Thursday, July 27, 2017
Artikel Terkini
You are here: Home » Tag Archives: Banyuwangi (page 2)

Tag Archives: Banyuwangi

Yamaha Fasilitasi Motor Pelajar

Yamaha Fasilitasi Motor Pelajar – Yamaha tiada henti-hentinya memfasilitasi sepeda motor Mio J dan Mio GT kepada para pelajar di Banyuwangi. Kali ini giliran siswa SMAN 1 Glagah yang dapat fasilitas sepeda motor. Kegiaan yang berlangsung Selasa, (20/6) itu disambut antusias oleh seluruh civitas akademika SMAN 1 Glagah. Tak terkecuali kepala sekolah, H. Heru Muhardi.

Heru mengaku berterima kasih kepada Yamaha yang telah mempercayakan program pinjam pakai ini terhadap SMAN 1 Glagah. Menurut dia, hal ini bukan hal yang sepele, meski dipinjami namun pihak sekolah harus bertanggung jawab terhadap program ini. “Tapi Insya-Allah para siswa-siswa SMAN 1 Glagah sangat amanah. Mereka akan menjaga ini dan tentu mereka akan sangat senang, sebab bisa menjajal motor terbaru Yamaha. Terima kasih Yamaha,” kata Heru.

Branch Manager PT. Rodasakti Suryaraya Jember, Bambang Setiabudi menjelaskan, program pinjam pakai motor Mio J dan Mio GT ini diberikan untuk enam siswa yang telah melalui seleksi, mereka bebas untuk menggunakan Mio J dan Mio GT. “Silahkan motor ini digunakan untuk aktivitas pendukung kegiatan sekolah,” kata Bambang.

Sementara itu, para siswa kelas XI yang beruntung mendapat fasilitas pinjam pakai motor adalah Gusta, Putra, Johan, Yosi, Azmi, Adit. Selain fasilitas ini Yamaha memberikan beasiswa kepada enam pelajar ini. “Jadi siswa dapat dua keuntungan, dapat fasilitas pinjam pakai motor gratis dan dapat beasiswa,” imbuh Bambang.

Dijelaskan, tujuan Yamaha memberikan pinjam pakai ini adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa dalam memberikan produknya, Yamaha tidak asal-asalan. Produk Yamaha boleh diadu dengan yang lain. “Kami ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa produk Yamaha sangat bandel secara kualitas. Tentunya semakin kencang dan semakin irit,” tandas Bambang.(*)

Sumber : Radar Banyuwangi. 26 Juni 2013

Persyaratan PPDB Jalur Reguler dan Mandiri

I. JALUR ONLINE / SISTEM SKORING TERPADU

  1. Pendaftaran tgl 26 Juni s.d. 29 Juni 2013
  2. Persyaratan
    – Asli dan Foto copy ijazah / STTB ( legalisir ) 1 lembar.
    – Asli dan Foto copy raport semester 1 s/d 5 ( legalisir ) 1 lembar.
    – Usia / Umur maksimal 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru (15 Juli 2013)
    – Pendaftaran tolong didampingi oleh orang tua atau wali
  3. Seleksi dan pengolahan nilai tanggal 1 Juli 2013
  4. Pengumuman tanggal 2 Juli 2013
  5. Daftar Ulang tanggal 3 dan 4 Juli 2013

II. JALUR MANDIRI

  1. Pendaftaran tgl 5 Juli s.d. 6 Juli 2013
  2. Persyaratan Pendaftaran
    – Asli dan Foto copy Ijazah / STTB 1 lembar
    – Foto copy piagam / sertifikat prestasi akademik / non akademik dilegalisir Dinas / Instansi yang menerbitkan ( Bagi yang memiliki )
    – Foto copy Kartu Susunan Keluarga ( KSK )
    – Kartu Gakin ( Keluarga Miskin ) bagi keluarga kurang mampu.
    – Usia / Umur maksimal 21 Tahun pada awal tahun pelajaran (15 Juli 2013).
    – Mengikuti tes potensial akademik dan skolastik tanggal 8 Juli 2013.
    – Biaya Pendaftaran sebesar Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah)
  3. Test Minat Wawancara tanggal 8 Juli 2013
  4. Seleksi dan Pengolahan tanggal 9 Juli 2013
  5. Pengumuman tanggal 10 Juli 2013
  6. Daftar Ulang tanggal 11 dan 12 Juli 2013

