Saturday, June 24, 2017
Artikel Terkini
You are here: Home » Tag Archives: Banyuwangi

Tag Archives: Banyuwangi

Jalur Mandiri Dan Jalur Online Telah Dibuka

1.     JALUR MANDIRI

Pendaftaran tanggal 24 dan 25 Juni 2014

PERSYARATAN :

–         Foto copy SKHUN sementara yang dilegalisasi 1 lembar dan asli.

–         Foto copy rapot semester 1-5 dilegalisasi 1 set dan asli.

–         Foto copy sertifikat akademik dan non akademik yang dilegalisasi 1 lembar dan asli (bagi yang memiliki).

–         Foto copy Kartu Susunan Keluarga (KSK) dan asli.

–         Foto copy Kartu Pengendali Sosial/Gakin 1 lembar dan asli (bagi yang memiliki).

–         Usia / Umur maksimal 21 Tahun pada awal tahun pelajaran  ( 14 Juli 2014 ).

–         Mengikuti tes potensial akademik dan skolastik tanggal 26 Juni 2014.

–         Biaya Pendaftaran sebesar Rp. 20.000,- (bagi keluarga miskin dibebaskan).

 

2. JALUR ONLINE / SISTEM SKORING TERPADU.     

Pendaftaran tanggal 1 s.d. 5 Juli 2014

PERSYARATAN :

–         Foto SKHUN sementara yang dilegalisasi 1 lembar dan asli.

–         Foto copy raport semester 1 s/d 5 yang dilegalisasi 1 set dan asli.

–         Usia / Umur maksimal 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru   ( 14 Juli 2014 ).

 

Banyuwangi, 16 Juni 2014

 

      TTD

             PANITIA

CATATAN :

  1.  Pendaftaran dibuka pukul 08.00 – 12.00 WIB
  2.  Hari Jum’at dibuka pukul 08.00 – 11.00 WIB

 

Terus pantau pemberitahuan terbaru yang lebih lengkap di web resmi SMA Negeri 1 Glagah
http://sman1glagah.sch.id

Pernik Natal Mulai Diburu Konsumen

Pernik Natal Mulai Diburu Konsumen – Menjelang Natal 2013, pernik-pernik yang berkaitan dengan hari raya umat Nasrani itu membanjiri pasaran Banyuwangi. Mulai pohon Natal, lonceng, hingga topi, dan kantong permen bermotif sinterklaas bisa dijumpai di sejumlah toko di pusat Kota Gandrung. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di pusat kota Banyuwangi kemarin (20/12), pernik-pernik Natal tersebut laris-manis diserbu konsumen. Seperti yang tampak di salah satu supermarket di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi.

Bahkan, menurut Virda, 19, salah satu petugas supermarket tersebut, penjualan pernik Natal mulai ramai sejak awal Desember lalu. “Penjualan pernik-pernik Natal mulai ramai sejak awal Desember,” ujarnya. Bukan hanya pernik Natal berukuran kecil, pohon natal berukuran lebih dari satu meter dengan harga lebih dari Rp 1 juta juga tak luput dari “serbuan” konsumen. “Seperti yang Anda lihat, saat ini pohon Natal berukuran besar di supermarket ini hanya tinggal dua unit. Padahal, sebelumnya supermarket ini menyediakan pohon Natal berukuran besar dalam jumlah cukup banyak,” paparnya.

Sementara itu, selain pohon Natal berukuran besar, pohon Natal berukuran kecil juga mudah dijumpai di pasaran kaki (0,6 meter) dilepas ke tangan konsumen seharga Rp 210.000 per unit, pohon Natal berukuran enam kaki (1,8 meter) dipasarkan seharga Rp 1.183.000 per unit, dan pohon Natal berukuran tujuh kaki (2,1 meter) seharga Rp 1.632.000 per unit. Pernik Natal lain yang juga di minati konsumen adalah topi dan kantong permen bermotif sinterklaas. Topi sinterklaas dijajakanseharga Rp 12.500 per unit dan kantong permen yang biasa dipasang di pintu di jual seharga Rp 91.500 per unit.

“Saya sengaja berbelanja pernik-pernik Natal untuk menyambut hari raya yang datang sekali dalam setahun tersebut,” ujar Cecilia, salah satu konsumen. Sementara itu, pernik Natal juga tak hanya berasal dari barang yang benar-benar baru. Seperti yang dilakukan keluarga besar SMPK Santo Yusup Banyuwangi ini. Mereka membuat pohon Natal berbahan barang bekas, seperti plastik gelas kemasan air minum dan aneka plas tik bekas bungkus lain-lain. (radar)

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi Ikut Meramaikan Pentas Dunia

Meski mungkin belum sama terkenalnya dengan Bali-nya Indonesia, kekayaan seni budaya Banyuwangi yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa sudah sangat banyak menjadi pembicaraan baik oleh pengunjung lokal dan mancanegara. Dari macam-macam seni budaya Banyuwangi, umumnya yang populer adalah beragam tarian tradisionalnya. Namun hal ini tidak lantas berarti kekayaan seni budaya Banyuwangi lainnya tidak mendapat perhatian.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #1: Tari Barong

Tari Barong

Di antara banyak tarian khas Banyuwangi, Tari Barong merupakan salah satu bukti kekayaan seni budaya Banyuwangi yang paling terkenal. Kata “barong” memiliki banyak makna. Barong dapat diartikan beruang dalam Bahasa Sansekerta, dapat juga diartikan sebagai umbi-umbian yang tumbuh di dekat tanaman bamboo, atau sebuah pertunjukan meniru hewan liar. Tokoh utama Tari Barong mengenakan kepala raksasa dengan mata melotot dan gading mencuat dari mulutnya.

