Thursday, June 21, 2018
Artikel Terkini


You are here: Home » Pengetahuan » Cerdas Tepat Manajemen Keuangan bagi Pebisnis Pemula
Cerdas Tepat Manajemen Keuangan bagi Pebisnis Pemula

Cerdas Tepat Manajemen Keuangan bagi Pebisnis Pemula

Memulai suatu usaha bukanlah hal yang mudah. Butuh banyak persiapan yang harus dipelajari dan dipersiapkan secara matang terlebih dahulu. Salah satunya adalah belajar memanajemen keuangan. Jangan salah! Banyak pebisnis pemula yang akhirnya harus gulung tikar karena tidak pandai dalam memanajemen keuangannya. Sebutkan saja contohnya ketika pengusaha menggunakan keuangan berbisnisnya sebagai uang pribadi. Pasti akan sampai suatu waktu ketika tabungan bisnis yang seharusnya digunakan untuk biaya operasional usaha tiba-tiba sudah habis karena sering diambil untuk pemenuhan kebutuhan pribadi. Nah, Anda tidak ingin seperti itu juga, bukan? Oleh karena itu, apabila Anda ingin agar bisnis yang baru dimulai bisa bertahan dalam waktu yang lama, maka Anda bisa coba menerapkan tips-tips manajemen keuangan di bawah ini.

  1. Memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi

Satu poin yang paling penting untuk diterapkan dalam manajemen keuangan usaha adalah memisahkan keuangan untuk bisnis Anda dengan keuangan pribadi. Jangan pernah menggunakan rekening yang sama untuk menyimpan tabungan usaha dan tabungan pribadi. Jika iya, maka sangat riskan Anda akan mengambil tabungan usaha untuk pemenuhan kebutuhan pribadi.

Bagi pengusaha pemula, mungkin banyak yang belum berpikir jauh untuk membuat rekening yang terpisah karena tabungan keuangan mereka yang masih berjumlah kecil. Tetapi, justu ketika dimulai sejak awal, maka Anda akan lebih mulai mengaturnya dikemudian hari. Dengan memisahkan keduanya, maka Anda akan lebih mudah mengontrol keuangan masuk dan keluar terutama bagi usaha Anda. Pencatatan arus kas usaha pun menjadi lebih mudah dicatat dan lebih tertata.

  1. Menentukan porsi dana yang digunakan untuk usaha

Setiap usaha pasti memiliki presentase kebutuhan modal awal yang berbeda-beda. Kebutuhan tersebut pasti akan disesuaikan dengan kebutuhan dana operasional hariannya. Nah, untuk membantu Anda dapat mengolah dengan mudah keuangan usaha ketika sudah memulai usaha, maka menentukan porsi kebutuhan dana secara terperinci sejak awal lebih disarankan. Walaupun mungkin akan ada kebutuhan tidak terduga, namun setidaknya Anda sudah menetapkan porsi dana sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Dengan begitu, hal ini bisa meminimalisir pengeluaran yang terlalu besar akibat belanja secara berlebihan.

  1. Selalu sisihkan keuntungan untuk dana darurat

Berbisnis selalu diiringi dengan situasi-situasi yang tidak dapat diprediksi. Jika tidak siap, banyak sekali kondisi bisnis para pemula yang akhirnya terancam akibat situasi yang tidak terduga tersebut. Contohnya saja seperti rusaknya lokasi usaha akibat bencana alam, terganggunya produksi akibat kehabisan suplai bahan baku, dan lain sebagainya.

Usaha yang baik adalah usaha yang selalu siap untuk menghadapi keadaan darurat atau tidak terduga. Nah, kesiapan ini perlu ditunjang dengan ketersediaan dana darurat. Oleh karena itu, Anda perlu menyisihkan secara rutin sebagian jumlah keuntungan yang diperoleh untuk dimasukkan ke dalam tabungan dana darurat. Dengan begitu, apabila suatu hari terjadi kebutuhan pengeluaran akibat situasi yang tidak terduga, maka Anda bisa dengan tenang mengambil dari tabungan darurat tersebut.

  1. Menentukan presentase keuntungan yang hendak dicapai

Tidak hanya menentukan porsi modal awal yang dibutuhkan, Anda juga lebih baik menentukan sejak awal seberapa besar target presentase keuntungan yang hendak dicapai. Hal ini akan membantu Anda menentukan titik acuan bagaimana bisa mencapai nilai laba tersebut. Setelah mempunyai titik acuan, maka secara otomatis Anda akan membuat serangkaian strategi pasar yang cocok untuk membantu Anda mencapai presentase laba tersebut. Dengan begitu, strategi usaha Anda menjadi lebih terarah sesuai dengan target yang telah ditentukan sejak awal. Setelah target tersebut terpenuhi diiringi dengan kondisi usaha yang semakin membaik, maka mungkin Anda bisa mulai menentukan target yang baru.