Banyuwangi, 24 Juni 2013

TTD

 

PANITIA

CATATAN :
1. Pendaftaran dibuka pukul 08.00 – 12.00 WIB
2. Hari Jum’at dibuka pukul 08.00 – 10.30 WIB

Sumber : http://sman1glagah.sch.id/uncategorized/persyaratan-ppdb-jalur-reguler-online-dan-mandiri.html

Wisata Alam Alas Purwo

A. Jungle Track

Jungle Track Alas Purwo

Banyak sekali obyek-obyek wisata alam di Taman Nasional Alas Purwo yang dapat dijadikan pilihan untuk wisata jungle track.  Dari mulai Rowobendo-Ngagelan-Segoro Anak-Cungur atau Trianggulasi-Pancur-Plengkung, memberikan kenikmatan tersendiri bagi penggemar wisata jalan kaki.  Di samping medannya yang melewati hutan yang bagus, sering pula dijumpai satwa yang melintas yang memberikan kesan bahwa benar-benar sedang berada di alam bebas.

B. Atraksi Satwa

Atraksi Satwa Alas Purwo

Sadengan merupakan tempat termudah untuk mengamati dan melihat banteng.  engan hamparan padang rumput seluas 84 Ha yang menghijau memungkinkan rombongan banteng, rusa dan kijang yang sedang merumput mudah untuk dilihat.  Merak dan berbagai jenis burung lainnya juga tampil menambah ramai suasana alam di Sadengan.  Dengan sebuah menara pengintai, banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri berkunjung ke Sadengan untuk menikmati atraksi satwa liar ini.

Sepanjang jalur trail wisata bisa digunakan sebagai arena pengamatan burung (Bird Watching).  Terutama jalur antara Sadengan-Trianggulasi.  Kicauan burung akan mudah didengarkan pada waktu pagi hari antara jam 05.00 – 09.00 WIB.  Belum lagi jika sudah musim bunga cangkring, sepanjang pantai burung Cucak Hijau mudah sekali dilihat.  Untuk burung Beo waktu-waktu tertentu banyak sekali dijumpai di pohon-pohon besar baik disepanjang jalur menuju Safengan maupun didaerah jalur trail wisata Sadengan-Trianggulasi.

C. Panorama

Panorama Alas Purwo

Banyak sekali keindahan alam yang ada dan dapat digali potensinya di Alas Purwo.  Di Trianggulasi misalnya, dapat dinikmati panorama senja hari ketika matahari akan tenggelam.  Terus berjalan ke arah Timur sampai Sunglon Ombo, dapat dilihat sirkulasi masuk keluarnya air laut karena pasang surut ke dalam, dengan berbagai tumbuhan khas payau yang konon ceritanya adalah habitat “bajul”.  Lebih ke Timur lagi mulai Pancur sampai Parang Ireng berjarak 1 Km dapat dinikmati dan diambil gambar keindahan alamnya dengan berbagai bentuk lukisan alam yang sangat unik.  Ditambah lagi dengan hamparan pasir gotri sepanjang 8 Km dari Parangireng sampai Plengkung.

D. Fotografi

Fotografi Alas Purwo

Kegiatan lain yang bisa dilakukan dan sangat cocok bagi para fotografer adalah keindahan alam yang ada di Alas Purwo.  Dengan berbagai obyek yang menawan, mulai pantai sampai bukit, berbagai jenis tumbuhan dan satwa memberikan daya tarik tersendiri terhadap para fotografer.  Biasanya obyek-obyek yang di gemari adalah panorama (sun set dan sun rise), satwa, dll.

E. Selancar / Surfing

Surfing Alas Purwo

Olah raga selancar sudah akrab sekali dengan kawasan Plengkung dan sudah beberapa kali dilaksanakan even internasional.

Orang asing lebih menyenangi Plengkung sebagai tempat selancar dibanding tempat-tempat yang lian karena olah raga selancar membutuhkan ombak yang mempunyai karakter khusus seperti pecahan ombak yang berasal dari satu ujung ke ujung yang lain.  Fenomena lain adalah Plengkung mempunyai tujuh lapis ombak dengan panjang gelombang 2 Km.