Kekayaan seni budaya Banyuwangi, koreografi Tari Barong banyak mengambil inspirasi dari dongeng setempat. Salah satu dongeng yang paling terkenal adalah yang mengisahkan perjuangan rakyat dalam membuka lahan baru di hutan dan harus menghadapi roh jahat yang bersemayam di hutan tersebut. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah agar manusia tidak lupa menjaga hutannya. Kekayaan seni budaya Banyuwangi terlihat dari banyaknya penampil Tari Barong dari berbagai daerah berbeda di Banyuwangi.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #2: Mocoan Pacul Goang

Mocoan Pacul Goang

Mocoan Pacul Goang

Bukti kekayaan seni budaya Banyuwangi lainnya adalah pertunjukan Mocoan Pacul Goang. “Mocoan” dalam Bahasa Jawa berarti “membaca.” Sedangkan “pacul” bermakna “ejekan.” Dalam pertunjukan ini, kendang, biola, gong dan kluncing digunakan sebagai alat musiknya. Tujuh sampai delapan orang yang ada dalam satu grup akan bernyanyi dan membacakan tulisan yang berasal dari lontar Yusuf dalam berbagai versi mocopat menggunakan gaya Blambangan.

Pertunjukan ini ditujukan sebagai kekayaan seni budaya Banyuwangi yang dapat digunakan untuk lucu-lucuan. Salah seorang penonton akan mengucapkan, “Paculan, wis.” (ejek-ejekan sana – red.) untuk menandai dimulainya pertunjukan ini dan para penampil akan mulai saling ejek. Pertunjukan ini juga dikenal seibagi kesenian Aljin karena awalnya dipimpin oleh seoranng bernama Aljin.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #3: Berbagai Jenis Angklung

Angklung Paglak

Berbagai Jenis Angklung: Angklung Paglak

Angklung merupakan alat musik khas yang terbuat dari bamboo dan menandakan kekayaan seni budaya Banyuwangi. Pertunjukan angklung dibawakan oleh dua belas sampai empat belas orang. Seni budaya di Banyuwangi mengenal empat jenis angklung, yaitu:

  • Angklung Caruk. Angklung Caruk juga merupakan kekayaan seni budaya Banyuwangi, “Caruk” dalam bahasa khas Banyuwangi bermakna “pertemuan.” Terdiri dari dua kelompok penampil dan tiga kelompok penonton. Dua kelompok penampil saling berlomba memamerkan keahlian bermain angklung. Tiga kelompok penonton terbagi menjadi penonton yang membela kelompok penampil satu, penonton yang membela kelompok penampil dua, dan penonton yang netral saja. Pertunjukan kekayaan seni budaya Banyuwangi ini menjadi ramai karena keriaan yang dihasilkan penonton yang riuh membela kelompok penampil masing-masing.
  • Angklung Tetak. “Tetak” bermakna “berjaga di malam hari.” Inspirasi untuk angklung tetak datang dari alat kentongan yang dipakai untuk berjaga. Angklung ini mulai terkenal dan member kontribusi pada kekayaan seni budaya Banyuwangi di tahun 1950 dan berkembang di Kampung Glagah. Angklung tetak mulai disempurnakan di tahun 1974 untuk menghasilkan nada yang lebih jernih.
  • Angklung Paglak. Paglak adalah gubuk sederhana yang terbuat dari bambu, dibangun sepuluh meter di atas tanah di sawah atau dekat pemukiman dan ditujukan untuk tempat menjaga padi dari serangan burung. Para petani akan menjaga padi mereka sambil bermain angklung di paglak. Dari situlah muncul istilah angklung paglak dan menambah panjang daftar kekayaan seni budaya Banyuwangi. Dulu sekali, petani-petani ini akan mengadakan pertunjukan angklung paglak menyambut musim panen.
  • Angklung Blambangan. Kekayaan seni budaya Banyuwangi yang disebut angklung blambangan ini merupakan pemutakhiran dari angklung caruk. Dalam prtunjukan angklung blambangan, angklung caruk akan dilengkapi dengan alat musik gong dan gandrung.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #4: Banyuwangi Ethno Festival

Banyuwangi Ethno Festival

Banyuwangi Ethno Festival

Kekayaan seni budaya Banyuwangi yang begitu luar biasa perlu penangangan yang serius pula untuk menghindari hilangnya ketertarikan masyarakat asli maupun Kekayaan seni budaya Banyuwangi itu sendiri. Untuk menunjukkan dukungannya terhadap praktek budaya yang masih dihidupkan oleh masyarakat dan sekaligus untuk memperkenalkannya ke jauh lebih banyak orang, pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengemas ragam kekayaan seni budaya Banyuwangi ini ke dalam acara Banyuwangi Ethno Carnival yang banyak disebut BEC.

