Monday, January 23, 2017
Artikel Terkini
You are here: Home » Info Banyuwangi

Category Archives: Info Banyuwangi

Wisata Taman Nasional Baluran

Indonesia memiliki banyak sekali destinasi tempat wisata alam. Selain tempat wisata alam seperti pantai, bukit atau dataran tinggi lainnya, Indonesia juga memiliki beberapa tempat wisata berupa taman nasional. Salah satunya adalah Taman Nasional Baluran. Taman nasional ini terletak di perbatasan Situbondo dengan Banyuwangi tepatnya berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Apabila anda berkendara menuju pelabuhan Ketapang melewati jalur pantura, anda akan melewati taman ini. Pasalnya, pintu gerbang utama taman nasional ini terletak di jalur akses utama menuju Bali. Sehingga, lokasi taman nasional ini tentu tidak sulit untuk ditemukan. Aksesnya yang mudah untuk dilewati juga menjadikan tempat wisata taman nasional ini wajib untuk dikunjungi ketika anda sedang berlibur.

Taman Nasional Baluran merupakan taman nasional yang juga dijuluki sebagai Little Africa atau Africa van Java. Mengapa demikian? Pasalnya, taman nasional ini memiliki sabana atau padang rumput yang sangat luas dengan satwanya yang liar. Selain padang rumput yang luas, juga terdapat pohon-pohon kering serta bebatuan yang dapat dijumpai di sana. Selain itu, ketika anda berkunjung ke sana, anda juga akan menemukan beberapa jenis satwa liar seperti kerbau, rusa, ular, banteng, burung merak, dan monyet liar. Tak heran apabila taman nasional ini dijuluki sebagai Little Africa karena memang taman nasional ini mirip seperti padang rumput di Africa. Tentu anda tidak perlu jauh-jauh apabila ingin menikmati suasana seperti layaknya di Africa, karena anda dapat menemukannya di taman nasional yang terletak di perbatasan Situbondo-Banyuwangi ini. Taman nasional ini memiliki luas sekitar 25.000 hektar yang didalamnya terdapat beberapa jenis satwa, hutan, dan tumbuhan. Hampir seluruh jenis atau tipe hutan yang ada di Indonesia terdapat di taman nasional ini. Oleh sebab itu, taman nasional ini juga dijuluki sebagai miniatur hutan Indonesia. Diantaranya terdapat vegetasi savana,  hutan musim, hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa, hutan pegununan bawah, serta hutan yang daunnya selalu hijau.

Apabila anda mengunjungi Taman Nasional Baluran, anda harus naik ke menara pandang yang tingginya 30 meter. Pasalnya, jika anda naik sampai puncak menara pandang ini, anda dapat melihat dan menikmati pemandangan yang indah dari ketinggian. Anda dapat melihat Gunung Baluran yang terdapat di sebelah selatan serta hamparan sabana yang luas. Ada juga beberapa fasilitas yang disediakan ketika anda mengunjungi tempat nasional ini, diantaranya yaitu tempat penginapan, outbond ground, dan camping ground. Adanya fasilitias tersebut membuat anda tidak perlu repot mencari  tempat penginapan apabila ingin bermalam di taman nasional ini karena sudah disediakan. Harga sewa untuk menginap juga bervariasi dan dapat disesuaikan dengan isi kantong anda.

Please include attribution to http://www.rumah.com/ with this graphic.

Minat

Keunggulan Pesawat Garuda Indonesia Dari Maskapai Lain

Sekarang ini Indonesia sedang mengalami banyak sekali sanksi yang di jatuhkan dari pihak-pihak internasional, termasuk sanksi masalah penerbangan. Kita tahu bahwa akhir-akhir ini kita sedang mengalami larangan penerbangan ke beberapa wilayah di luar negeri.

Tapi tidak untuk maskapai yang satu ini “Garuda Indonesia”, adalah maskapai yang terbaik dari maskapai lain yang ada di Indonesia. Kenapa tidak, di saat kita menghadapi isu larangan terbang ke Uni Eropa, Maskapai Garuda Indonesia ini di perbolehkan mendarat ke benua Eropa.

Ada beberapa keunggulan lain yang di tawarkan oleh maskapai ini, ini dia rangkumannya :

  • Ketepatan Waktu.

Bagi seorang pembisnis atau orang yang suka berpergian, waktu adalah hal yang sangat penting. Bahkan ada beberapa orang yang bersedia membayar berapa saja untuk mengambil jasa transportasi karena ketepatan waktunya. Hal ini di sadari oleh pihak maskapai Garuda Indonesia, bahwa waktu itu adalah sebuah hal yang amat penting. Maskapai ini untuk masalah waktu adalah yang nomer wahid di antara maskapai lain di Indonesia.

  • Kenyamanan.

Saat seorang akan membeli sesuatu, atau membayar sesuatu pasti yang di perhatikan adalah kualitas barang dan juga pelayananya, dalam maskapai ini kenyamanan penumpang adalah prioritas. Prmugari dalam maskapai Garuda Indonesia ini sangatlah ramah dan maskapai ini menyediakan berbagai macam fasilitas dari makanan yang lezat, LCD TV layar sentuh, mp3, dan juga majalah-majalah untuk di baca para penumpang secara gratis.