Sebenarnya di Taman Nasional Alas Purwo ada juga daerah yang bisa digunakan para peselancar pemula.  Dengan karakteristik perairan yang tidak seganas Plengkung, yaitu di daerah Parang Ireng sampai Batu Lawang.

F. Snorkling dan Diving

Snorkling dan Diving Alas Purwo

Walaupun belum dikembangkan, potensi di Slenggorong-Perpat sampai Tanjung Pasir sangat cocok untuk olah raga snorkling dan diving.  Berbagai jenis karang yang indah dengan bermacam-macam jenis ikan hias merupakan pemandangan yang sangat menarik bagi para penggemar snorkling dan diving.

Untuk menjaga keselamatan selama kunjungan, anda harus dipandu dan didampingi oleh pemandu wisata serta dilarang memasuki kawasan inti (sanctuary zone), kecuali untuk penelitian.

Sumber : Informasi Obyek Wisata Alam Taman Nasional Alas Purwo

PPDB Mandiri dan Reguler 2013

Pendaftaran Peserta Didik Baru Reguler 2013

Pendaftaran
Tanggal 26 hingga 29 Juni 2013

Pengolahan Data
Tanggal 1 Juli 2013

Pengumuman
Tanggal 2 Juli 2013

Daftar Ulang
Tanggal 3 s/d 4 Juli 2013

 

Pendaftaran Peserta Didik Baru Mandiri 2013

Pendaftaran
Tanggal 5 s/d 6 Juli 2013

Wawancara dan Tes Minat
Tanggal 8 Juli 2013

Pengolahan Data
Tanggal 9 Juli 2013

Pengumuman
Tanggal 10 Juli 2013

Penerimaan Cadangan
Tanggal 13 Juli 2013

Permulaan Tahun Pelajaran Baru dan Masa Orientasi Siswa
Tanggal 15 s/d 17 Juli 2013

Sumber : http://sman1glagah.sch.id/humas/penerimaan-siswa-baru/ppdb-mandiri-dan-reguler-sma-negeri-1-glagah-2013.html

Revolusi Perekonomian

Revolusi Perekonomian – Tema dalam tulisan ini memang agak menasional.  Tetapi, mari kita belajar bersama-sama agar mengerti dan tidak terus-menerus diakali.

Indonesia, termasuk Banyuwangi, adalah daerah yang kaya berbagai sumber daya alam.  Jadi, Indonesia seharusnya dapat keluar dari semua persoalan ekonomi, karena SDA (Sumber Daya Alam) yang dimiliki Indonesia sangat besar dan beragam.

Faktanya, yang terjadi justru sangat berbanding terbalik, pemerintah Indonesia menyerahkan pengelolaan SDA kepada pihak swasta atau asing.  Kebanyakan rakyat cuma jadi penonton perusahaan-perusahaan asing yang berlomba mengeruk hasil bumi dan migas Indonesia.  Hal itu terjadi karena pemerintah menggunakan sistem ekonomi kapitalis.  Sistem tersebut menyerahkan hak kepada pemodal besar untuk mengelola SDA.

Revolusi Perekonomian 2013

Di Indonesia ada 60 kontraktor migas yang dikategorikan dalam tiga kelompok.  Pertama adalah super major, contohnya Exxon Mobile, Total Fina Elf, BP Amoco Arco, dan Texaco, yang menguasai cadangan minyak 70% dan gas 80&.  Kedua adalah major, contohnya Conoco, Repsol, Unocal, Santa Fe, Gulf, Premier, Lasmo, Inpex, dan Japex, yang menguasai cadangan minyak 18% dan gas 15%.  Ketiga adalah perusahaan independen yang menguasai cadangan minyak 12% dan gas 5%.  Walhasil, minyak dan gas bumi Indonesia hampir 90% dikuasai pihak asing.  Sebab, mereka semua adalah perusahaan multinasional asing.