BEC bertujuan menjadi jembatan kekayaan seni budaya Banyuwangi dengan modernisasi yang tumbuh dengan pesatnya dan menunjukkan bahwa kearifan lokal dan filosofi yang telah lama ditanamkan dalam diri penduduk Banyuwangi tidak perlu diubah; hanya perlu diperkenalkan kembali tentang.

Karnaval Ethno ini merupakan acara berskala internasional yang juga bertujuan memancing kreativitas generasi muda agar mau menuangkan berbagai gagasan yang tidak hanya unik dan menarik namun juga mampu memvisualisasikan nilai kesukuan dan tradisi daerah masing-masing ke dalam pertunjukan yang dikemas dengan artistik dan menggugah sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai dan kekayaan seni budaya Banyuwangi.

Hal ini diharapkan dapat secara khusus meningkatkan kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap seni budaya dan tradisi masyarakat Banyuwangi dan secara umum menjadi sajian yang menarik dan berkesan bagi pengunjung yang mengagumi kekayaan seni budaya Banyuwangi.

Dari apa yang telah dituliskan di atas, seni budaya daerah Banyuwangi jelas masih menyimpan potensi untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada dunia. Dengan slogan “Sunrise of Java,” membawa kekayaan seni budaya Banyuwangi kepada dunia merupakan tujuan dari pemerintah setempat yang diharapkan turut didukung oleh pemerintah pusat, masyarakat Banyuwangi sendiri, serta semua individu yang, secara langsung maupun tidak, memiliki ikatan dengan Banyuwangi.

Sumber Gambar :

  • http://hasanbasri08.files.wordpress.com/2010/01/barong11.jpg (Tari Barong)
  • http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/aptika-ikp/files/2013/05/janger-bwi.jpg (Mocoan Pacul Goang
  • http://www.flickr.com/photos/88456638@N06/8310324319/ (Angklung Paglak)
  • http://data.tribunnews.com/foto/images/preview/20130909_banyuwangi-ethno-carnival-2013_2442.jpg (Banyuwangi Ethno Festival)

Keindahan Destinasi Wisata Banyuwangi

Siapa yang tidak kenal dengan Banyuwangi. Banyuwangi merupakan sebuah kota tujuan wisata yang istimewa bagi yang ingin menghabiskan masa liburan, maupun hanya untuk meluangkan hobi traveling.  Rumah bagi segala destinasi  wisata yang menakjubkan dan menawarkan keindahan yang sempurna.  Udara yang segar dan bersih, serta alam yang membentang indah dapat membuat orang tertarik dan tak akan merasa cepat jenuh dengan apa yang disuguhkan oleh Banyuwangi. Walaupun pernah menjadi kota terkotor beberapa tahun lalu, namun sekarang Banyuwangi telah disulap menjadi kota yang bersih dan langsung  meraih piala adiwiyata.

Selain itu pun, kini menjelajahi wisata di Banyuwangi sudah tidak perlu susah lagi.  Sangat banyak perubahan yang telah dilakukan agar menjadikan Banyuwangi lebih dikenal sebagai kota destinasi wisata domestik maupun mancanegara yang menakjubkan.  Dan itu akan terus dikembangkan agar memiliki potensi yang lebih besar lagi.  Beberapa destinasi wisata yang kurang dikenal, diharapkan dapat lebih mendatangkan tingkat kunjungan yang tinggi pula.  Banyuwangi memiliki potensi yang besar, namun kurang dikelola lebih optimal.

Berbagai event lokal maupun internasional pun telah diadakan, dan menjadi agenda tahunan bagi Banyuwangi.  Tour de Ijen dan Banyuwangi International Surf Competition menjadi dua event terbesar yang diadakan di Banyuwangi, yang hampir setiap tahunnya ramai dipadati masyarakat Banyuwangi.  Ini terbukti, Banyuwangi siap menjadi lebih baik dari sebelumnya untuk menjadi destinasi wisata terbaik di Indonesia !

Banyuwangi memiliki berbagai julukan yang diantaranya sebagai berikut.

  • Kota Banteng
    Kabupaten Banyuwangi dijuluki kota banteng dikarenakan di Banyuwangi tepatnya di Taman Nasional Alas Purwo terdapat banyak banteng jawa.
  • The Sunrise of Java
    Julukan The Sunrise of Java disandang Kabupaten Banyuwangi tidak lain karena daerah yang terkena pertama sinar matahari terbit dari Pulau Jawa.
  • Kota Pisang
    Sejak dahulu Kabupaten Banyuwangi sangat dikenal sebagai penghasil pisang terbesar, bahkan tiap dipekarangan rumah warga selalu terdapat pohon pisang.

