Monday, October 23, 2017
Artikel Terkini


You are here: Home » Pengetahuan » Pengamatan Proses Terjadinya Osmosis
Pengamatan Proses Terjadinya Osmosis

Pengamatan Proses Terjadinya Osmosis

A. Tujuan

  • Mendeskripsikan peristiwa osmosis pada sel tumbuhan

B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

  • Ruang kelas XI – IPA, SMAN 1 Glagah – Banyuwangi
  • Selasa, 03 September 2013

C. Alat dan Bahan

  • Kentang ( Solanum tuterosum L )
  • Stopwatch
  • Air ( Larutan Aquadesh )
  • Alat pelubang kentang
  • Empat buah gelas beker
  • Timbangan
  • Silet dan Pinset
  • Tissue
  • Penggaris
  • Larutan garam 5%, 10%, dan 15%

D. Cara Kerja

  1. Menyiapkan sebuah kentang lalu mengupas dengan silet hingga bersih
  2. Melubangi kentang dengan alat pelubang kentang hingga 4x dan dihasilkan 4 irisan yang berbentuk tabung
  3. Keempat irisan tersebut diukur menggunakan penggaris dan memperoleh ukuran panjang yang sama. Selanjutnya, menimbang satu per-satu irisan kentang dengan timbangan dan mencatat ke-empat massanya
  4. Menyiapkan empat buah gelas beker yang masing – masing (50 mL) diberi label :
    • Larutan Garam 15%
    • Larutan garam 5%
    • Larutan garam 10%
    • Larutan Aquadesh
  5. Lalu dalam waktu yang bersamaan, keempat irisan kentang yang sudah diukur dimasukkan ke dalam masing-masing gelas beker dan mulai menghitung dengan stopwatch
  6. Selama proses berlangsung kami mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dalam masing-masing kentang dengan menit tertentu dan mencatatnya
  7. Setelah 20 menit keempat irisan kentang kami angkat secara bersamaan dari gelas beker dan diletakkan di atas tissue
  8. Kemudian kami mengukur massa akhir masing-masing kentang dengan timbangan dan mencatat perubahan massa, tekstur, dan panjang kentang

E. Hasil Pengamatan

  • Gambar

Aquadesh

 

 

 

Larutan Garam 5%

 

 

 

Larutan Garam 10%

 

 

 

Larutan Garam 15%

 

 

 

 

  • Tabel (Keterangan Perubahan)

No.

Media

Berat sebelum Eksperimen

Berat seudah Eksperimen

Panjang sebelum Eksperimen

Panjang sesudah Eksperimen

1

Air Aquadesh

2,9 gr

2 gr

3 cm

2,9 cm

2

Larutan Garam 5%

2,9 gr

2,1 gr

3 cm

2,9 cm

3

Larutan Garam 10%

2,9 gr

2,2 gr

3 cm

2,8 cm

4

Larutan Garam 15%

2,9 gr

2,7 gr

3 cm

3,2 cm

F. Pembahasan

  • BERDASARKAN TEORI/LITERATUR

Pada membran sel terikat protein yang menembus maupun yang berada di luar permukaan. Pernyataan ini berdasarkan atas penemuan S.J Jinger dan G. Nicholson pada tahun 1972 tentang teori membran yang dikenal sebagai model mozaik fluid. Dengan melihat struktur seperti yang disebutkan di atas, membran bukan hanya sebagai pembatas suatu sel, tetapi lebih kompleks lagi karena membran memiliki kegunaan lain seperti berperan dalam lalu lintas keluar masuknya sel.

Transportasi molekul dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu transpor pasif dan transpor aktif. Transpor pasif adalah proses perpindahan molekul menuruni gradient konsentrasi secara spontan tanpa memerlukan energi. Sedangkan transpor aktif adalah transpor yang memerlukan energi untuk melawan gradien konsentrasi.

Osmosis merupakan salah satu contoh transpor pasif. Osmosis adalah proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran selektif permeabel. Membran semipermiabel adalah selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya. Secara umum, membrane tersebut permiabel terhadap air dan zat-zat kecil dan tidak bermuatan. Misalnya molekul air dapat bergerak melewati dinding sel. Pelarut air yang dimaksud dalam proses osmosis adalah air dalam keadaan bebas yang tidak terikat dengan jenis molekul yang lain, seperti gula, protein, atau molekul yang lain.

Oleh karena itu, konsentrasi terlarut dalam suatu larutan merupakan faktor utama yang menentukan kelangsungan osmosis. Proses osmosis akan berhenti ketika kedua larutan mempunyai konsentrasi yang sama atau disebut isotonik. Suatu sel bisa mengalami kondisi hipertonik ataupun hipotonik sehingga menghasilkan sel yang krenasi atau plasmolisis karena adanya osmosis tadi.
Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut; dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila timbul tekanan di dalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan dalam air. Prinsip osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensi rendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis). Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.