Di sektor pertambangan batu bara juga tidak jauh berbeda.  Perusahaan-perusahaan China dan India berduyun-duyun masuk ke Indonesia. Mereka datang dengan kedok membiayai perusahaan-perusahaan tembang lokal yang kesulitan dana.  Membaca data dari British Petroleum Statistical Review sungguh miris.  Indonesia yang hanya memiliki cadangan batu bara 4,3 miliar ton atau 0,5% dari total cadangan batu bara dunia ternyata menjadi pemasok utama batu bara untuk China. Padahal, China memiliki cadangan batu bara 114,5 miliar ton atau setara 12,9% dari total cadangan batu bara dunia.  Itu hanya contoh kecil SDA Indonesia yang dimanfaatkan pihak asing.

Semua itu terjadi lantaran liberalisasi di sektor tambang dan migas.  Sejak 40 tahun lalu, pemerintah telah membuka izin seluas-luasnya kepada perusahaan asing untuk mengelola tambang dan migas di Indonesia.  Selama itu pula mereka menikmati keuntungan yang berlimpah. Tahun lalu, tepatnya akhir Februari, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2012 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara.  Isinya pihak asing harus menjual 51% ke investor lokal. Menurut aturan yang baru itu, pihak asing hanya berhak 49% atas saham perusahaan tambang di Indonesia.  Selebihnya harus dijual secara bertahap setelah lima tahun berproduksi atau harus tuntas pada tahun ke-10 sejak awal berproduksi.  Aturan itu juga merinci tahap investasi. Contoh, jika pihak asing memiliki 100% saham perusahaan tambang di Indonesia, maka mulai tahun keenam hingga tahun kesepuluh, dia harus menjual 10% saham per tahun hingga tahun kesepuluh.  Di tahun kesepuluh, jumlah saham yang dilego mencapai 51%. Yang pertama kali mendapatkan hak membeli saham divestasi itu adalah pemerintah pusat. Jika tak sanggup, hak itu beralih ke pemerintah daerah. Bila pemerintah daerah menyerah, BUMN dan BUMD dipersilahkan membeli melalui lelang. Kalau tak sanggup juga, investor lokal berhak membeli jatah itu. Aturan tinggal aturan. Buktinya, tak satu pun perusahaan yang patuh kepada aturan itu. Alasannya adalah kontrak karya yang telah disepakati sebelumnya dengan pemerintah.

Jadi, mau sampai kapan tambang dan migas Indonesia terus dikuasai asing? Apakah kita hanya menonton, terdiam, dan pasrah saat kekayaan alam kita dikeruk secara besar-besaran oleh pihak asing? Atau, selalu berharap kepada pemerintahan dengan segala kebijakannya yang cenderung tidak prorakyat? Sudah saatnya Indonesia melakukan revolusi perekonomian dengan mencampakkan sistem ekonomi kapitas dan menerapkan sistem ekonomi baru. Dalam hal ini saya menawarkan sistem ekonomi Islam yang tentu akan bebas korupsi dan berani mengambil alih kembali SDA yang dikeruk-maruk pihak asing itu.  Revolusi Perekonomian !

Berdasarkan pandangan ekonomi Islam, barang tambang, energi, listrik, dan BBM, harus dipandang sebagai harta kepemilikan umum yang harus dikelola negara, dan negara dilarang mengambil harga (keuntungan) dengan menjualnya kepada rakyat. Negara harus mendistribusikan harta umum itu kepada masyarakat dengan murah, bahkan cuma-cuma. Negara dapat saja menjual kepada pihak luar negeri atas persetujuan umat dan hasilnya harus dikembalikan sepenuhnya kepada seluruh masyarakat. Tentu hal itu akan menyebabkan rakyat tidak terbebani dengan mahalnya tarif listrik dan BBM. Semua kembali kepada diri kita masing-masing.

Yang jelas, revolusi menjadi keniscayaan jika kita memang menginginkan sebuah perubahan yang nyata. Satu hal lagi, jangan biarkan emas di Banyuwangi ini dikeruk pihak asing.

*) Mahasiswa Jurusan Manajemen Syariah STEI HAMFARA asal Banyuwangi.

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo – Berdasarkan Administratif Pemerintahan Taman Nasional Alas Purwo terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi.  Secara geografis terletak di ujung Timur Pulau Jawa wilayah pantai Selatan antara 8° 26′ 45″ – 8° 47′ 00″ LS dan 114° 20′ 16″ – 114° 36′ 00″ BT.