Setelah mengenal beragam mengenai Banyuwangi, kini saatnya mengenal destinasi wisata yang ada di Banyuwangi !  Berikut ini daftar enam destinasi wisata dan rekreasi keluarga di Banyuwangi yang wajib kalian kunjungi jika berada di Banyuwangi.

  • Gunung Ijen

    Gunung Ijen

    Gunung Ijen

    Gunung Ijen salah satu gunung yang masih aktif hingga sekarang dan merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya.  Bagi kalian yang suka akan petualangan, Gunung Ijen sangat tepat untuk kalian. Karena Kawah Ijen disebut sebagai danau kawah terbesar di dunia yang memiliki daya tarik yang kuat untuk mengundang para wisatawan berkunjung, dari warna danaunya hijau kebiruan, suhunya yang dingin dan sejuk khas hawa pegunungan, panorama indah sampai aktivitas para penambang belerang sangat menarik untuk dinikmati dan yang paling utama tentu fenomena Blue Fire yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi, karena diyakini fenomena alam ini hanya ada dua di dunia yakni Ijen dan Alaska.

  • Pantai Plengkung / G-Land

    Pantai Plengkung

    Pantai Plengkung

    Pantai Plengkung atau biasa di sebut dengan G-Land, adalah salah satu pantai di Banyuwangi dan telah populer di kenal sebagai Seven Giant Waves Wonder yang diberikan oleh seorang peselancar dunia atas gulungan ombaknya yang memukau.  Ombak di pantai ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia, dengan ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 Km dalam formasi 7 gelombang bersusun.  Tidak salah jika Pantai Plengkung merupakan surga bagi peselancar profesional dunia yang ingin menaklukan ombak dengan berbagai kreasi surfing mereka.

  • Watu Dodol

    Watu Dodol

    Watu Dodol

    Obyek wisata ini kurang lebihnya adalah pantai, tepat berada di perlintasan jalur Banyuwangi – Situbondo. Wisatawan yang ingin menikmati keindahan wisata Watu Dodol akan disuguhi dengan berbagai indahnya panorama laut dan bisa juga mendaki bukit untuk bisa menikmati pemandangan dan suasana yang lebih indah lagi.

  • Pulau Merah

    Pulau Merah

    Pulau Merah

    Pulau Merah atau Red Island adalah sebuah pantai dan objek wisata di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.  Pantai ini dikenal karena sebuah bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di dekat bibir pantai.  Bukit ini dapat dikunjungi dengan berjalan kaki saat air laut sedang dalam keadaan surut. Selain wisata alam, terdapat pula wisata religi yang terdapat Pura dimana warga yang beragama Hindu disana melaksanakan upacara Mekiyis.

  • Taman Nasional Alas Purwo

    Taman Nasional Alas Purwo

    Taman Nasional Alas Purwo

    Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan hutan hujan dataran rendah dan terdapat sedikitnya 584 jenis tumbuhan seperti, rumput, herba, semak, liana dan pohon.  Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di TN Alas Purwo seperti penyu lekang, penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu hijau yang biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari – September.

  • Pantai Sukamade

    Pantai Sukamade

    Pantai Sukamade

    Pantai Sukamade merupakan salah satu bagian dari Taman Nasional Meru Betiri dan merupakan zona pemanfaatan intensif untuk pengamatan telur penyu dan pelepasan tukik. Di pantai ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung saat penyu bertelur.  Wisatawan juga dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut setelah ditetaskan pada penetasan semi alami.

    Bagi kalian yang mencari suasana pantai yang masih asri dan alami, pantai Sukamade bisa menjadi salah satu alternatif untuk dikunjungi.  Pantai yang terletak dikawasan taman nasional Meru Betiri merupakan deretan pantai selatan sehingga tidak heran bila ombaknya bisa dimanfaatkan juga untuk berselancar. Obyek wisata lain yang ada di Pantai sukamade adalah Hutan mangrove yang terletak di muara timur Pantai Sukamade. Sungai di sekitar mangrove bisa dimanfaatkan untuk cano sambil melakukan pengamatan burung.

Info Event Banyuwangi !!!

Jadwal Event Banyuwangi

 – Keindahan Destinasi Wisata Banyuwangi –
– I LOVE BANYUWANGI ! – ISUN DHEMEN BANYUWANGI ! –

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Banyuwangi
  • http://inloveindonesia.com/fenomena-alam-blue-fire-di-kawasan-wisata-kawah-ijen-jawa-timur/
  • http://www.eastjava.com/tourism/banyuwangi/ina/

Story Telling Contest (STC) 2013

Story Telling Contest adalah salah satu event tahunan OSIS SMA Negeri 1 Glagah yang biasanya diadakan pada bulan November atau Desember. Seperti namanya, acara ini merupakan kompetisi bercerita dalam Bahasa Inggris. Peserta adalah siswa SMP atau MTs yang telah memenuhi persyaratan seperti mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran.

