Saturday, September 21, 2019
Artikel Terkini
You are here: Home » Pengetahuan » Jokowi dan Pulpen Saat Debat

Jokowi dan Pulpen Saat Debat

Debat calon presiden telah berlangsung pada Minggu, 17 Februari 2019. Selama debat yang berlangsung, Jokowi terlihat memegang sebuah pulpen dan memainkannya. Karena pulpen itulah Jokowi diserang dari kubu lawan. Mereka menuduh Jokowi menggunakan earpiece dan repeater. Jokowi menampik tudingan tersebut dan menyebutnya fitnah. Moeldoko selaku Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) turut memberi penjelasan. Ia mengatakan jika pulpen tersebut adalah saran TKN. “Kenapa beliau menggunakan pulpen, kami yang mengarahkan,” kata Moeldoko, Selasa (19/2/2019), seperti dikutip Merdeka. Menurut Moeldoko, Jokowi dalam debat yang sudah selesai kerap memegang lengan baju. “Ini yang kita cermati, akhirnya jangan-jangan seperti itu. Syaratnya harus ada yang dipegang, itu saja. Ini saran dari beberapa kita untuk menyarankan kepada beliau. Dan saran itu diikuti oleh beliau,” lanjut Moeldoko, masih dalam berita Merdeka. Aktivitas Jokowi https://www.jokowi.link yang memainkan pulpen atau memegang lengan baju bisa jadi merupakan bentuk kecemasan pada saat tampil di ruang publik. Gerakan-gerakan seperti itu yang muncul seperti penanda rasa gugup tak hanya dialami Jokowi, tapi juga cucu dari Ratu Elizabeth II, Pangeran Harry.

Ketika mewawancarai Barack Obama yang disiarkan BBC pada akhir 2017, Harry terlihat kerap memainkan pulpen yang ia pegang. Tak jarang ia mengalihkan pandangan ke pulpennya. Obama, selaku mantan presiden yang terkenal cekatan tampil di depan publik, tampak lebih tenang. Gestur semacam itu tak hanya ditunjukkan Harry dan Jokowi, tapi juga penyanyi Adele juga. Dalam salah satu acara yang dipandu oleh Fredrik Skavlan, Adele sering meremas tangannya. Selain itu, beberapa kali ia tertangkap kamera sedang menghentakkan kakinya. Seperti dikutip portal berita The Telegraph, dalam sebuah wawancara dengan Q Magazine, Adele mengakui dirinya mengalami “anxiety attack” ketika tampil di depan publik. “Saya benci berada dalam sebuah festival dan mengalami serangan kecemasan dan kemudian tidak naik panggung,” ungkap Adele kepada Q Magazine seperti dikutip The Telegraph.

Tentu kita tahu, Adele pernah menolak tawaran untuk manggung di London O2 Arena yang memiliki kapasitas 23.000 orang karena ketakutannya terhadap audiens yang besar. Artis ini tak ingin penampilannya rusak karena masalah kecemasan itu. Elizabeth Kuhnke dalam bukunya yang diberi judul Body Language for Dummies (2007) mengatakan bahwa cara kita berdiri, duduk, gerakan dan ekspresi diri kita, serta tindakan yang kita lakukan bisa menjadi gambaran siapa diri kita. Tanpa perlu ditanya, orang bisa menangkap apabila kita ada dalam keadaan gugup, hanya dengan melihat gerakan mengotak-atik kuku jarinya, memegang kepala, wajah, leher, atau dadanya. “Saat Anda merasakan emosi yang bertentangan, Anda dapat melakukan gerakan yang tidak ada hubungannya dengan tujuan Anda,” tulis Kuhnke dalam bukunya. Tentu saja hal ini berlaku untuk semua orang bukan hanya pak Jokowi.

Kuhnke menyampaikan bahwa perilaku tersebut dilakukan untuk mengalihkan perhatian dan mendapatkan perasaan nyaman, meskipun hanya sementara. Memang kadang-kadang kita bisa menghentikan gerakan-gerakan liar itu ketika sadar. Namun, tanpa disadari, kita bisa mengulangi gerakan itu lagi. Ada beberapa contoh gerakan yang biasa dilakukan orang dalam kondisi cemas, seperti mengetuk-ngetukkan jari, menghentak-hentakkan kaki, mencari segelas air meskipun tidak haus. Ada juga gerakan lain yang seringkali menjadi pengalih grogi, misalnya mengotak-atik benda yang ada di sekitar kita: menarik daun telinga diri sendiri, merapikan pakaian, membelai dagu, atau memainkan rambut. Gerakan tersebut biasa muncul pada saat kita harus tampil di publik maupun pertemuan individu seperti wawancara kerja tanpa terkecuali pak Jokowi, atau misalnya saat melamar kekasih. Masalahnya, aktivitas yang tidak kita sadari inilah terkadang mengganggu orang lain yang ada di sekitar kita.

About eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top