  • Keamanan.

Kualitas keamanan dan keselamatan dalam maskapai ini juga sudah tinggi, dengan adanya system GMF (Garuda Maintenace Facilities) sebagai bengkel pesawat khusus Garuda Indonesia, memberikan kesan bahwa pesawat ini selalu di maintenance setiap waktu, sehingga kondisi pesawat selalu prima saat di jalankan oleh pilotnya untuk penerbangan.

  • Tidak perlu repot memindahkan barang sewaktu transit.

Bagi anda yang sedang melakukan transit dari bandara satu ke bandara lain, mungkin untuk beberapa maskapai, anda harus repot-repot memindahkan barang tersebut. Tidak dengan pesawat Garuda Indonesia ini. Pada saat anda melakukan transit, anda tidak perlu melakukan pemindahan barang-barang bagasi anda, penumpang pesawat hanya perlu check-in lagi untuk transit menuju bandara berikutnya.

  • Airport Tax termasuk dalam harga tiket pesawat.

Mungkin beberapa maskapai di Indonesia ini memberlakukan harga tiket pesawat belum termasuk pajak bandara atau airport tax, tetapi maskapai Garuda Indonesia memberlakukan harga tiket pesawat termasuk pajak untuk bandara, jadi anda tidak perlu merogoh kocek lagi untuk membayar airport tax sewaktu anda akan berpergian menggunakan pesawat udara.
Saat ini banyak agen travel juga yang menawarkan booking tiket pesawat murah Garuda Indonesia, bahkan sampai suatu ketika harga dari agen travel ini lebih murah ketimbang harga dari pihak maskapainya. Ini di karenakan para agen travel mendapat diskon dari pihak maskapai sehingga harganya bisa jauh lebih murah.

  •  Nasionalisme.

Jiwa nasionalisme harus di tanamkan kepada seluruh bangsa Indonesia, hal ini yang membuat kenapa setiap landing, peswat Garuda Indonesia ini selalu memutarkan instrument lagu nasional kita. Hal ini sungguh mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia, karena Garuda Indonesia ingin mengingatkan kepada para penumpangnya, khususnya warga Indonesia untuk selalu ingat akan Indonesia tercinta ini.

  • Pengakuan Internasional.

Seperti yang kita bahas pada awal tulisan ini, di waktu kita menghadapi sanksi dari pihak Internasional bahwa maskapai-maskapai yang ada di Indonesia tidak bisa terbang ke Eropa atau Negara-negara internasional lain, Garuda Indonesia di perbolehkan untuk mendarat di Erorpa, misalnya. Hal ini berarti menunjukan bahwa maskapai ini telah di akui oleh dunia karena kualitasnya, baik itu dari segi keamanan, keselamatan, dan lain sebagainya.

Walaupun seperti yang kita tahu harga tiket pesawat garuda Indonesia ini masih tergolong lebih mahal sedikit daripada maskapai lain, tetapi kualitas dari maskapai ini sangat pantas kalau saya bilang. Walaupun banyak maskapai di Indonesia sekarang ini menawarkan banyak sekali promo seperti citilink, airasia, sriwijaya air, mandala air, dan lion air yang memberikan harga tiket murah, tetapi untuk masalah keselamatan dan keamanan adalah yang nomer 1 di perhatikan bagi anda yang akan menggunakan jasa transportasi udara ini.

Pernik Natal Mulai Diburu Konsumen

Pernik Natal Mulai Diburu Konsumen – Menjelang Natal 2013, pernik-pernik yang berkaitan dengan hari raya umat Nasrani itu membanjiri pasaran Banyuwangi. Mulai pohon Natal, lonceng, hingga topi, dan kantong permen bermotif sinterklaas bisa dijumpai di sejumlah toko di pusat Kota Gandrung. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di pusat kota Banyuwangi kemarin (20/12), pernik-pernik Natal tersebut laris-manis diserbu konsumen. Seperti yang tampak di salah satu supermarket di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi.

Bahkan, menurut Virda, 19, salah satu petugas supermarket tersebut, penjualan pernik Natal mulai ramai sejak awal Desember lalu. “Penjualan pernik-pernik Natal mulai ramai sejak awal Desember,” ujarnya. Bukan hanya pernik Natal berukuran kecil, pohon natal berukuran lebih dari satu meter dengan harga lebih dari Rp 1 juta juga tak luput dari “serbuan” konsumen. “Seperti yang Anda lihat, saat ini pohon Natal berukuran besar di supermarket ini hanya tinggal dua unit. Padahal, sebelumnya supermarket ini menyediakan pohon Natal berukuran besar dalam jumlah cukup banyak,” paparnya.

Sementara itu, selain pohon Natal berukuran besar, pohon Natal berukuran kecil juga mudah dijumpai di pasaran kaki (0,6 meter) dilepas ke tangan konsumen seharga Rp 210.000 per unit, pohon Natal berukuran enam kaki (1,8 meter) dipasarkan seharga Rp 1.183.000 per unit, dan pohon Natal berukuran tujuh kaki (2,1 meter) seharga Rp 1.632.000 per unit. Pernik Natal lain yang juga di minati konsumen adalah topi dan kantong permen bermotif sinterklaas. Topi sinterklaas dijajakanseharga Rp 12.500 per unit dan kantong permen yang biasa dipasang di pintu di jual seharga Rp 91.500 per unit.