Teknis lomba ini biasanya dijelaskan pada temu teknik yang biasanya diselenggarakan beberapa hari sebelum lomba dilaksanakan. Yang harus dilakukan peserta saat lomba adalah mengerahkan segala kemampuannya dalam bercerita. Biasanya hal-hal yang dinilai meliputi pronunciation atau pelafalan dalam bahasa Inggris, ability to express atau kemampuan untuk mengungkapkan isi cerita beserta improvisasi bila diperlukan dan fluency atau kelancaran dalam bercerita.

Setelah itu nilai akan dijumlah dan dirankink. Peserta yang dinyatakan lolos akan berjuang lagi dalam babak final dengan teknis seperti babak sebelumnya. Pada babak final 5 peserta bernilai tertinggi berhak mendapatkan hadiah. Hadiah biasanya berupa trofi, sertifikat, uang pembinaan serta credit point untuk masuk ke SMAN 1 Glagah.

Story Telling Contest (STC) 2013

Lomba ini diselenggarakan pada :

  • Hari : Kamis, 28 November 2013
  • Waktu : 07.00 – selesai
  • Tempat : Pondok Wina
  • Pendaftaran dibuka pada : 8 – 16 November

Technical Meeting Story Telling Contest (STC) 2013

  • Hari : Sabtu
  • Waktu : 16 November 2013
  • Tempat : Aula SMA Negeri 1 Glagah
  • Persyaratan :
    1. Siswa SMP/MTs se Kabupaten Banyuwangi
    2. Membayar biaya registrasi sebesar Rp 35.000,-
    3. Tiap peserta mengisi formulir pendaftaran

Teknisi Kegiatan Story Telling Contest (STC) 2013

  1. Peserta membawakan atau menceritakan naskah cerita yang telah disediakan sebelumnya oleh juri dengan durasi waktu maksimal 5 menit
  2. Diambil 7 peserta dari masing-masing pool untuk mengikuti grand final dan dilaksanakan pada hari itu juga
  3. Teknis pelaksanaan grand final, yaitu peserta diberikan waktu 40 menit untuk memahami naskah tersebut dan selanjutnya para grand finalis harus menceritakan kembali naskah yang telah dipahami
  4. Diambil juara 1 hingga 5 dengan hadiah yang telah dijelaskan
  5. Technical Meeting diselenggarakan pada hari sabtu, 16 november 2013
  6. Pendaftaran terakhir pada saat Technical Meeting.

Hadiah Story Telling Contest (STC) 2013

Juara 1 : Trophy + Setifikat + Credit Point + Uang Pembinaan Rp 1.000.000
Juara 2 : Trophy + Setifikat + Credit Point + Uang Pembinaan Rp 750.000
Juara 3 : Trophy + Setifikat + Credit Point + Uang Pembinaan Rp 500.000
Harapan 1 : Trophy + Setifikat + Credit Point + Uang Pembinaan Rp 300.000
Harapan 2 : Trophy + Setifikat + Credit point + Uang Pembinaan Rp 200.000

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi
SMA Negeri 1 Glagah
Sekolah Standar Nasional (SSN)
Jalan Melati 1 Banyuwangi
Telepon (0333) 421357
Glagah Banyuwangi
Email : smanglagah_bwi@yahoo.co.id

FB          : http://www.facebook.com/SMAN1Glagah
Twitter : http://twitter.com/sma1glagah

Contact Person Story Telling Contest (STC) 2013

Daus : 085749491949
Kety : 085749285835
Firda : 081249331011

Story Telling Contest (STC) 2013

Story Telling Contest (STC) 2013

Pantun Bahasa Using

Bahasa Using merupakan bahasa budaya Banyuwangi, bahasa yang digunakan oleh Suku Using.  Banyak sekali kata Bahasa Using yang berasal dari sisa-sisa Jawa Kuno.  Hingga kini, Bahasa Using  banyak sekali mengadaptasi berbagai bahasa.  Dari bahasa madura, bahasa jawa, bahasa belanda, bahasa inggris dan lain sebagainya.  Bahasa Using tidak mengenal perbedaan kasta dalam percakapan maupun tulisan, seperti yang muda ke dewasa ataupun yang dewasa ke yang muda.

Menggunakan Pantun menggunakan Bahasa Using adalah hal yang unik, bahkan akan terdengar lucu tapi mengena.  Dalam Bahasa Using pantun disebut wangsalan.  Wangsalan disini terbagi dalam beberapa kategori, meliput wadanan, sindiran, nasihat demenan dan guyonan.  Wangsalan banyak sekali digunakan dalam lagu Using, yang membuat pendengar dari lagu itu sendiri merasakan kenyamanan.  Karena Pantun Bahasa Using sendiri memiliki sesuatu yang unik yang tidak dimiliki bahasa lain.  Seperti didalam lagu ‘Tutupe Wirang’ yang dipopulerkan oleh Demy, artis asli Banyuwangi …..

Welas isun hang ilang..
Kegowo angin nong awang-awang..
Sing gampang ngganteni kembang sun hang ilang..
Riko hang dadi tutupe wirang..

Selain itu, kalian juga dapat gunakan untuk gombalin orang yang kalian suka ataupun hanya iseng belaka dengan menggunakan wangsulan.  Lebih tepatnya lagi yaitu wangsulan demenan, berikut ini adalah contoh Pantun Bahasa Using sesuai kategorinya.