Taman Nasional Alas Purwo

Didalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang luasnya 43.420 Ha, terdiri dari beberapa zona (mintakat) antara lain, yaitu :

  • Zona Inti (Sanctuary zone) seluas 17.200 Ha.
  • Zona Rimba ( Wilderness zone) seluas 24.767 Ha.
  • Zona Pemanfaatan (Intensive use zone) seluas 250 Ha.
  • Zona Penyangga (Buffer zone) seluas 1.203 Ha.

Rata-rata curah hujan berkisar antara 1000-1500 mm per tahun dengan temperatur berkisar antara 22° – 31° dengan kelembapan udara antara 40 – 85 %.  Wilayah Taman Nasional Alas Purwo sebelah Barat menerima curah hujan lebih tinggi bila dibandingkan dengan wilayah sebelah Timur.

Dalam keadaan biasa, Taman Nasional Alas Purwo pada bulan April sampai dengan bulan Oktober adalah musim kemarau dan bulan Oktober sampai dengan bulan April musim hujan.

Secara umum daratan kawasan Taman Nasional Alas Purwo adalah datar sampai bergelombang, hampir seluruh kawasan dikelilingi perairan Laut Selatan.  Daratan tertinggi dijumpai pada Gunung Linggamanis (322 mdpl).

Keadaan tanah hampir keseluruhan merupakan jenis tanah liat berpasir dan ada sebagian kecil yang berupa tanah lempung.

Sungai di kawasan Taman Nasional Alas Purwo umumnya dangkal dan pendek.  Sungai yang mengalir sepanjang tahun hanya terdapat di bagian Barat Taman Nasional yaitu Sungai Segoro Anak dan Sunglon Ombo.  Mata air banyak terdapat di daerah Kucur, Gunung Kunci, Goa Basori dan Sendang Srengenge.

Secara umum tipe hutan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo merupakan hutan hujan tropis dataran rendah.  Hutan bambu merupakan formasi yang dominan, diduga 40% dari total luas hutan yang ada. Telah tercatat sedikitnya 420 jenis tumbuhan yang terdiri dari jamur, rumput, herba, semak, liana dan pohon.

Berdasarkan tipe ekosistemnya, hutan di Taman Nasional Alas Purwo adpat di kelompokkan menjadi hutan bambu, hutan pantai, hutan bakau/mangrove, hutan tanaman, hutan alam dan padang penggembalan.

jenis satwa alas purwo

Jenis Satwa Taman Nasional Alas Purwo

Keanekaragaman jenis satwa/fauna di kawasan Taman Nasional Alas Purwo secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 golongan yaitu Mammalia, Aves, Pisces dan Reptilia.  Di kawasan Taman Nasional Alas Purwo terdapat beberapa jenis satwa antara lain Banteng, Rusa, Ajag, Babi Hutan, Kijang, Macan Tutul, Lutung dan Kera Abu-abu.

Burung yang telah berhasil di identifikasi berjumlah 233 jenis terdiri dari burung darat dan burung air beberapa jenis diantaranya merupakan burung migran.  Beberapa jenis burung yang mudah dilihat diantaranya Ayam Hutan, Merak dan Cucak Hijau.

Untuk reptilia telah teridentifikasi sebanyak 20 jenis dan mammalia sebanyak 31 jenis.

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat disekitar kawasan adalah bertani, buruh tani dan nelayan. Masyarakat nelayan kebanyakan tinggal di wilayah Muncar, yang merupakan salah satu pelabuhan ikan terbesar di Jawa.

Mayoritas penduduk sekitar kawasan pemeluk agama Islam, namun banyak pula penduduk yang beragama Hindu terutama di desa Kedungsari dan dusun Kutorejo,

Secara umum masyarakat sekitar Taman Nasional Alas Purwo digolongkan sebagai masyarakat Jawa tradisional.  Bertapa, semedi, saiyan (gotong royong sewaktu mendirikan rumah), bayenan serta selamatan-selamatan lain yang berkaitan dengan pencarian ketenangan bathin masih membudaya.  Pada hari-hari tertentu seperti I Syuro, bulan purnama, bulan mati, masyarakat datang ke kawasan Taman Nasional Alas Purwo untuk mensucikan diri.