“Saya sengaja berbelanja pernik-pernik Natal untuk menyambut hari raya yang datang sekali dalam setahun tersebut,” ujar Cecilia, salah satu konsumen. Sementara itu, pernik Natal juga tak hanya berasal dari barang yang benar-benar baru. Seperti yang dilakukan keluarga besar SMPK Santo Yusup Banyuwangi ini. Mereka membuat pohon Natal berbahan barang bekas, seperti plastik gelas kemasan air minum dan aneka plas tik bekas bungkus lain-lain. (radar)

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi Ikut Meramaikan Pentas Dunia

Meski mungkin belum sama terkenalnya dengan Bali-nya Indonesia, kekayaan seni budaya Banyuwangi yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa sudah sangat banyak menjadi pembicaraan baik oleh pengunjung lokal dan mancanegara. Dari macam-macam seni budaya Banyuwangi, umumnya yang populer adalah beragam tarian tradisionalnya. Namun hal ini tidak lantas berarti kekayaan seni budaya Banyuwangi lainnya tidak mendapat perhatian.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #1: Tari Barong

Tari Barong

Di antara banyak tarian khas Banyuwangi, Tari Barong merupakan salah satu bukti kekayaan seni budaya Banyuwangi yang paling terkenal. Kata “barong” memiliki banyak makna. Barong dapat diartikan beruang dalam Bahasa Sansekerta, dapat juga diartikan sebagai umbi-umbian yang tumbuh di dekat tanaman bamboo, atau sebuah pertunjukan meniru hewan liar. Tokoh utama Tari Barong mengenakan kepala raksasa dengan mata melotot dan gading mencuat dari mulutnya.

Kekayaan seni budaya Banyuwangi, koreografi Tari Barong banyak mengambil inspirasi dari dongeng setempat. Salah satu dongeng yang paling terkenal adalah yang mengisahkan perjuangan rakyat dalam membuka lahan baru di hutan dan harus menghadapi roh jahat yang bersemayam di hutan tersebut. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah agar manusia tidak lupa menjaga hutannya. Kekayaan seni budaya Banyuwangi terlihat dari banyaknya penampil Tari Barong dari berbagai daerah berbeda di Banyuwangi.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #2: Mocoan Pacul Goang

Mocoan Pacul Goang

Mocoan Pacul Goang

Bukti kekayaan seni budaya Banyuwangi lainnya adalah pertunjukan Mocoan Pacul Goang. “Mocoan” dalam Bahasa Jawa berarti “membaca.” Sedangkan “pacul” bermakna “ejekan.” Dalam pertunjukan ini, kendang, biola, gong dan kluncing digunakan sebagai alat musiknya. Tujuh sampai delapan orang yang ada dalam satu grup akan bernyanyi dan membacakan tulisan yang berasal dari lontar Yusuf dalam berbagai versi mocopat menggunakan gaya Blambangan.

Pertunjukan ini ditujukan sebagai kekayaan seni budaya Banyuwangi yang dapat digunakan untuk lucu-lucuan. Salah seorang penonton akan mengucapkan, “Paculan, wis.” (ejek-ejekan sana – red.) untuk menandai dimulainya pertunjukan ini dan para penampil akan mulai saling ejek. Pertunjukan ini juga dikenal seibagi kesenian Aljin karena awalnya dipimpin oleh seoranng bernama Aljin.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #3: Berbagai Jenis Angklung

Angklung Paglak

Berbagai Jenis Angklung: Angklung Paglak

Angklung merupakan alat musik khas yang terbuat dari bamboo dan menandakan kekayaan seni budaya Banyuwangi. Pertunjukan angklung dibawakan oleh dua belas sampai empat belas orang. Seni budaya di Banyuwangi mengenal empat jenis angklung, yaitu:

  • Angklung Caruk. Angklung Caruk juga merupakan kekayaan seni budaya Banyuwangi, “Caruk” dalam bahasa khas Banyuwangi bermakna “pertemuan.” Terdiri dari dua kelompok penampil dan tiga kelompok penonton. Dua kelompok penampil saling berlomba memamerkan keahlian bermain angklung. Tiga kelompok penonton terbagi menjadi penonton yang membela kelompok penampil satu, penonton yang membela kelompok penampil dua, dan penonton yang netral saja. Pertunjukan kekayaan seni budaya Banyuwangi ini menjadi ramai karena keriaan yang dihasilkan penonton yang riuh membela kelompok penampil masing-masing.
  • Angklung Tetak. “Tetak” bermakna “berjaga di malam hari.” Inspirasi untuk angklung tetak datang dari alat kentongan yang dipakai untuk berjaga. Angklung ini mulai terkenal dan member kontribusi pada kekayaan seni budaya Banyuwangi di tahun 1950 dan berkembang di Kampung Glagah. Angklung tetak mulai disempurnakan di tahun 1974 untuk menghasilkan nada yang lebih jernih.
  • Angklung Paglak. Paglak adalah gubuk sederhana yang terbuat dari bambu, dibangun sepuluh meter di atas tanah di sawah atau dekat pemukiman dan ditujukan untuk tempat menjaga padi dari serangan burung. Para petani akan menjaga padi mereka sambil bermain angklung di paglak. Dari situlah muncul istilah angklung paglak dan menambah panjang daftar kekayaan seni budaya Banyuwangi. Dulu sekali, petani-petani ini akan mengadakan pertunjukan angklung paglak menyambut musim panen.
  • Angklung Blambangan. Kekayaan seni budaya Banyuwangi yang disebut angklung blambangan ini merupakan pemutakhiran dari angklung caruk. Dalam prtunjukan angklung blambangan, angklung caruk akan dilengkapi dengan alat musik gong dan gandrung.

