Friday, December 13, 2019
Artikel Terkini
You are here: Home » Kesehatan » Penyebab Gagal Jantung dan Juga Risikonya ala SehatQ.com

Penyebab Gagal Jantung dan Juga Risikonya ala SehatQ.com

Ada berbagai penyebab gagal jantung dan hal-hal yang dapat menyebabkan gagal jantung. Jika Anda tahu apa yang menyebabkan gagal jantung dan faktor risiko, Anda dapat mencegah dan mengantisipasi kondisi ini. Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat secara efektif memompa darah dan oksigen ke semua organ dalam tubuh yang membutuhkannya. Akibatnya, banyak fungsi yang terganggu di organ-organ tubuh.

Kondisi ini dapat diidentifikasi dengan terjadinya berbagai gejala gagal jantung seperti dikutip SehatQ.com dibawah ini:

  • Nafas sesak, terutama saat aktivitas fisik atau berbaring.
  • Pembengkakan tubuh, misalnya di pergelangan kaki.
  • Jantung berdetak kencang.
  • Menjadi cepat lelah, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik tertentu.
  • Nafsu makan menurun.
  • Kencing lebih sering di malam hari.
  • Batuk yang tidak kunjung membaik dan terasa berat di malam hari.
  • Kesulitan berkonsentrasi dan fokus.

Jika Anda merasakan gejala-gejala ini, hubungi dokter Anda segera. Karena gejala-gejala ini juga dapat terjadi sebagai akibat dari penyakit lain, perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebabnya, atau untuk pertolongan pertama anda perlu membaca artikel kesehatan, yang berhubungan dengan penyakit anda, namun tentu pada sumber yang dapat dipercaya. Gagal jantung adalah suatu kondisi yang terjadi sebagai akibat dari penyakit kronis yang membuat jantung kaku, lemah, bekerja terlalu keras dalam jangka panjang atau mengalami kerusakan struktural, misalnya pada otot-otot jantung atau katup. Penyakit yang menyebabkan gagal jantung bisa berasal dari jantung atau organ lain.

  1. Penyakit jantung koroner
    Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang biasanya menyebabkan gagal jantung seseorang. Penyakit jantung ini terjadi akibat penyumbatan (plak) yang menyumbat pembuluh darah jantung, sehingga suplai darah ke jantung tidak menjadi lancar. Akibatnya, otot jantung rusak oleh kekurangan pasokan oksigen, sehingga jantung tidak bisa memompa darah dengan baik. Inilah yang memastikan bahwa pasien dengan penyakit jantung koroner berisiko gagal jantung.
  2. Hipertensi
    Ketika tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah sehingga pasokan ke semua organ dalam tubuh terpenuhi. Jika tekanan darah tinggi tidak diobati, otot jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah. Jika beban kerja jantung terlalu tinggi karena darah perlu dipompa lebih banyak, otot jantung dapat menjadi lebih kaku dari waktu ke waktu, sehingga mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah.
  3. Katup jantung rusak
    Sirkulasi darah dalam tubuh dapat dibandingkan dengan jalan satu arah. Bagian jantung yang memastikan aliran darah ke dan dari jantung tidak terbalik adalah katup jantung. Karena itu, jika ada kerusakan pada katup jantung, aliran darah bisa tersumbat dan menyebabkan gangguan pada jantung. Penghambatan aliran darah karena kelainan katup jantung memastikan bahwa jantung bekerja ekstra. Seiring waktu, jantung yang dipaksa bekerja keras akan melemah dan mencegah jantung memompa darah normal, yang mengakibatkan gagal jantung.
  4. Diabetes
    Penderita diabetes memiliki risiko gagal jantung yang lebih tinggi. Risiko ini akan semakin besar jika kadar gula darah penderita diabetes tidak terkendali atau cenderung tinggi. Ada beberapa alasan mengapa diabetes berperan dalam menyebabkan gagal jantung. Salah satunya adalah diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah jantung dan ginjal, yang secara bertahap mengganggu fungsi jantung. Alasan lain adalah karena gula darah tinggi membuat darah kental dan kental, sehingga jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal-hal ini menyebabkan penderita diabetes berisiko gagal jantung.
  5. Aritmia
    Aritmia adalah suatu kondisi di mana detak jantung tidak normal, terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur. Jika detak jantung tidak normal, kondisi tersebut akan mengganggu fungsi jantung secara umum, termasuk kemampuan jantung untuk memompa darah.
  6. Penyimpangan atau kerusakan otot jantung (kardiomiopati)
    Otot jantung berperan penting dalam memompa darah. Jika otot jantung rusak, akan sulit bagi jantung untuk memompa darah dengan benar. Akibatnya, aliran darah ke organ-organ tubuh terganggu. Kerusakan otot jantung dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk faktor bawaan, radang otot jantung, gangguan jaringan ikat, karena hipertensi kronis.
  7. Miokarditis
    Miokarditis adalah peradangan otot jantung yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Selain infeksi virus, miokarditis juga dapat disebabkan oleh infeksi parasit dan jamur dan penyakit autoimun. Peradangan yang terjadi dapat mengganggu fungsi jantung, termasuk mencegah jantung memompa darah secara efektif.

About eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top