Bantulah melestarikan
TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
dengan :
Tidak mengambil apapun kecuali foto kenangan
Tidak meninggalkan apapun kecuali tapak kaki

Sumber : Informasi Obyek Wisata Alam Taman Nasional Alas Purwo

Gempa Bumi Guncang Banyuwangi

Gempa Bumi Guncang Banyuwangi – Gempa bumi dengan kekuatan (amplitudo) 5,0 Skala Richter (SR) terjadi di perairan selatan wilayah Banyuwangi kemarin (4/6). Peristiwa alam tersebut disebabkan pertemuan lempeng Euroasia dengan lempeng Australia, tepatnya 264 Kilometer (Km) barat daya Bumi Blambangan.

Getaran akibat gempa bumi yang terhadi tepat pukul 13.40 itu memang tidak begitu dirasakan warga, khususnya mereka yang berada di kawasan pusat Kota Banyuwangi. Namun demikian, perbincangan mengenai terjadinya gempa bumi kali ini sempat menjadi perbincangan hangat warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir, gempa bumi kemarin terjadi di koordinat 10.73 Lintang Selatan (LS) – 113.86 Bintang Timur (BT). Lokasi gempa berada di Samudera Hindia dengan kedalaman 13 Kilometer (Km).

Prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Yustoto Windiarto mengatakan, pusat gempa berjarak 264 Km arah barat daya Banyuwangi, 280 Km tenggara Jember, dan 275 barat daya Denpasar, Bali. “Karena jaraknya yang cukup jauh, gempa tersebut tidak begitu terasa, khususnya di sekitar Pusat Kota Banyuwangi,” ujarnya.

Yustoto menambahkan, meski pusat gempa berada di perairan, gempa yang terjadi kemarin siang tidak berpotensi tsunami. “Gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami adalah gempa berkekuatan 7 SR atau lebih. Itu pun dengan syarat pusat gempa berada di perairan dengan kedalaman kurang dari 15 Km,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa warga Kota Gandrung mengaku tidak merasakan gempa siang kemarin. Namun, mereka mengaku mendengar kabar terjadinya gempa tersebut dari media jejaring sosial. “Saya tidak terasa apa-apa. Tapi saya tahu kabar terjadi gempa karena banyak yang nge-tweet gempa di Banyuwangi,” ujar Heri, warga Kecamatan Glagah kemarin. (sgl/cl/bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 5 Juni 2013

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai

Lokasi Internet Favorit Selalu Ramai – Sejak 9 Maret 2013 lalu, Banyuwangi memiliki 1.100 titik wireless fideliity (WiFi) yang dapat digunakan untuk ngenet secara gratis. Dari sekian banyak lokasi, Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria termasuk yang paling disukai warga untuk menjelajahi dunia maya.

Tiga tahun lalu, TMP Wisma Raga Satria masih menjadi lokasi yang sepi. Bahkan bisa dibilang, tempat tersebut terkesan menyeramkan. Walau lokasinya berada di jantung kota Banyuwangi, namun pada malam hari, suasana gelap menjadi ciri khas tempat itu.

Suasana itu berubah drastis sejak dua tahun silam. Lokasi sunyi dan menyeramkan berubah menjadi ramai saat Pemkab Banyuwangi itu menyulap lokasi tersebut menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Bagian depan kawasan itu dinamakan taman Sayu Wiwit. Sedangkan yang bagian belakang, tetap disebut TMP Wisma Raga Satria.

Pada siang hari, lokasi itu terlihat indah dan sejuk dengan taman rumput hijau dan beberapa tanaman pohon kelapa sawit yang tertata rapi. Sedangkan kalau pada malam hari, suasana gemerlap berbagai jenis lampu menyinari di sela-sela pohon yang berdiri tegak dan menambah keindahan taman itu.

Sejak disulap menjadi RTH, lokasi menjadi jujugan dan ramai dikunjungi warga bersama keluarga.

Kemeriahan taman itu bertambah rmai, sejak di launching-nya program Banyuwangi Digital Society (BDISO) 9 Maret lalu.

Dengan program itu, warga Banyuwangi semakin mudah mendapatkan akses internet di beberapa tempat. Ada sekitar 1.100 titik WiFi yang dipasang mulai dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru. Salah satu lokasi yang dipasang WiFi gratis itu adalah spot taman Sayu Wiwit di kompleks RTH TMP Wisma Raga Satria.

