jaringan di bawahnya.

Jaringan epitel memiliki banyak fungsi, yaitu:

  1. Sebagai proteksi (misalnya kulit yang melindungi lapisan di bawahnya terhadap luka-luka mekanis, bahan-bahan kimia, mikroba, dan kekeringan)
  2. Untuk absorpsi (misalnya lapisan dalam usus halus)
  3. Untuk transportasi (misalnya tubulus ginjal)
  4. Untuk ekskresi (misalnya kelenjar keringat)
  5. Untuk sekresi (misalnya berupa lendir pada kelenjar buntu)
  6. Untuk merespons rangsangan (misalnya kuncup pengecap pada lidah)
  7. Untuk pernapasan (misalnya kulit katak)
  8. Untuk alat gerak (misalnya selaput kaki pada kulit katak)
  9. Mengatur suhu tubuh (misalnya kulit mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat jika tubuh kepanasan)

Jaringan epitel dapat berasal dari ektoderm (misalnya epitel pada kulit), entoderm (misalnya epitel pada saluran pencernaan), dan mesoderm (misalnya epitel pada saluran kemih).

Berdasarkan bentuknya, sel epitel dibedakan menjadi bentuk pipih, kubus, dan silindris. Sedangkan berdasarkan jumlah lapisannya, jaringan epitel dapat dibedakan menjadi epitel simpleks dan epitel kompleks.

PENGAMATAN

Pada percobaan ini kami mengamati sel epitel rongga mulut sebagai perwakilan dari sel hewan. Pada sel epitel rongga mulut, kami dapat melihat adanya membran sel, inti sel dan sitoplasma. Fungsi inti sel dan sitoplasma pada sel hewan sama seperti pada sel tumbuhan, bedanya sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sel mukosa pipi tidak mempunyai dinding sehingga mempunyai bentuk yang tidak tetap dan mudah berubah – ubah bentuknya. Sel mukosa pipi hanya mempunyai membran sel saja sehingga sel mukosa pipi termasuk sel hewan.

a. Nukleus

  • Sebagai pusat yang bertugas mengendalikan seluruh kegiatan sel
  • Megatur pembelahan sel
  • Membawa informasi genetic

b. Membran Plasma

  • Melindungi isi sel
  • Megatur keluar masuknya molekul – molekul
  • Sebagai reseptor, menerima rangsang dari luar.

c. Sitoplasma:

  • Sebagai tempat penyimpanan bahan – bahan yang penting bagi metabolisme.
  • Sebagai tempat pertukaran zat.

VII. KESIMPULAN

Epitel merupakan salah satu jaringan yang ada dalam sel hewan. Jaringan epitel adalah jaringan yang menutupi bagian luar rongga tubuh dan melapisi berbagai rongga di dalam tubuh. Bagian dari sel epitel terdiri atas nukleus, membran plasma, dan sitoplasma. Sel hewan tidak memiliki dinding sel, kloroplas, dan vakuola. Karena tidak memiliki dinding sel, sel hewan cenderung terlihat agak lonjong atau pada umumnya tidak memiliki bentuk tetap.

  • Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis.
  • Sel hewan mempunyai membrane sel, tidak memiliki butir-butir plastid dan mempunyai vakuola yang berukuran kecil, serta mempunyai bentuk yang tidak tetap.
  • Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.
  • Di dalam rongga mulut terdapat jaringan epitel, yang merupakan salah satu dari empat jaringan dasar.

VIII. DAFTAR PUSTAKA

  • Sudjadi, Bagod dan Laila, Siti.2012.BIOLOGI 2A.Jakarta:Yudhistira.
  • Retnaningati, Dewi dan Omegawati, Wigati Hadi.2013.BIOLOGI.Klaten:Intan Pariwara.
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_epitel
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_hewan
Scroll To Top