Kekayaan Seni Budaya Banyuwangi #4: Banyuwangi Ethno Festival

Banyuwangi Ethno Festival

Banyuwangi Ethno Festival

Kekayaan seni budaya Banyuwangi yang begitu luar biasa perlu penangangan yang serius pula untuk menghindari hilangnya ketertarikan masyarakat asli maupun Kekayaan seni budaya Banyuwangi itu sendiri. Untuk menunjukkan dukungannya terhadap praktek budaya yang masih dihidupkan oleh masyarakat dan sekaligus untuk memperkenalkannya ke jauh lebih banyak orang, pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengemas ragam kekayaan seni budaya Banyuwangi ini ke dalam acara Banyuwangi Ethno Carnival yang banyak disebut BEC.

BEC bertujuan menjadi jembatan kekayaan seni budaya Banyuwangi dengan modernisasi yang tumbuh dengan pesatnya dan menunjukkan bahwa kearifan lokal dan filosofi yang telah lama ditanamkan dalam diri penduduk Banyuwangi tidak perlu diubah; hanya perlu diperkenalkan kembali tentang.

Karnaval Ethno ini merupakan acara berskala internasional yang juga bertujuan memancing kreativitas generasi muda agar mau menuangkan berbagai gagasan yang tidak hanya unik dan menarik namun juga mampu memvisualisasikan nilai kesukuan dan tradisi daerah masing-masing ke dalam pertunjukan yang dikemas dengan artistik dan menggugah sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai dan kekayaan seni budaya Banyuwangi.

Hal ini diharapkan dapat secara khusus meningkatkan kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap seni budaya dan tradisi masyarakat Banyuwangi dan secara umum menjadi sajian yang menarik dan berkesan bagi pengunjung yang mengagumi kekayaan seni budaya Banyuwangi.

Dari apa yang telah dituliskan di atas, seni budaya daerah Banyuwangi jelas masih menyimpan potensi untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada dunia. Dengan slogan “Sunrise of Java,” membawa kekayaan seni budaya Banyuwangi kepada dunia merupakan tujuan dari pemerintah setempat yang diharapkan turut didukung oleh pemerintah pusat, masyarakat Banyuwangi sendiri, serta semua individu yang, secara langsung maupun tidak, memiliki ikatan dengan Banyuwangi.

Sumber Gambar :

  • http://hasanbasri08.files.wordpress.com/2010/01/barong11.jpg (Tari Barong)
  • http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/aptika-ikp/files/2013/05/janger-bwi.jpg (Mocoan Pacul Goang
  • http://www.flickr.com/photos/88456638@N06/8310324319/ (Angklung Paglak)
  • http://data.tribunnews.com/foto/images/preview/20130909_banyuwangi-ethno-carnival-2013_2442.jpg (Banyuwangi Ethno Festival)

Keindahan Destinasi Wisata Banyuwangi

Siapa yang tidak kenal dengan Banyuwangi. Banyuwangi merupakan sebuah kota tujuan wisata yang istimewa bagi yang ingin menghabiskan masa liburan, maupun hanya untuk meluangkan hobi traveling.  Rumah bagi segala destinasi  wisata yang menakjubkan dan menawarkan keindahan yang sempurna.  Udara yang segar dan bersih, serta alam yang membentang indah dapat membuat orang tertarik dan tak akan merasa cepat jenuh dengan apa yang disuguhkan oleh Banyuwangi. Walaupun pernah menjadi kota terkotor beberapa tahun lalu, namun sekarang Banyuwangi telah disulap menjadi kota yang bersih dan langsung  meraih piala adiwiyata.

Selain itu pun, kini menjelajahi wisata di Banyuwangi sudah tidak perlu susah lagi.  Sangat banyak perubahan yang telah dilakukan agar menjadikan Banyuwangi lebih dikenal sebagai kota destinasi wisata domestik maupun mancanegara yang menakjubkan.  Dan itu akan terus dikembangkan agar memiliki potensi yang lebih besar lagi.  Beberapa destinasi wisata yang kurang dikenal, diharapkan dapat lebih mendatangkan tingkat kunjungan yang tinggi pula.  Banyuwangi memiliki potensi yang besar, namun kurang dikelola lebih optimal.