Wangsulan Demenan

Mangan tahu ambi bakso
Taping weteng mageh luwe
Loro ati mageh kroso
Demenan ono hang duwe

Ana lintang ana ulan
Jejer-jejer ring ndhuwuran
Ati bungah sing karuan
Ndeleng riko liwat ngarepan

Wangsulan Nasihat

Pak Dadang tuku tipi keder
Tipi keder dienggo lare-lare
Kadhung riko pengen pinter
Ojo lali sholat lan belajare

Mangu-mangu kabur kanginan
Mergo duwe ati hang belang
Kadhung wes rungu kumandang adzan
Ayo gancang podho sembahyang

Wangsulan Sindiran

Fendy mbewek
Ngadepe nganan
Siro wes tuwek
Ojo wadonan

Ambune gerang kebal-kebul
Dipepe ring ndhuwur pager
Kadung ngomong ngalor ngidul
Gancang tah hang bener

Wangsulan Guyonan

Montor polisi kerungu muni
Munine wiyuu.. wiyuu…
Fendy ngakak ndeleng Joni
Dikejer bencong mlayu-mlayu

Adul ndomble anake Pak Camat
Kadhung ngomong sing rembukan
Aran lare kadhung wes telat
Budal sekolah lali sempakan

Wangsalan Wadanan

Wit klopo arane glugu
Disigari diparo dadi pitu
Saben dino isun sing biso turu
Ndeleng riko hing due untu

Atinisun seru senenge
Ndeleng riko gemuyu
Ulih baen ayu raine
Temokeno lare wandu

Tiket Pesawat Ludes Tiket KA Melimpah

Rogojampi – Jika Anda bermaksud mudik menggunakan transportasi udara dari Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, tampaknya harus menahan kekecewaan. Sebab, saat ini tiket pesawat udara di masa libur Lebaran sudah ludes terjual.

Tiket pesawat hari H Idul Fitri sudah lama habis, baik tujuan Surabaya maupun sebaliknya.  “Tiket sudah habis hingga H+7 Lebaran,” ungka Kepala Satker Bandara Blimbingsari, Andy Hendra Suryaka.

Selama Ramadhan, aktivitas penerbangan dari Bandara Blimbingsari sangat padat.  Itu terjadi pada penerbangan komersial yang dilayani pesawat Wings Air maupun penerbangan yang menggunakan pesawat khusus.  “Sekarang cari tiket pesawat susah karena sudah habis.  Pemudik sudah semakin percaya transportasi udara,” tegasnya.

Sementara itu, tiket kereta api (KA) dari beberapa stasiun Banyuwangi tersisa sekitar 5.663 tempat duduk.  Tiket KA Mutiara Timur malam tujuan Stasiun Gubeng Surabaya (SGU) tersisa 655 seat.  Kelas eksekutif 394 kursi dan kelas bisnis tersisa 261 kursi.

KA Mutiara Timur siang tersisa sekitar 1.195 seat, yakni 721 kursi kelas eksekutif dan 474 kursi kelas bisnis.  “Itu keberangkatan mulai 5 hingga 18 Agustus 2013,” jelas Manager Hukum dan Humas PT KAI Daops 9 Jember, Gatut Sutiyatmoko.

KA Tawang Alun tujuan Malang hanya tersisa 2.324 tempat duduk.  Sisa tempat duduk itu untuk keberangkatan 6 hingga 18 Agustus 2013 mendatang.  Tanggal 12 dan 13 Agustus sudah kosong.

Gatut menambahkan, KA Sri Tanjung jurusan Gubeng Surabaya masih tersisa banyak sekitar 1.025 tempat duduk.  KA Sri Tanjung tujuan Jogjakarta tersisa sekitar 464 tempat duduk.  “Tempat duduk itu hanya tersedia pada keberangkat tanggal 16, 17, dan 18 Agustus.  Tiket 6 hingga 15 Agustus sudah tidak ada,” katanya. (Agi/cl/bay)

Sumber :

  • Radar Banyuwangi, 6 Agustus 2013

Sehari 60 Ribu Pemudik Masuk Jawa

Kalipuro – Kedatangan arus mudik Idul Fitri dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengalami lonjakan kemarin (4/8).  Dalam sehari kemarin, penumpang pejalan kaki dari Gilimanuk menuju Ketapang menembus angka 60.864 orang.

Sehari sebelumnya, jumlah penumpang pejalan kaki hanya 34.000 orang.  Sedangkan penumpang roda dua (R2) naik menjadi 15.846 unit dari sebelumnya 10.500 unit.  Sementara kendaraan roda empat (R4), naik menjadi 5.298 unit naik dari sebelumnya yang hanya 4.939 unit.  Untuk penumpang pejalan kaki mengalami peningkatar sekitar 25 persen, kendaraan R2 naik sekitar 50 persen, dan kendaraan R4 naik sekitar tujuh persen.

Pada H-5 kemarin, PT ASDP Indonesia Ferry (IF) Ketapang mengoperasikan 32 kapal dengan jumlah 225 trip.  Dalam aktivitas penyeberangan kemarin, semua kapal yang datang dari pelabuhan Gilimanuk selalu penuh berisi pemudik.

