Friday, July 28, 2017
Artikel Terkini


You are here: Home » Pengetahuan » Sejarah Pembentukan Bumi
Sejarah Pembentukan Bumi

Sejarah Pembentukan Bumi

Sejarah Pembentukan Bumi – Bumi kita terbentuk dimulai dari 4.600.000.000 tahun yang lalu dan mengalami beberapa perkembangan sampai terbentuk seperti saat ini.  Pada awal terbentuknya, bumi masih berupa bola api yang mengalami akumulasi panas akibat kontraksi gravitasi, peluruhan radioaktif dan hujan meteorit.  Masa itu disebut masa Arkeozoikum yang berakhir sampai pada sekiktar 2.500.000.000 tahun yang lalu.  Selanjutnya, inti bumi yang merupakan cairan besi dan nikel memisahkan diri dari mantel bumi.  Penguapan gas besar-besaran dari dalam bumi bersama-sama dengan hidrogen dan helium membentuk atmosfer primitif yang kemudian menyebabkan proses pendinginan bagian bumi yang secara berangsur-angsur membentuk kerak bumi.

Masa Arkeozoikum merupakan awal pembentukan batuan kerak bumi yang berkembang menjadi protokinten. Batuan masa ini ditemukan di bagian dunia yang lazim disebut kraton atau perisai dunia.  Batuan yang tertua pada masa ini tercatat pada umur 3.800.000.000 tahun yang lalu. Pada masa ini pula tercatat sebagai awal munculnya kehidupan primitif di dalam samudra yang berupa ganggang dan bakteri (mikroorganisme) .  Hal itu dibuktikan dengan ditemukan fosil Cyanobacteria dan Stromatin yang berusia 3.500.000.000 tahun.

Pada masa Protozoikum (2,5 milyar – 590 juta tahun yang lalu) mulai terjadi perkembangan hidrosfer dan atmosfer serta dimulainya kehidupan yang lebih kompleks.  Senelumnya dari hewan uniseluler menjadi multiseluler (eukariotik, prokariotik).  Masa Arkeozoikum dan masa Protozoikum dikenal sebagai masa Prakambrium.

Selain dilihat dari sejarah pembentukan  bumi, ada juga beberapa teori pembentukan bumi yang diantaranya sebagai berikut.

  • Teori Tidal
    Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal.  Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam cerutu.  Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet – planet yang meliputi Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
  • Teori Laplace
    Seorang ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796 mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin – cincin.  Sebagian cincin gas tersebut, terlempar ke luar dan tetap terus berputar.  Cincin gas yang berputar akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan – gumpalan bola yang menjadi planet – planet, termasuk Bumi.
  • Teori Kuiper
    Gerald P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nabula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet. Dalam teorinya, beliau juga memasukkan unsur – unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan malia menggumpal menjadi planet – planet.
  • Teori Whipple
    Fred L.Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan.  Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.

About Deo Pradipta

Student of SMA Negeri 1 Glagah | Blogger | Blog & Web Designer | Founder of sman1glagah.com, tutorialadsense.info, dopind.blogspot.com , and qx-xp.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top