Berbagai event lokal maupun internasional pun telah diadakan, dan menjadi agenda tahunan bagi Banyuwangi.  Tour de Ijen dan Banyuwangi International Surf Competition menjadi dua event terbesar yang diadakan di Banyuwangi, yang hampir setiap tahunnya ramai dipadati masyarakat Banyuwangi.  Ini terbukti, Banyuwangi siap menjadi lebih baik dari sebelumnya untuk menjadi destinasi wisata terbaik di Indonesia !

Banyuwangi memiliki berbagai julukan yang diantaranya sebagai berikut.

  • Kota Banteng
    Kabupaten Banyuwangi dijuluki kota banteng dikarenakan di Banyuwangi tepatnya di Taman Nasional Alas Purwo terdapat banyak banteng jawa.
  • The Sunrise of Java
    Julukan The Sunrise of Java disandang Kabupaten Banyuwangi tidak lain karena daerah yang terkena pertama sinar matahari terbit dari Pulau Jawa.
  • Kota Pisang
    Sejak dahulu Kabupaten Banyuwangi sangat dikenal sebagai penghasil pisang terbesar, bahkan tiap dipekarangan rumah warga selalu terdapat pohon pisang.

Setelah mengenal beragam mengenai Banyuwangi, kini saatnya mengenal destinasi wisata yang ada di Banyuwangi !  Berikut ini daftar enam destinasi wisata dan rekreasi keluarga di Banyuwangi yang wajib kalian kunjungi jika berada di Banyuwangi.

  • Gunung Ijen

    Gunung Ijen

    Gunung Ijen

    Gunung Ijen salah satu gunung yang masih aktif hingga sekarang dan merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya.  Bagi kalian yang suka akan petualangan, Gunung Ijen sangat tepat untuk kalian. Karena Kawah Ijen disebut sebagai danau kawah terbesar di dunia yang memiliki daya tarik yang kuat untuk mengundang para wisatawan berkunjung, dari warna danaunya hijau kebiruan, suhunya yang dingin dan sejuk khas hawa pegunungan, panorama indah sampai aktivitas para penambang belerang sangat menarik untuk dinikmati dan yang paling utama tentu fenomena Blue Fire yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi, karena diyakini fenomena alam ini hanya ada dua di dunia yakni Ijen dan Alaska.

  • Pantai Plengkung / G-Land

    Pantai Plengkung

    Pantai Plengkung

    Pantai Plengkung atau biasa di sebut dengan G-Land, adalah salah satu pantai di Banyuwangi dan telah populer di kenal sebagai Seven Giant Waves Wonder yang diberikan oleh seorang peselancar dunia atas gulungan ombaknya yang memukau.  Ombak di pantai ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia, dengan ombak setinggi 4-6 meter sepanjang 2 Km dalam formasi 7 gelombang bersusun.  Tidak salah jika Pantai Plengkung merupakan surga bagi peselancar profesional dunia yang ingin menaklukan ombak dengan berbagai kreasi surfing mereka.

  • Watu Dodol

    Watu Dodol

    Watu Dodol

    Obyek wisata ini kurang lebihnya adalah pantai, tepat berada di perlintasan jalur Banyuwangi – Situbondo. Wisatawan yang ingin menikmati keindahan wisata Watu Dodol akan disuguhi dengan berbagai indahnya panorama laut dan bisa juga mendaki bukit untuk bisa menikmati pemandangan dan suasana yang lebih indah lagi.

  • Pulau Merah

    Pulau Merah

    Pulau Merah

    Pulau Merah atau Red Island adalah sebuah pantai dan objek wisata di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.  Pantai ini dikenal karena sebuah bukit hijau kecil bertanah merah yang terletak di dekat bibir pantai.  Bukit ini dapat dikunjungi dengan berjalan kaki saat air laut sedang dalam keadaan surut. Selain wisata alam, terdapat pula wisata religi yang terdapat Pura dimana warga yang beragama Hindu disana melaksanakan upacara Mekiyis.

  • Taman Nasional Alas Purwo

    Taman Nasional Alas Purwo

    Taman Nasional Alas Purwo

    Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan hutan hujan dataran rendah dan terdapat sedikitnya 584 jenis tumbuhan seperti, rumput, herba, semak, liana dan pohon.  Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di TN Alas Purwo seperti penyu lekang, penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu hijau yang biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari – September.

  • Pantai Sukamade

    Pantai Sukamade

    Pantai Sukamade

    Pantai Sukamade merupakan salah satu bagian dari Taman Nasional Meru Betiri dan merupakan zona pemanfaatan intensif untuk pengamatan telur penyu dan pelepasan tukik. Di pantai ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung saat penyu bertelur.  Wisatawan juga dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut setelah ditetaskan pada penetasan semi alami.

    Bagi kalian yang mencari suasana pantai yang masih asri dan alami, pantai Sukamade bisa menjadi salah satu alternatif untuk dikunjungi.  Pantai yang terletak dikawasan taman nasional Meru Betiri merupakan deretan pantai selatan sehingga tidak heran bila ombaknya bisa dimanfaatkan juga untuk berselancar. Obyek wisata lain yang ada di Pantai sukamade adalah Hutan mangrove yang terletak di muara timur Pantai Sukamade. Sungai di sekitar mangrove bisa dimanfaatkan untuk cano sambil melakukan pengamatan burung.