Lokasi taman Sayu Wiwit itu bukan satu-satunya RTH dan fasilitas umum yang dilengkapi fasilitas WiFi gratis. RTH lain , seperti Taman Blambangan, Taman Sritanjung, dan lokasi publik lainnya juga dilengkapi fasilitas akses internet.

Hanya, spot Sayu Wiwit di TMP tersebut menjadi pilihan warga untuk akses internet. Sejak tiga bulan ini terakhir ini, taman itu selalu ramai dipadati warga. Mulai pukul 09.00 setiap hari, warga mulai memadati lokasi yang berhadapan langsung dengan kantor Bupati Banyuwangi itu. Sedangkan kalu malam hari, warga masih terlihat ngenet hingga larut malam. Dalam sehari, praktis lokasi itu tidak pernah sepi dari warga yang sedang berselancar di dunia maya.

Aktivitas akses internet di Taman Sayu Wiwit mulai dibatasi. Saat ini, pengelola RTH TMP Wisma Raga Satria mulai membatasi aktivitas warga pada malam hari. Untuk malam hari, aktivitas ngenet dibatasi hingga pukul 24.00.

mengapa lokasi itu menjadi favorit warga? Sebagian besar pengunjung taman mengaku akses internet di lokasi itu lebih cepat daripada wifi di lokasi lain.

Sebagian besar pengunjung adalah pelajar dan mahasiswa mengaku sudah mengetahui lokasi yang tersedia WiFi gratis. Namun mereka memilih spot Sayu Wiwit sebagai lokasi idaman untuk mengembara melalui dunia maya.

Selain faktor akses internet yang cepat, lokasi itu dipilih karena suasana tamanya menyenangkan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, aktivitas akses internet yang dilakukan warga beraneka ragam. Mulai dari aktivitas pekerjaan, akses materi pelajaran, hingga akses acara-acara hiburan dan olah raga.”Lagi mengerjakan tugas programmer.Internet cepat,” ujar Kiki, seorang siswa SML di TMP Wisma Raga Satria kemarin (2/6).

Sedangkan pengunjung RTH lainnya, seperti Taman Sritanjung dan Taman Blambangan sama-sama ramai. Namun mereka datang, bukan untuk ngenet melainkan untuk berolahraga. Beberapa warga ada terlihat yang melakukan akses internet namun tidak seramai di Taman Sayu Wiwit. Itu pun hanya terjadi pada hari minggu dan hari-hari libur lainnya.

Meski Taman Sayu Wiwit selalu ramai dengan kunjungan warga, namun aksi orang yang tidak bertanggung jawab masih saja terjadi di lokasi itu. Fasilitas penerangan lampu taman masih sering kali menjadi sasaran maling. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (TKP) sudah sering mengganti lampu, karena fasilitas penerangan itu sering amblas digondol maling. (bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 3 Juni 2013

Bulog Jamin Stok Beras Banyuwangi Aman

Bulog Jamin Stok Beras Banyuwangi Aman – Lahan pertanian yang menyempit akibat banyaknya pengembangan yang membuat perumahan, dan gagal panen yang sempat menimpa sebagian petani, dijamin tidak akan mempengaruhi stok beras di penyimpanan badan urusan logistik (Bulog).

Untuk mencukupi kebutuhan beras ini, Bulog Banyuwangi telah banyak mendatangkan beras dari sejumlah kota di Jawa Timur, Bali dan Busa Tenggara Barat (NTB). “Stok beras hingga akhir tahun ini, Insyaallah aman,” cetus kepala Bulog Banyuwangi, Razman Setiawan kemarin (2/6).

Razman mengakui, hingga satu semester pertama pada tahun 2013 ini, target penyerapan beras masih belum memenugi. Tapi, dirinya optimis pada semester kedua sudah melewati. “Pada tahun 2013 ini, target penyerapan beras 80 ribu ton,” katanya.

Target yang telah dicanangkan ini, jelas dia, lebih banyak sebesar 4.500 ton dari pencapaian yang didapat pada tahun 2012 lalu. Setahin lalu, lanjut dia, penyerapan yang berhasil dilakukan mencapai 75.500 ton. “Saya optimistis target penyerapan akan tercapai,” ujarnya.