Sedangkan dari pelabuhan Ketapang, arus balik mulai ada peningkatan.  Hanya, peningkatan penumpang dari Jawa ke Bali tidak terlalu signifikan.  Antrean di pelabuhan Ketapang terjadi pada saat kapal bongkar menurunkan penumpang dari Bali.

Proses bongkar kapal cukup lama, karena penumpang dari Bali meningkat tajam.  “Arus mudik dari Ketapang memang mulai meningkat, namun tidak terlalu besar,” ungkap Pemimpin Cabang PT ASDP IF Ketapang, Waspada Heruwanto melalu Manager Operasional, Saharuddin Koto.  Arus mudik dari Ketapang hingga pukul 08.00 kemarin, jumlah penumpang tercatat sekitar 21.369 orang, kendaraan R2 1.479 unit, dan kendaraan R4 sebanyak 3.479 unit.  Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, pada H-5 penumpang pejalan kaki terjadi peningkatan 17 persen.

Sebelumnya, jumlah penumpang 18.262 orang pada H-5 naik menjadi 21.369 orang.  Kendaraan R4 naik lima persen dari 3.323 unit menjadi 3.479 unit.  Sementara untuk kendaraan R2 mengalami penurunan sekitar 73 persen dari 5.457 unit turun menjadi 1.479 unit.  Jumlah trip dari Ketapang juga mengalami penurunan sekitar sembilan persen dari 246 trip turun menjadi 224 trip.

Sumber :

  • Radar Banyuwangi, 5 Agustus 2013

Bintang Timur Dan Perintis Lolos Ke Divisi Utama

Kompetisi Internal PSSI Banyuwangi.  Sempu – Perjalanan panjang kompetisi internal Pengkab PSSI Banyuwangi mencapai endingnya, Sabtu (3/8) lalu.  Rampungnya seluruh pertandingan ditandai dengan digelarnya partai final Divisi I di Lapangan Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.  Dua tim, yakni PS Bintang Timur Kedungrejo Muncar dan PS Perintis Srono menjadi laga penutup.

Dalam laga yang disaksikan ratusan pasang mata tersebut, tim asal Muncar, PS Bintang Timur, memastikan diri menjadi kampiun di ajang Divisi I.  Kepastian itu diperoleh usai menundukkan rival utamanya, PS Perintis Srono, dengan skor tipis 1-0.  Hasil ini juga bermakna ganda bagi kedua tim.  Setidaknya, musim depan mereka akan menggenggam tiket promosi untuk berlaga di level Divisi Utama Pengkab PSSI Banyuwangi.

Sementara itu, rampungna kompetisi Divisi I juga dilengkapi dengan level di bawahnya, Divisi II.  Dalam pertandingan final Divisi II, PS Argen Gengteng menjadi kampiun di level ini usai menundukkan PS Porwing Wringinpitu.  Hasil ini membuat  kedua tim memastikan tiket promosi ke Divisi I musim depan.

Ketua PSSI Banyuwangi, Mohamad Kayun Rosyid Sholeh menuturkan, kompetisi internal ini akan menjadi pemantauan bagi pemain sepak bola di Banyuwangi.  Sejumlah agenda menjadikan pihaknya.  Di antaranya Liga Remaja, hingga kompetisi Divisi III Jatim yang diikuti oleh tim Persewangi Muda.

Selain itu, Kayun menambahkan, dengan rampungnya kompetisi Divisi I dan II, pihaknya segera dalam waktu dekat akan mempersiapkan kompetisi level pamungkas, yakni di strata Divisi Utama.  “InsyaAllah bulan Oktobr mendatang Divisi Utama bisa digelar,” ujarnya. (nic/als)

Sumber :

  • Radar Banyuwangi, 5 Agustus 2013

Hasil Seleksi PPDB Reguler

Hasil Seleksi PPDB Reguler – Berikut adalah hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru di Kabupaten Banyuwangi tahun ajaran 2013/2014.   Dari sumber yang pasti http://banyuwangi.siap-psb.com/#!/030001/hasil, dari mulai tanggal seleksi 26 Juni hingga 1 Juli 2013.  SMA Negeri 1 Glagah yang memiliki daya tampung 125 siswa, ada 8 siswa diantaranya berasal dari luar daerah Banyuwangi.  Jalur reguler SMA Negeri 1 Glagah diperoleh hasil seleksi sebagai berikut.  Selamat Bagi Kalian !