  1. Meminimalisir pengeluaran untuk pelunasan hutang

Hampir sebagian besar pengusaha pemula biasanya mengambil pinjaman dalam jumlah tertentu sebagai modal usaha. Bahkan, pengusaha yang sudah veteran pun terkadang mengambil pinjaman untuk menunjang kelancaran usaha mereka secara finansial. Bentuk pinjaman yang diambil pun bisa berbagai macam, contohnya pinjaman dana cepat dari Vivus. Pinjaman sangat menguntungkan ketika Anda sama sekali tidak memiliki modal untuk menjalankan usaha.

Namun, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum mengambil pinjaman. Terutama, pertimbangan mengenai bagaimana Anda akan melunasinya dikemudian hari. Sebisa mungkin ambillah jumlah pinjaman yang Anda yakin bisa melunasinya. Pengambilan pinjaman yang terlalu besar tanpa diiringi pemasukan yang besar pula cenderung membebani usaha Anda. Keuntungan yang Anda peroleh menjadi lebih kecil dikarenakan diambil untuk melunasi cicilan hutang. Akibatnya, target pencapaian keuntungan maksimum menjadi sulit untuk dicapai.

Ada baiknya Anda membuat rekening tersendiri untuk menabung cicilan pelunasan hutang. Jadi, selain rekening pribadi, ada rekening usaha dan rekening pembayaran hutang. Setorkan secara rutin sejumlah besar keuntungan usaha ke rekening pembayaran hutang ini. Dengan begitu, Anda tahu berapa jumlah yang harus dicapai agar bisa mencicil hutangnya secara rutin.

  1. Cobalah memutar arus kas secara lebih cepat

Namun, ada kalanya justru memutar kas keuangan sangat penting dalam memanajemen keuangan usaha. Tidak hanya berpusat pada keuntungan, Anda juga harus pintar mengelola hutang, piutang, dan persediaan suplai produk. Apabila usaha Anda mengalami perlambatan perputaran kas, maka termin penjualan kredit lebih lama dibandingkan pembelian barang kulakan. Hal ini biasanya juga menandakan bahwa usaha Anda menyimpan suplai produk lebih lama. Cobalah cek berapa pembelian kredit Anda, maka bisa mengusahakan termin penjualan kredit dengan jumlah yang sama. Selain itu, tingkat suplai produk tertentu juga dapat memengaruhi bagaimana Anda menentukan order ta.

  1. Selalu meluangkan waktu untuk mengontrol kondisi keuangan secara pribadi

Apabila Anda mengurus laporan keuangan secara pribadi, selalu lakukan pembukuan keuangan dengan rapi setiap bulannya. Pembukuan ini sangatlah bermanfaat untuk mengontrol transaksi keuntungan yang terjadi selama usaha baik pemasukan, pengeluaran, maupun hutan piutang. Setelah mengecek pembukuannya, cocokkan data yang ada dengan saldo yang ada. Jangan sampai ada perbedaan akibat kesalahan pencatatan atau perhitungan. Tidak hanya mencatat arus transaksi keuangan, namun pembukuan juga membantu mengevaluasi perkembangan usaha Anda secara berkala. Terlebih lagi, jaman sekarang sudah menggunakan teknologi komputer yang bisa mengolah data keuangan dengan lebih mudah.

Akan tetapi, apabila Anda tidak yakin bisa mengurus keuangannya sendiri, maka menyewa tenaga pihak ketiga sebaiknya dipilih. Meskipun demikian, ketika menyewa tenaga ahli untuk mengurus pembukuan keuangan, jangan serta merta melepaskan tangan Anda dari urusan ini. Usahakan untuk selalu mengontrol kondisi keuangan secara pribadi setiap bulannya. Mintalah dari tenaga ahli tersebut untuk memberikan saran kepada Anda apabila diperlukan adanya  perubahan yang penting dari pemasukan dan pengeluaran yang tercatat.

Pada dasarnya, manajemen keuangan yang baik penting untuk diterapkan setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya mereka yang bergelut dalam bidang usaha dagang, tapi juga individu secara personal. Jadi, apabila Anda ingin keuangan Anda menjadi lebih lancar, maka tips-tips di atas bisa Anda coba terapkan.

About Deo Pradipta

Student of SMA Negeri 1 Glagah | Blogger | Blog & Web Designer | Founder of sman1glagah.com, tutorialadsense.info, dopind.blogspot.com , and qx-xp.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top