Menurut Razman, sampai semester pertama atau Juni 2013 ini, penyerapan beras yang telah dilakukan sebanyak 45.500 ton beras. Dengan angka ini, sebut dia, berarti penyerapan sudah mencapai 50 persen lebih. “Saya perkirakan November 2013 sudah melampaui target,” ungkapnya.

Hasil pertanian di Kabupaten Banyuwangi, akhir-akhir ini cenderung bagus dan bisa mendongkrak penyerapan yang dilakukan. Tapi untuk memenuhi target 80 ribu ton per tahun, tampaknya masih jauh dari cukup. “Kita dapat kiriman dari luar kota,” sebutnya.

Daerah yang selama ini mengirim beras untuk stok Bulog Banyuwangi ini, sebut dia, seperti Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Selain itu, juga ada yang dari Sumbawa (NTB), dan beberapa daerah di Bali. “Bulog Jember biasanya juga mengambil beras dari petani Banyuwangi,” dalihnya. (abi/bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 3 Juni 2013

Tiket Kereta Api Lebaran Laris

Tiket Kereta Api Lebaran Laris – Perayaan Hari Raya Idul Fitri masih akan berlangsung dua bulan mendatang. Tapi penjualan tiket Kereta Api (KA) di masa Lebaran untuk jurusan Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Jokjakarta ternyata sudah laris diborong. Hingga kemarin (2/6), tiket KA yang terjual untuk musim Lebaran mendatang ternyata sudah melebihi 50 persen.

Tiket yang lari dibeli calon penumpang itu terutama pada arus balik yakni H plus dua, hingga H plus tujuh. “Diperkirakan akhir Juli 2013, semua tiket KA jurusan Banyuwangi-Surabaya atau Jogja sudah habis,” terang Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops IX Jember, Gatut Setyamoko.

Menurut Gatut, pembelian tiket KA ini sudah bisa dilakukan pada H-90 hari dari pemberangkatan. Sehingga saat ini sudah banyak pelanggan yang memesan tiket untuk hari raya Idul Fitri mendatang. “Kalau yang dari arah Jogjakarta atau Surabaya menuju Banyuwangi, kita tidak tahu. Karena wilayahnya beda, tapi informasinya (tiket) juga sudah banyak yang terbeli,” jelasnya.

Dari laporan yang diterima sementara, jelas dia, KA Mutiara kelas eksekutif untuk jurusan Banyuwangi-Surabaya, tiket yang sudah terjual sekitar 40 persen. Sedang pada kelas bisnis, tiket yang sudah terjual malah lebih banyak lagi yakni melebihi 50 persen. “Ini termasuk sudah banyak, karena Lebaran masih kurang dua bulan lagi,” cetusnya.

Gatut menyebut, untuk KA Mutiara kelas eksekutif ini yang tersedia hanya empat gerbong. Setiap gerbong tersedia 50 kursi penumpang. “Kalau kelas bisnis hanya ada tiga gerbong, setiap gerbong ada 64 kursi,” ungkapnya.

Bagaimana dengan KA ekonomi Sritanjung? Ternyata juga tidak jauh beda dengan KA eksekutif dan bisnis. Hingga saat ini, tiket untuk arus balik Lebaran sudah banyak yang terjual. “Kalau kelas ekonomi seperti Sritanjung jurusan Banyuwangi-Jogjakarta, tiket yang sudah terjual sebanyak 30 persen. “Tapi yang beli tiket Surabaya-Madiun sudah 50 persen,” sebutnya.

Gerbong yang disediakan untuk KA Sritanjung ini, jelas dia, selama ini ada lima buah. Setiap gerbong itu, masih kata dia, berisi 105 kursi penumpang. “Ini gerbong pada hari-hari biasa, bila Lebarang biasanya gerbong ditambah,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Gatut berharap pada semua warga yang akan memanfaatkan KA pada hari raya Idul Fitri, hendaknya segera memesan tiket. Bila tidak, dikhawatirkan akan kehabisan tiket. “Yang memesan tiket terus ada,” terangnya. (abi/bay)

Sumber : Radar Banyuwangi, 3 Juni 2013

Scroll To Top