  • SYAFRIE ARVIN IRKHAMI
  • SINDI DWI LAUDIASARI
  • FIDIYAH RAHMA
  • ALVAREZA SHAFIRA VIESTA
  • AHMAD RAHARDI KURNIAWAN
  • DELVI ALPHA FALIHA
  • LISSHAHNASH ALQORI’ATI ZULFANA
  • RISMA EKA LESTARI
  • ZAHROTUL MILLA
  • FAIZAL FAHMI IKROMAN
  • UZLIFATUL FAUZIYAH
  • SEPTYAN ARYA JALASENA
  • PANDU AGUNG WIRAYUDHA
  • SIPTA KAROMAH
  • ULFA ARIFANI
  • FAUZAN HAFIDH
  • ALYA HAQNAN MAHEYUNATA
  • MOH. ILHAM FAHMI
  • TRI DWI PERIYANTO PUTRA
  • CIKA ADHITA DEWI WICAKSANA
  • BITHA ARIYANI
  • DIAJENG AYUNING TYAS
  • AQO ANASTIAN
  • FIRZA
  • SALLIYAH
  • DILLA RESTU JAYANTI
  • NADIA DWI FATMAWATI
  • SINTIA DWI NUR ANDINI
  • MOH. TIO SAPUTRA
  • LUGAS DESTRA RUMPAKAADI
  • UMAR ACHMAD
  • MUHAMMAD HADYAN LAZUARDI
  • WALIDATUDZ DZIKRO
  • DANI RUSDIYAN P
  • DESTYA DWI DAMAYANTI
  • AGTHA DESYA PRATITAH
  • LIYYA MUTIMMATUD DAROINI
  • IYANDO ADITIYAWAN
  • NUR ROHIM
  • NOVA KURNIANINGTYAS PRAHESTI
  • WAHYU RESANTI
  • BELLA AL HAIFAH
  • DIMAS REYNALDI FACHRIZAL
  • HENDRA SUGIHARTA
  • NIDA KHUSNUL NADIYA
  • AIRLANGGA NALA SISWANTO
  • ARI SUSIANA
  • LILA AULIA RENJANI
  • ADE RIO PRASETYO
  • MEGA ZALZALAH HASAN
  • CIPTA PRIAMBODO
  • MAY FATMAWATI
  • ADINA MUTIARA KURNIAWAN
  • AGUSTINA MAUREN ASTRIA
  • LINGKAR PAMUNGKAS
  • SHOFANA ELFA HIDAYAH
  • FABIOLA DITA AISYAHPUTRI
  • IGA FAJARIN
  • MIMA WAHYUNINGSIH
  • RENY CITRA PRATIWI
  • ANITA DEWI PEBRIANTI
  • ITA MAIDA YANTI
  • DINDA AGUSTINA HARAHAP
  • LUSIA ANTIKA PUTRI
  • SARAH ANANDIA SHAFIRA
  • SELLI CAHYANI ZAKTI
  • DINDA ZULVIA ZAHRO
  • NARENDRA MAULANA WIJAYA
  • IQBAL KURNIAWAN
  • NEZA AMANDA AHMAD
  • RENALDI PEBRIDIANSYAH IRAWAN
  • FARDINA AULIA
  • RIVALDI PRAKASA
  • NUFILATUL HASANAH
  • TESYA FEBI VIOLITA
  • MUH. THIRAFI RACHMAN
  • WAHYU FEBRIYANTO
  • MUHAMMAD NI’AM IRSAB DILLAH
  • ALDI AL FARIZ HENDRAWAN
  • HADZAR TASMIN
  • AHMAD RIZAL
  • HENDRI KUSWOYO
  • MUHAMMAD AFIF FIRSTANTO
  • HERIN DIKA PRATIWI
  • DESSY RIZKY PUTRI
  • MAHENDRA CAHYADI RAMADHAN
  • NABILA YUNKA SAFIRA
  • BAGASKARA SULUH PAMBUDI
  • YUSRIL FALAH
  • REGITA OKTANIA GALISTIANDRI
  • YULIUS SETYABUDI DARMAWAN
  • DITA SATUPA AGUSTIN GEN GUMELAR
  • AFINA FAKHIRA SHOFIANA
  • RISKA SETIAWATI
  • DWI SABILLA CRISMONITA
  • NOVIA AINUR PRATIWI
  • ADE FISMA HANNY SULAIMAN
  • FEBY SABILHUL HANAFI
  • RICO PRIANDANA LORIS
  • ERISKA AULIA MEIDIANA
  • BENY HANGGARA
  • AGUSTY MAULANA BRAMASTA
  • DEVI PERMATASARI
  • YOVINDA DEVITA RACHMASARI
  • MARITSA RIZKIYAH
  • YUSRIR RIDLO ANDRI HIDAYAT
  • BAGUS DARMAWAN
  • EDVIN OKTAMAR PUTRA WAHYONO
  • RENA CITRA PRATIWI
  • NABILLA ANGGI WIJAYANTI JULIYANTO
  • NINUK PROFITA SARI
  • RIAN ABDUL AZIS
  • MELINDA ASTI
  • DIMAS ARDIYANTO
  • ERICHA FITRIANI
  • REINALDO JULIANSYAH HASAN
  • NOVE ANGGUNIA
  • HENING NAYENGGITA
  • AMELIA VIKRI LAILI
  • DITA DELIANA DWI IMAWATI
  • FAJAR NURROHMAN
  • CINTIYA AULIA FITRIANA
  • BAYU AGUNG GEMPUR SAMUDERA
  • WAHYU NUR ROHMAN
  • NOVI YUSMITA SARI
Scroll To Top