Info Event Banyuwangi !!!

Jadwal Event Banyuwangi

 – Keindahan Destinasi Wisata Banyuwangi –
– I LOVE BANYUWANGI ! – ISUN DHEMEN BANYUWANGI ! –

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Banyuwangi
  • http://inloveindonesia.com/fenomena-alam-blue-fire-di-kawasan-wisata-kawah-ijen-jawa-timur/
  • http://www.eastjava.com/tourism/banyuwangi/ina/

Tiket Pesawat Ludes Tiket KA Melimpah

Rogojampi – Jika Anda bermaksud mudik menggunakan transportasi udara dari Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, tampaknya harus menahan kekecewaan. Sebab, saat ini tiket pesawat udara di masa libur Lebaran sudah ludes terjual.

Tiket pesawat hari H Idul Fitri sudah lama habis, baik tujuan Surabaya maupun sebaliknya.  “Tiket sudah habis hingga H+7 Lebaran,” ungka Kepala Satker Bandara Blimbingsari, Andy Hendra Suryaka.

Selama Ramadhan, aktivitas penerbangan dari Bandara Blimbingsari sangat padat.  Itu terjadi pada penerbangan komersial yang dilayani pesawat Wings Air maupun penerbangan yang menggunakan pesawat khusus.  “Sekarang cari tiket pesawat susah karena sudah habis.  Pemudik sudah semakin percaya transportasi udara,” tegasnya.

Sementara itu, tiket kereta api (KA) dari beberapa stasiun Banyuwangi tersisa sekitar 5.663 tempat duduk.  Tiket KA Mutiara Timur malam tujuan Stasiun Gubeng Surabaya (SGU) tersisa 655 seat.  Kelas eksekutif 394 kursi dan kelas bisnis tersisa 261 kursi.

KA Mutiara Timur siang tersisa sekitar 1.195 seat, yakni 721 kursi kelas eksekutif dan 474 kursi kelas bisnis.  “Itu keberangkatan mulai 5 hingga 18 Agustus 2013,” jelas Manager Hukum dan Humas PT KAI Daops 9 Jember, Gatut Sutiyatmoko.

KA Tawang Alun tujuan Malang hanya tersisa 2.324 tempat duduk.  Sisa tempat duduk itu untuk keberangkatan 6 hingga 18 Agustus 2013 mendatang.  Tanggal 12 dan 13 Agustus sudah kosong.

Gatut menambahkan, KA Sri Tanjung jurusan Gubeng Surabaya masih tersisa banyak sekitar 1.025 tempat duduk.  KA Sri Tanjung tujuan Jogjakarta tersisa sekitar 464 tempat duduk.  “Tempat duduk itu hanya tersedia pada keberangkat tanggal 16, 17, dan 18 Agustus.  Tiket 6 hingga 15 Agustus sudah tidak ada,” katanya. (Agi/cl/bay)

Sumber :

  • Radar Banyuwangi, 6 Agustus 2013

Sehari 60 Ribu Pemudik Masuk Jawa

Kalipuro – Kedatangan arus mudik Idul Fitri dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengalami lonjakan kemarin (4/8).  Dalam sehari kemarin, penumpang pejalan kaki dari Gilimanuk menuju Ketapang menembus angka 60.864 orang.

Sehari sebelumnya, jumlah penumpang pejalan kaki hanya 34.000 orang.  Sedangkan penumpang roda dua (R2) naik menjadi 15.846 unit dari sebelumnya 10.500 unit.  Sementara kendaraan roda empat (R4), naik menjadi 5.298 unit naik dari sebelumnya yang hanya 4.939 unit.  Untuk penumpang pejalan kaki mengalami peningkatar sekitar 25 persen, kendaraan R2 naik sekitar 50 persen, dan kendaraan R4 naik sekitar tujuh persen.

Pada H-5 kemarin, PT ASDP Indonesia Ferry (IF) Ketapang mengoperasikan 32 kapal dengan jumlah 225 trip.  Dalam aktivitas penyeberangan kemarin, semua kapal yang datang dari pelabuhan Gilimanuk selalu penuh berisi pemudik.

Sedangkan dari pelabuhan Ketapang, arus balik mulai ada peningkatan.  Hanya, peningkatan penumpang dari Jawa ke Bali tidak terlalu signifikan.  Antrean di pelabuhan Ketapang terjadi pada saat kapal bongkar menurunkan penumpang dari Bali.

Proses bongkar kapal cukup lama, karena penumpang dari Bali meningkat tajam.  “Arus mudik dari Ketapang memang mulai meningkat, namun tidak terlalu besar,” ungkap Pemimpin Cabang PT ASDP IF Ketapang, Waspada Heruwanto melalu Manager Operasional, Saharuddin Koto.  Arus mudik dari Ketapang hingga pukul 08.00 kemarin, jumlah penumpang tercatat sekitar 21.369 orang, kendaraan R2 1.479 unit, dan kendaraan R4 sebanyak 3.479 unit.  Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, pada H-5 penumpang pejalan kaki terjadi peningkatan 17 persen.

