Friday, June 23, 2017
Artikel Terkini


You are here: Home » Pengetahuan » Gejala penyakit diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2
Gejala penyakit diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2

Gejala penyakit diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2

Pada umunya gejala penyakit diabetes melitus tipe 1dengan tipe 2 adalah sama. Dengan kata lain gejala diabetes tipe 1 juga termasyk gejala diabetes tipe 2. Pemberian tipe pada penyakit diabates ini berfungsi sebagai petunjuk terhadapa akar permasalahan diabetes karena kerusakan pada sel beta pankreas atau resistensi sel terhadap hormon insulin. Yang perlu ditekankan disini adalah akar permasalahan diabetes yang nantinya diberikan. Hal tersebut karena akar permasalahan diabetes berbeda untuk masing – masing tipe diabetes yang nantinya akan berdampak pada jenis pengobatannya.

Banyak makan

Banyak makan merupakan gejala penyakit diabetes melitus yang dipicu oleh kurangnya nutrisi yang diperoleh tubuh akibat terhambatnya proses metabolisme gula. Perlu untuk diketahui bahwa gula yang berasal dari makanan adalah bahan dasar pembuatan energi dan cadangan makanan bagi tubuh. Akan tetapi untuk dapat diolah menjadi energi dan cadangan makanan bagi tubuh, gula hrus melalui proses mmetabolisme didalam sel terlebih dahulu.

Gula yang tetap berada dalam aliran darah ini nantinya akan dibuang memlaui uri  oleh tubuh untuk mengurangi kelebihan gula dalam darah. Karena dibuang tubuh akan kehilangan nutrisi yang diperoleh dari gula yang terbuang. Hal tersebut memicu rasa lapar yang cenderung membuat penderita aka banyak makan. Pada penderita diabetes biasanya dilarang untuk mengonsumsi makanan manis dan banyak mengandung banyak gula. Sebaiknya anda segera mengganti konsumsi gula anda dengan tropicana agar kadar gula darah anda dapat terkontrok dengan baik.

Banyak minum

Banyak minum merupakan gejala penyakit diabetes melitus yang dipicu oleh rasa haus akibat tingginya kadar gula darah yang tidak diimbangi dengan sensitifitas sel yang cukup baik terhadap insulin. Sehingga gula yang berasal dari makanan tidak dapat dicerna oleh sel karena terjadina resistensi sehingga gula pun tetap berada dalam aliran darah.

Gula yang ada di dalam darah kemudian akan dibuang oleh tubuh melalui urin. Sebelumnya, tubuh telah terlebih dahulu menarik lebih banyak cairan tubuh yang dimiliki ke dalam urin sehingga menyebabkan akan sering mengalami buang air kecil. Akibatnya penderita mengalami dehidrasi dan akan lebih banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

About review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top