Monday, August 19, 2019
Artikel Terkini
You are here: Home » Kesehatan » Bayi Prematur dengan Peluang Bertahan Hidupnya

Bayi Prematur dengan Peluang Bertahan Hidupnya

Bayi Prematur dengan Peluang Bertahan Hidupnya

Bayi prematur tidak hanya berukuran lebih kecil daripada bayi pada umumnya, namun mereka juga dapat memiliki berbagai masalah fisik dan perkembangan. Mereka juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi dan merupakan yang paling berisiko untuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Sebagian besar kelahiran prematur adalah spontan: berkaitan dengan persalinan prematur atau ketuban pecah dini. Sisanya dilakukan atas dasar komplikasi medis atau obstetrik yang membahayakan kesehatan ibu atau janin.

Apa yang dimaksud bayi prematur?

Bayi prematur mengacu pada kelahiran bayi yang terjadi sebelum ibu mencapai akhir dari minggu ke-37 usia kehamilan. Ada berbagai tingkat prematuritas dan masing-masing membawa risiko mereka sendiri. Bayi sangat prematur, lahir sebelum minggu ke-26, adalah yang paling berisiko dan kadang-kadang dikenal sebagai prematur mikro. Seorang bayi lahir pada 37 minggu atau lebih dikenal sebagai bayi “term”, alias tepat waktu. Umumnya, semakin dini kelahirannya, semakin tinggi pula risiko kesehatannya.

Seberapa besar peluang bayi prematur bertahan hidup?

Sebenarnya, kebanyakan dokter menentukan usia kelayakan sebagai sekitar 24 minggu kehamilan. Di banyak rumah sakit, 24 minggu adalah titik batas bagi dokter untuk menggunakan intervensi medis intensif guna mencoba untuk menyelamatkan nyawa bayi lahir prematur.

Seorang bayi yang lahir pada minggu 24 biasanya akan memerlukan banyak intervensi, berpotensi termasuk ventilasi mekanik dan perawatan invasif lainnya, dan diikuti oleh rawat inap jangka panjang di unit perawatan intensif neonatal (NICU). Perawatan yang demikian membuat Anda tidak bisa memandikannya sendiri dengan menggunakan sabun bayi tidak pedih dimata.

Di tangan ahli yang berpengalaman, bayi yang lahir sedikit lebih awal mungkin memiliki kesempatan bertahan hidup yang baik. Bayi yang lahir pada minggu 23 mungkin bisa bertahan hidup di bawah naungan spesialis dalam fasilitas NICU terkemuka, tapi peluangnya jauh lebih rendah. Bayi yang pernah selamat dari kelahiran prematur di minggu 21 dan 6 hari, dilaporkan dalam berita sebagai sebuah “keajaiban.”Keajaiban juga dapat tercipta  berupa kesehatan yang prima jika Anda menghindari bayi premature dari infeksi bakteri dengan selalu memperhatikan sabun yang digunakan seperti dalam link berikut https://www.sleekbaby.co.id/1000-hari-perlindungan/detail/4-alasan-mengapa-bunda-harus-memperhatikan-kandungan-antibacterial-pada-sabun-bayi.

About Deo Pradipta

Student of SMA Negeri 1 Glagah | Blogger | Blog & Web Designer | Founder of sman1glagah.com, tutorialadsense.info, dopind.blogspot.com , and qx-xp.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top