Sebelumnya, jumlah penumpang 18.262 orang pada H-5 naik menjadi 21.369 orang.  Kendaraan R4 naik lima persen dari 3.323 unit menjadi 3.479 unit.  Sementara untuk kendaraan R2 mengalami penurunan sekitar 73 persen dari 5.457 unit turun menjadi 1.479 unit.  Jumlah trip dari Ketapang juga mengalami penurunan sekitar sembilan persen dari 246 trip turun menjadi 224 trip.

Sumber :

  • Radar Banyuwangi, 5 Agustus 2013

Bintang Timur Dan Perintis Lolos Ke Divisi Utama

Kompetisi Internal PSSI Banyuwangi.  Sempu – Perjalanan panjang kompetisi internal Pengkab PSSI Banyuwangi mencapai endingnya, Sabtu (3/8) lalu.  Rampungnya seluruh pertandingan ditandai dengan digelarnya partai final Divisi I di Lapangan Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.  Dua tim, yakni PS Bintang Timur Kedungrejo Muncar dan PS Perintis Srono menjadi laga penutup.

Dalam laga yang disaksikan ratusan pasang mata tersebut, tim asal Muncar, PS Bintang Timur, memastikan diri menjadi kampiun di ajang Divisi I.  Kepastian itu diperoleh usai menundukkan rival utamanya, PS Perintis Srono, dengan skor tipis 1-0.  Hasil ini juga bermakna ganda bagi kedua tim.  Setidaknya, musim depan mereka akan menggenggam tiket promosi untuk berlaga di level Divisi Utama Pengkab PSSI Banyuwangi.

Sementara itu, rampungna kompetisi Divisi I juga dilengkapi dengan level di bawahnya, Divisi II.  Dalam pertandingan final Divisi II, PS Argen Gengteng menjadi kampiun di level ini usai menundukkan PS Porwing Wringinpitu.  Hasil ini membuat  kedua tim memastikan tiket promosi ke Divisi I musim depan.

Ketua PSSI Banyuwangi, Mohamad Kayun Rosyid Sholeh menuturkan, kompetisi internal ini akan menjadi pemantauan bagi pemain sepak bola di Banyuwangi.  Sejumlah agenda menjadikan pihaknya.  Di antaranya Liga Remaja, hingga kompetisi Divisi III Jatim yang diikuti oleh tim Persewangi Muda.

Selain itu, Kayun menambahkan, dengan rampungnya kompetisi Divisi I dan II, pihaknya segera dalam waktu dekat akan mempersiapkan kompetisi level pamungkas, yakni di strata Divisi Utama.  “InsyaAllah bulan Oktobr mendatang Divisi Utama bisa digelar,” ujarnya. (nic/als)

Sumber :

  • Radar Banyuwangi, 5 Agustus 2013

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2013 Banyuwangi dan Sekitarnya

Dihisab oleh: Oman Fathurohman SW | Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1434 H

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2013

TANGGAL IMSAK SUBUH SYURUQ DHUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA
10 Juli 2013 4:06 4:16 4:34 11:29 14:50 17:20 18:34
11 Juli 2013 4:06 4:16 4:34 11:29 14:50 17:21 18:34
12 Juli 2013 4:06 4:16 4:34 11:30 14:50 17:21 18:34
13 Juli 2013 4:06 4:16 4:34 11:30 14:50 17:21 18:34
14 Juli 2013 4:06 4:16 4:34 11:30 14:51 17:21 18:35
15 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:21 18:35
16 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:22 18:35
17 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:22 18:35
18 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:22 18:35
19 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:22 18:35
20 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:22 18:35
21 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:23 18:35
22 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:51 17:23 18:35
23 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:52 17:23 18:35
24 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:52 17:23 18:35
25 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:52 17:23 18:36
26 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:52 17:23 18:36
27 Juli 2013 4:07 4:17 4:34 11:30 14:52 17:23 18:36
28 Juli 2013 4:07 4:17 4:33 11:30 14:52 17:24 18:36
29 Juli 2013 4:07 4:17 4:33 11:30 14:52 17:24 18:36
30 Juli 2013 4:07 4:17 4:33 11:30 14:52 17:24 18:36
31 Juli 2013 4:07 4:17 4:33 11:30 14:52 17:24 18:36
1 Agustus 2013 4:07 4:17 4:33 11:30 14:52 17:24 18:36
2 Agustus 2013 4:06 4:16 4:32 11:30 14:52 17:24 18:36
3 Agustus 2013 4:06 4:16 4:32 11:30 14:52 17:24 18:36
4 Agustus 2013 4:06 4:16 4:32 11:30 14:51 17:24 18:36
5 Agustus 2013 4:06 4:16 4:32 11:30 14:51 17:24 18:36
6 Agustus 2013 4:06 4:16 4:31 11:30 14:51 17:24 18:36
7 Agustus 2013 4:06 4:16 4:31 11:30 14:51 17:24 18:36

Pentingnya Transparansi Dana Pendidikan

Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Sementara peningkatan mutu merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidikan di Indonesia.

Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan kompetitif sesuai visi Kementrian Pendidikan Nasional tahun 2025. Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan dan semua pihak, mulai dari sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan sekolah yang kondusif, sumber daya guru yang berkualitas, dan juga peran serta masyarakat yang perlu ditingkatkan untuk bersinergi ke arah kualitas pendidikan.

Kondisi satuan pendidikan pada saat ini sangat beragam, dan sebagian kualitasnya masih di bawah standar nasional pendidikan, maka perlu strategi-strategi untuk mencapai hal tersebut secara bertahap. Apabila standar pelayanan minimal pendidikan tercapai, maka mutu pendidikan bergeser dari waktu ke waktu yang pada akhirnya mencapai tingkat yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan (SNP). Yang menjadi problem di tengah-tengah masyarakat adalah biaya pendidikan. Akibatnya, kualitas pendidikan kita banyak mendapat sorotan khususnya yang terjadi pada lembaga formal (sekolah).

Disebabkan lembaga pendidikan lebih menuruti kebutuhan tentang biaya sekolah, biaya pendidikan pun menjadi mahal. Sekarang muncul kritik terhadap mahalnya biaya pendidikan. Banyak masyarakat yang resah ketika tahun ajaran baru, biaya pendidikan dikatakan sebagai sesuatu yang mahal. Dari dulu biaya pendidikan akademis tidak pernah murah. Yang membuat biaya pendidikan terlihat tinggi, karena dibandingkan dengan penghasilan rata-rata rakyat Indonesia. Anehnya, beberapa komponnen masyarakat yang memiliki pendapatan cukup tinggi menolak pembiayaan pendidikan yang murah. Indikatornya, mereka menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah favorit, kalau perlu ke luar negeri yng notabene biaya pendidikan yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Persoalan biaya pendidikan merupakan topik yang menarik bagi semua kalangan masyarakat. Mereka memiliki perspektif yang tidak sama, kepentingan yang tidak sama, bahkan kemampuan membayar yang tidak sama. Sebagian kecil kalangan menginginkan biaya pendidikan murah, bahkan gratis alias tidak bayar sama sekali. Padahal, di dalam Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan Bab V, Pasal 2, huruf b. menyebutkan, peserta didik ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Itu diperkuat Bab XIII Pasal 46 ayat 1, pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Yang membuat lembaga sekolah khawatir, dan masyarakat debatable tentang dana pendidikan, ketika Mendikbud mengeluarkan Permendikbud Nomor 60 Tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan SD dan SMP.

Akan tetapi, fakta di lapangan, jenis pungutan yang berdalih iuran, infaq, sumbangan, bimbingan belajar dan dana pengembangan tida bisa dipungkiri bahwa itu ada. Sehingga, biaya pendidikan menjadi bahan pembicaraan, bahkan melahirkan iklim yang tidak sedap. Penyebabnya, kurangnya keterbukaan dalam penggunaan dana pendidikan yang berasal dari peserta didik.

Bantuan Operasioinal Sekolah (BOS) SD, SMP, dadn BOS SMK, serta Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), belum bisa menjawab 100% dalam mengatasi biaya pendidikan. Sehingga, lebih tepat disebut pendidikan bersubsidi daripada pendidikan gratis.

Padahal, pemerintah menganggarkan biaya pendidikan minimal 20% dari APBN dan APBD di luar gaji serta tunjangan guru. Namun yang terjadi dengan melekatnya gaji serta tunjangan guru dalam struktur fungsi pendidikan, “anggaran yang benar-benar untuk meningkatkan kualitas pendidikan kira-kira hanya 10%”. Sisanya untuk biaya investasi dan operasional.

Perlu diketahui, pendidikan nasional kita masih merupakan standar pelayanan minimal (SPM). Berdasarkan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharuskan ke arah standar nasional pendidikan (SNP) secara bertahap. Sementara itu, bantuan dana dari pemerintah ke satuan pendidikan masih standar pelayanan minimal (SPM), yakni 70% kurang 30% untuk mencapai standar nasional pendidikan. Maka perlu peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dengan istilah biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2010 tentang pendaan pendidikan.

Pengertian biaya pendidikan adalah semua pengeluaran yang memiliki kaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan. Tentu, lembaga sekolah harus memahami dan mengeglola bantuan dana pendidikan dari pemerintah secara transparan, profesional dalam penggunaan, dan akuntabel (bisa dipertanggungjawakan). Lembaga sekolah tentu harus memahami manajemen keuangan secara benar berdasarkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS).

Dengan memahami manajemen keuangan, diharapkan pihak sekolah/madrasah dapat menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang baik dengan tidak mengabaikan prinsip ekonomis, efisiensi dan efektifitas dalam mendukung tercapainya pendidikan. Hal itu sangat penting dipahami berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan keuangan sekolah dan madrasah, termasuk kepala dan wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, guru, pengawas dan komite sekolah. Bila prinsip-prinsip itu diterapkan lembaga sekolah, maka bantuan dana dari pemerintah akan betul-betul digunakan sesuai peruntukan (tidak boros). Sementara itu, pengeluaran yang tidak memiliki kaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan dapat disebut sebagai pemborosan atau pengeluarkan yang mestinya dapat dicegah.

*) Koordinator lembaga swadaya masyarakat dan konsultan.

Scroll To Top