Osmosis memang merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya unit per luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

Dalam uwiesunshine.blogspot.com (2010) dijelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat osmosis antara lain :

  • Konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel. Osmosis akan terjadi dari zat yang berkonsentrasi pelarut tinggi dan konsentrasi zat terlarutnya rendah menuju zat yang berkonsentrasi pelarut rendah dan konsentrasi zat terlarutnya tinggi.
  • Ketebalan membran. Makin tipis membran, makin cepat proses difusi
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energy untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula osmosisnya.
  • BERDASARKAN PENGAMATAN

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, kentang mengalami perubahan. Dari hasil pengamatan dapat kita ketahui bahwa sel – sel kentang mengalami perubahan ukuran. Ada yang mengalami pertambahan ukuran maupun pengurangan ukuran sesuai dengan medianya sendiri. Hal ini terjdi kerena sifat larutan yang hipertonis maupun hipotonis terhadap kentang.

Pengamatan Proses Terjadinya Osmosis

Pada larutan garam kentang menjadi lembek dan terjadi pengurangan ukuran. Ini disebabkan karena kentang yang hipotonis terhadap larutan garam. Sehingga air yang ada pada kentang keluar dari sel – sel kentang yang menyebabkan kentang menjadi lembek dan mengalami pengurangan ukuran.

Kentang yang telah dimasukkan ke dalam larutan garam mengalami penyusutan berat dari berat semula karena air bergerak dari larutan yang konsentrasinya rendah ke larutan yang konsentrasinya tinggi. Dimana hasil dari praktik yang telah dilakukan bahwa air garam yang terdapat di dalam gelas ukur memiliki kerapatan tinggi, sedangkan kentang memiliki kerapatan yang rendah. Setelah kentang dimasukkan ke dalam air garam selama 20 menit, kentang tersebut menjadi lebih ringan serta warnanyapun lebih kusam. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.

Ini membuktikan bahwa teori osmosis yaitu perpindahan ion atau molekul air dari kerapatan rendah ke kerapatan tinggi dengan melewati suatu membran semi permeabel, terjadi pada kentang yang dimasukan ke dalam larutan garam.

Selain itu, kami juga melihat saat kentang kami masukkan ke dalam air garam 10%, kentang berada dalam keadaan melayang, dan kira-kira setelah 10 menit, kentang mulai tenggelam. Jika dalam air garam 15%, kentang mengapung, setelah 15 menit, kentang tenggelam. Hal ini menunjukkan bahwa massa jenis air garam 10% dan air garam 15% lebih besar daripada masa jenis kentang. Hal itu dikarenakan konsentrasi garam yang tinggi dan membuat larutan menjadi hipertonis yang akhirnya menambah massa jenis larutan garam. Ini adalah peristiwa yang sama ketika perahu ataupun kapal laut dapat mengapung di atas air asin yang tentu memiliki konsentrasi garam tinggi.

Pada pengamatan yang kita lakukan, dapat kita ketahui :

  • Pada kentang gelas A, B dan C terjadi peristiwa osmosis karena larutan pada A,B,C konsentrasinya semakin pekat disebabkan oleh pemberian garam sehingga terjadi pepindahan molekul pada kentang –kentang yang berbeda didalamnya gelas A,B,dan C. Perpindahan molekul tersebut terjadi karena kerapatan kentang lebih rendah dari larutan garam ataupun kerapatan molekul larutan garam lebih tinggi daripada kentang. Osmosis sendiri terjadi karena adanya kerapatan yang lebih rendah.
  • Peristiwa osmosis dapat terjadi pada suatu sel melalui membran sel. Membran sel bersifat permeabel terhadap zat – zat yang mudah melewati membran. Peristiwa osmosis terjadi karena perpindahan molekul ion dari kerapatan tinggi ke kerapatan rendah melalui suatu membran. Faktor – faktor yang mempengaruhi osmosis pada sel adalah tekanan tugor sel, konsentrasi sel terlarut dan zat terlarut, pH larutan,suhu dan ukuran molekul.

 

G. Kesimpulan

Dari percobaan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi zat pelarut maka perubahan massa kentang semakin kecil. Hal itu dikarenakan terjadi perpindahan molekul garam kedalam kentang agar mencapai keseimbangan konsentrasi antara kentang dan larutan garam hingga terjadi perubahan massa. Dan semakin tinggi konsentrasi air yang disebabkan banyak garam yang terkandung, menyebabkan tiap gelas memiliki kepekatan yang berbeda. Sehingga juga menyebabkan masing-masing kentang teksturnya berbeda-beda(lembek,sedang,keras). Peristiwa yang terjadi tersebut merupakan osmosis. Jadi, osmosis adalah perpindahan molekul ion dari konsentrasi pelarut (air) rendah dengan melewati suatu membran.

H. Daftar Pustaka

  • Syamsuri, Istamar dkk.2007.biologi : untuk SMA kelas 2a. Jakarta:Erlangga

About Deo Pradipta

Student of SMA Negeri 1 Glagah | Blogger | Blog & Web Designer | Founder of sman1glagah.com, tutorialadsense.info, dopind.blogspot.com , and qx-xp.blogspot.com

2 comments

  1. makasih mas, sangat membantu sekali artikelnya

  2. Maria Sanfranciska

    Makasih bro ,membantu saya sekali dapat tugas sya👍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top