Tuesday, February 19, 2019
Artikel Terkini
You are here: Home » Internet » Tindakan Pencegahan Jika Terindikasi Gejala Difteri

Tindakan Pencegahan Jika Terindikasi Gejala Difteri

Tindakan Pencegahan Jika Terindikasi Gejala Difteri


Difteri merupakan penyakit yang populer di Indonesia, difteri sendiri merupakan penyakit yang menyerang selaput lendir hidung dan pengkal tenggorokan dengan beberapa gejala difteri. Di Indonesia telah lebih dari 300 kasus pada tahun 2016, karena sangat berbahaya pemerintah gencar melakukan himbauan imunisasi difteri, imunisasi ini bertujuan menjadi pencegahan awal supaya virus Corynebacterium diphteriae penyebab difteri tidak bisa mengkontaminasi tubuh. Sebelum genap satu tahun bayi harus diimunisasi 3 kali, yaitu pada umur 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan, selanjutnya dilakukan imunisasi ulang saat bayi berumur 1,5 tahun dan 5 tahun.

Pengoptimalan pemberian imunisasi biasanya diberikan di sekolah dasar melalui program “BIAS” yaitu program Bulan Imunisasi Anak Sekolah, pemberian vaksin imunisasi dilakukan pada kelas 1, kelas 2 dan kelas 5 selanjutnya bisa diulang setiap 10 tahun setelahnya termasuk remaja dan orang dewasa.

Dari beberapa orang tua anak banyak yang tidak mau anaknya diimunisasi, alasannya beragam, dari mulai minimnya pengetahuan, takut timbul efek samping hingga ada yang menganggap imunisasi DT adalah sebuah insulin virus. Padahal selain untuk mencegah terjangkitnya penyakit imunisasi ini juga bertujuan mencegah penularan dari penderita lain dan penyebaran penyakit.

Penyebaran virus difteri sangat mudah dan cepat bahkan dalam beberapa saaat saja difteri bisa menular ke banyak orang. Proses penularan bakteri beragam misalkan:

  • Tidak sengaja menghirup udara yang sudah terkontaminasi oleh virus difteri kontaminasi disebabkan oleh bersin penderita, batuk, ataupun lendir yang keluar dari hidung dan mulut si penderita, dan ini adalah proses penularan yang sangat cept menularkan ke banyak orang
  • Pemakaian peralatan umum secara bersama dan bergantian dengan si penderita misalkan penggunaan handuk secara bergantian, peralatan makan bahkan mainan
  • Bersentuhan lagsung dengan penderita difteri, sangat dimungkinkan menyerang orang-orang terdekat penderita misalkan kakak atau adeknya dan orang yang serumah dengan penderita

Mekanisme kerja virus difteri sederhana, dia menghasilkan racun yang akan mengganggu sel-sel tubuh terutama yang berada pada tenggorokan dan hiidung, secara kasat mata hal tersebut bisa dilihat dari timbulnya krak seperti lapisan putih gelap pada pangkal tenggorokan.

Pada beberapa kasus penyakit difteri tidak dapat terdeteksi, itu karena si penderita tidak merasakan keluhan sakit ataupun mengalami gejala dari penyakit ini. Dan jika tidak ditangani maka penyakit ini akan menular ke orang-orang yang lebih banyak, dan juga bisa memicu terjadinya komplikasi penyakit lain misalkan penyakit jantung dan ginjal melalui pembuluh darah.

Gejala difteri

Beragam gejala dari penyakit ini tetapi ada beberapa gejala yang paling umum diantaranya adalah :

  • Adanya krak di pangkal tenggorokan berupa lendir tipis putih gelap
  • Sulit/sesak saat bernafas
  • Batuk dan pilek yang kadang disertai dengan darah
  • Badan seperti tidak bertenaga dan lemas
  • Suhu badan akan naik hingga menimbulkan demam
  • Suara menjadi serak

Tidak hanya menyerang tenggorokan sedikit kasus juga menyatakan bahwa difteri juga bisa menyerang kulit berupa borok/ulkus, dan jika mendapatkan penanganan yang tepat akan sembuh dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Jika anda sudah mengalami gejala yang di sebutkan tadi maka segera kosultasikan pada dokter, biasanya dokter akan menanyakan beberapa keluhan dan langsung menyarankan anda untuk mengkonsumsi obat antibiotik atau antitoksin sebagai tindaakan penanganan awal, dengan dosis pemberian yang beragam tergantung dari seberapa parah penyakitnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

About Deo Pradipta

Student of SMA Negeri 1 Glagah | Blogger | Blog & Web Designer | Founder of sman1glagah.com, tutorialadsense.info, dopind.blogspot.com , and qx-xp.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top